image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - Klinik Evamulia - Perawatan Wajah - Bakteri di Mulut Yang Membahayakan Kesehatan - Kebanyakan orang belum menyadari jika bakteri yang ada di dalam mulut amat berbahaya.

Bakteri di Mulut Yang Membahayakan Kesehatan

Eva Mulia Klinik Evamulia Perawatan Wajah Bakteri di Mulut Yang Membahayakan Kesehatan Kebanyakan orang belum menyadari jika bakteri yang ada di dalam mulut amat berbahaya. Bakteri ini tidak bermasalah jika jumlahnya seimbang, tetapi begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), periodontal atau infeksi, maka kondisi ini menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Seperti kata Dr. Walter Loesche, ilmuwan di University of Michigan, rata-rata manusia menelan air liur 1 liter (1.000 ml) per harinya. Dalam 1 ml ada 100 juta mikroba, berarti akan ada 100 miliar mikroba dalam 1.000 ml air liur yang kalian telan. Perlu kalian ketahui bahwa mikroba yang hidup di mulut ada sebanyak 20 miliar pada awalnya, dan akan berlipat ganda dalam 24 jam sebanyak 5 kali lipat, yaitu menjadi 100 miliar setiap harinya.

Apa Saja Yang Bisa Menambah Jumlah Bakteri di Mulut?

Eva Mulia - Klinik Evamulia - Perawatan Wajah - Bakteri di Mulut Yang Membahayakan Kesehatan - Kebanyakan orang belum menyadari jika bakteri yang ada di dalam mulut amat berbahaya. Bakteri ini tidak bermasalah jika jumlahnya seimbang, tetapi begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), periodontal atau infeksi, maka kondisi ini menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Dr. Loesche menulis jika kita tidak menggosok gigi, mikroorganisme oral yang awalnya berjumlah 20 miliar akan menjadi 100 miliar. Jumlah ini bukan adalah jumlah yang pasti, dapat jadi bakteri berkembang semakin banyak. Di bawah ini adalahhal-hal yang dapat merangsang perkembangan bakteri:

  • Suhu
  • Potensial REDOX atau anaerobiosis (bentuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa adanya oksigen)
  • pH (tingkat asam basa)
  • Nutrisi (endogen & eksogen (diet))
  • Pertahanan tubuh (bawaan & akusisi)
  • Genetika tubuh (perubahan respon imun, dll.)
  • Zat antimikroba & inhibitor (penghambat)

Jenis Bakteri di Mulut Yang Membahayakan

Dari sekian banyak bakteri di dalam mulut, ada yang bakteri baik dan bakteri jahat. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteri negatif yang paling utama:

  • Phorphyromonas: P. gingivalis, patogen periodontal utama
  • Pevotella: P. intermedia, pantogen periodontal
  • Fusobacterium: F. nucleatum, periodontal pathogen
  • Antinobacillus/Aggregatibacter: A. actinomycetemcomitans, tergabung dalam periodontitis agresif
  • Treponema: T. denticola, kelompok penting dalam keadaan periodontal akut, seperti ANUG
  • Neisseria
  • Veillonella

Jenis Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Bakteri di Mulut

  • Periodontitis

Periodontitis adalahinfeksi rongga mulut yang tidak jarang dijumpai di masyarakat. Periodontitis terasa sebagai penyakit nomor dua di dunia setelah pembusukan gigi. Periodontitis dikarenakan oleh iritasi bakteri patogen spesifik seperti phorphyromonas gingivalis, prevotella intermedia, bacteriodes forsytus, dan actinobacillus actinomycetemcomitans.

Tingkat keparahan dan penambalan kemunculan periodontitis dapat bertambah pada orang yang mengidap diabetes dan akan lebih buruk jika diabetes tidak bisa terkontrol. Periodontitis dapat memperburuk diabetes dengan mengurangi kontrol glikemik (pengontrol menambah gula darah).

  • Penyakit Jantung

Orang yang memiliki risiko periodontitis akan berisiko terkena penyakit jantung. Namun, jika orang tersebut sudah terkena periodontitis, maka ia akan berisiko 2 kali lipat terkena penyakit jantung. Peran infeksi dan peradangan pada aterosklerosis (kondisi penyempitan pembuluh darah) semakin jelas.

Peradangan periodontitis kronis adalah salah satu infeksi pada manusia yang umum dengan beberapa 10-15% populasi mengalami kelanjutan dari penyakit periodontal, yaitu penyakit jantung. Dalam konteks penyakit jantung, individu dengan periodontitis dilaporkan memiliki peningkatan risiko penyakit, termasuk koroner, stroke, infark miokard (serangan jantung) ,dan aterosklerosis.

Leave a Reply