Jerawat Fungal

Tips Mengetahui Jika Jerawat Kita Merupakan Jerawat Fungal

Eva Mulia Clinic – Jerawat Fungal – Salah satu hal yang membuat seseorang merasa insecure adalah adanya jerawat di wajah. Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Tak hanya di wajah, jerawat juga bisa muncul di dada, punggung atas, dan bahu atau bahu. Ada banyak jenis jerawat, salah satu yang paling terkenal adalah jerawat hormonal. Biasanya bagi wanita, jerawat ini terjadi saat menstruasi.

Namun, ada juga acne fungal atau jerawat jamur yang sering dianggap jerawat biasa, padahal berbeda lho. Jadi apa itu jerawat, jerawat, atau jerawat jamur?

Jerawat jamur disebabkan oleh ragi (jamur), sedangkan jerawat biasanya disebabkan oleh bakteri dan kotoran yang menumpuk dan menyumbat pori-pori kulit.

Jerawat jamur atau acne acne sebenarnya adalah istilah yang “dibuat-buat”. Secara ilmiah, jenis jerawat ini disebut pityrosporum folliculitis atau malassezia folliculitis,” kata Shereene Idriss, dokter kulit di Union Square Laser Dermatology di New York City.

Lily Talakoub, dokter kulit di McLean Dermatology and Skincare Center di McLean, Virginia, mengatakan bahwa jerawat jamur sulit didiagnosis. Jerawat berlebih karena jamur memiliki jerawat pada umumnya.

Tips Mengetahui Jika Jerawat Kita Merupakan Jerawat Fungal

Jerawat Fungal

Namun, setidaknya ada 4 indikasi yang menandakan bahwa jerawat di tubuh kita adalah jerawat jamur.

  • Jerawat yang muncul tersebut tidak merespons produk perawatan jerawat yang dijual bebas atau diresepkan oleh dokter. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk produk perawatan dapat memperburuk kondisi jerawat.
  • Setelah berolahraga atau memakai pakaian ketan dan tidak segera mandi, biasanya akan muncul whitehead kecil pada bagian tubuh seperti punggung atas, pundak dan dada.
  • Pada umumnya, jerawat muncul dalam berbagai ukuran. Tetapi, jerawat jamur atau gungal acne seragam dalam penampilannya, yakni benjolan sekitar 1 milimeter.
  • Terkadang, fungal acne tak muncul ke permukaan wajah seperti jerawat pada umumnya. Selain itu, fungal acne akan sangat gatal dan cenderung terasa seperti terbakar.

Perawatan untuk Fungal Acne

Menurut Dr. Robin Evans, seorang dokter kulit di Southern Connecticut Dermatology dan Instruktur klinis di Albert Einstein College of Medicine di New york City mengatakan jika saat ini banyak obat jerawat yang kurang berfungsi dalam mengatasi fungal acne.

Hal tersebut dikarenakan obat jerawat biasa hanya dirancang untuk mengobai bakteri bukan bakteri. Sehingga, fungal acne tidak akan terpengaruh. Meski demikian, terdapat beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fungal acne.

  • Beberapa dokter kulit merekomendasikan penggunaan sampo sebagai pembersih tubuh. Karena jamur penyebab ketombe dan jerawat sama, maka shampo bisa mengatasinya. Oleskan sampo pada kulit kering kita dan diamkan selama sekitar 10 menit, lalu bilas saat mandi.
  • Lakukan percobaan dengan obat jamur biasa. Tidak ada salahnya mencoba menggunakan obat jamur umum untuk mengurangi jerawat jamur. Ikuti petunjuk penggunaan dalam petunjuk penggunaan pada kemasan. Metode ini dapat membuat perbedaan yang signifikan.
  • Lepaskan pakaian olahraga, pakaian yang bisa membuat berkeringat lebih, dan pakaian ketat. Setelah itu, mandi bersih.
  • Kurangi gula dan karbohidrat. Ragi dan jamur menyukai gula dan karbohidrat karena mereka adalah “makanan” mereka dan mereka membuatnya tumbuh. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi keduanya.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang jerawat fungal. Apakah Anda pernah menderita jerawat fungal?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *