image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

essential oil untuk wajah

5 Hal yang Perlu Anda ketahui Sebelum Menggunakan Essential Oil untuk Wajah

Eva Mulia – Essensial oil dikenal sebagai bahan alami yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Dalam menggunakan essential oil Anda harus memperhatikan berbagai hal agar tidak menimbulkan masalah pada tubuh dan kulit. Sebelum menggunakan essential oil sebaiknya campurkan minyak essensial dengan carrier oil atau minyak pelarut. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui seputar essential oil dalam perawatan sehari-hari.

Hal yang Perlu di Perhatikan Sebelum Menggunakan Essential Oil

essential oil untuk wajah

Esential Oil Mempunyai Konsentrasi Tinggi

Sebenarnya essential oil bukanlah minyak sungguhan. Minyak ini bisa di dapatkan dari berbagai tumbuhan, baik dari daun, batang, biji/buah serta bunga yang memiliki kandungan dengan konsentrasi tinggi. Penggunaan kata oil digunakan karena teksturnya yang mirip seperti minyak, meskipun minyak esensial tidak mengandung asam lemak layaknya sebuah minyak. Untuk mendapatkan 1 pon minyak esensial mawar dibutuhkan antara 5.000-10.000 pon kelopak mawar.

Aplikasikan Sesuai Takaran

Mengingat essential oil mempunyai konsentrasi tinggi, maka takaran dalam penggunaannya juga harus disesuaikan. Hindari menggunakan essential oil secara berlebihan. Hal ini dilakukan agar Anda tidak mengalami alergi, ruam, dan rasa gatal. Apalagi jika dihirup secara berlebihan, maka akan menimbulkan rasa mual, pusing bahkan bisa menyebabkan pingsan. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti petunjuk yang disarankan pada tiap kemasan.

Tak hanya itu, perhatikan juga beberapa jenis minyak esensial yang bersifat photosensitive, karena bisa memicu kulit yang terpapar sinar matahari menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami sunburn bahkan hiperpigmentasi.

Tidak Semua Essential Oil Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Tidak selamanya menggunakan bahan alami aman dan tidak memiliki efek samping, terutama jika dikaitkan dengan kondisi tubuh. Bagi para ibu hamil dan menyusui tidak disarankan untuk menggunakan minyak essential karena bisa memberi pengaruh pada hormon dan janin.

Sehingga banyak wanita hamil yang akhirnya tidak menggunakan minyak esensial karena khawatir dengan kesehatan janin yang dikandung. Mereka hanya memanfaatkan essential oil sebagai aromatheraphy dibandingkan  menggunakan langsung di bagian tubuh.

Meskipun beberapa essential oil aman untuk ibu hamil pada trisemester pertama. Salah satunya adalah pepermint essential oil yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI bagi para ibu hamil, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli jika ingin menggunakannya.

Ada beberapa jenis minyak essensial yang harus Anda dihindari ibu hamil seperti serai, daun kayu manis, thyme, jinten, clary sage, rosemary, basil, jasmine, juniper berry. Semua jenis minyak tersebut bisa menyebabkan kontraksi, meningkatkan tekanan darah serta menyebabkan pendarahan pada rahim.

Simpan dan Letakkan di Tempat yang Tepat

Hal lain yang jarang dijelaskan adalah aturan penyimpanannya. Essential oil yang memiliki kualitas baik biasanya akan ditempatkan pada botol kaca yang berwarna gelap, ini bertujuan untuk mencegah oksidasi sekaligus menjaga kualitasnya. Hindari menempatkan essential oil pada kemasan plastik, sebab plastik akan mudah terurai dengan minyak esensial dan memengaruhi kualitasnya. Selain itu, pastikan juga suhu penyimpanan tetap stabil dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.

Jauhkan dari Jangkauan Bayi dan Anak-anak

Selain tempat penyimpanan, hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan essential oil untuk wajah adalah jauhkan dari jangkauan anak. Jika Anda ingin menggunakan minyak esensial dengan cara membakarnya, maka Anda harus menghindari jenis esensial yang  mengandung 1,8 cineole atau eukaliptol. Kandungan tersebut bisa memperlambat pernapasan pada bayi. Sebaiknya gunakan jenis minyak essensial seperti  lemongrass, ylang-ylang dan jasmine yang tergolong aman digunakan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Baca juga: Perbedaan Antara Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Klinik Kecantikan dan Salon

Leave a Reply