image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

patch test

Manfaat Melakukan Patch Test Sebelum Menggunakan Skin Care di Wajah

Eva Mulia – Pernakah Anda setelah membeli produk skin care menimbulkan reaksi alergi dan terpaksa dibuang? Pasti pernah, untungnya reaksi tidak cocoknya tidak sampai menimbulkan bengkak atau rasa gatal. Oleh karena itu, sebelum membeli produk tersebut di wajah, sebaiknya Anda melakukan patch test dulu untuk menghindari berbagai reaksi buruk yang bisa terjadi.

Apa Itu Patch Test?

patch test

Patch test adalah suatu tes untuk mengidentifikasi apakah suatu substansi berada dalam keadaan kontak dengan kulit yang bisa menimbulkan peradangan kulit. Pactch test juga bisa digunakan sebelum membeli skin care atau kosmetik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui reaksi kulit terhadap produk tersebut. Caranya, oleskan produk di bagian belakang telinga atau di bagian dalam siku tangan Anda. Diamkan selama 24 jam untuk mengetahui reaksi kulit Anda. Jika muncul reaksi alergi berupa ruam, kemerahan, bengkak, sensasi terbakar/tersengat, atau rasa gatal. Segera bersihkan area tersebut bila terjadi reaksi.

Patch Test Harus Dilakukan Semua Jenis Kulit

Sebenarnya patch test menjadi tahapan yang harus dilakukan setiap kali ingin mencoba produk skin care baru. Terutama jika jenis kulit Anda termasuk sensitif atau acne prone. Karena jika asal mencoba, justru bisa menyebabkan break out pada kulit. Cara ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam tentang karakter kulit Anda dengan kandungan apa saja yang bisa memicu break out.

Bagi pemilik jenis kulit normal, menganggap bahwa kandungan umum seperti hydroquinoneretinol dan glycolic acid bisa mengiritasi kulit. Sedangkan pemilik jenis kulit acne prone sebaiknya hati-hati dengan kandungan coconut oil, cocoa butter, butter, lanolin dan isopropyl palmitate.

Patch Test untuk Menghindari Alergi

Dalam melakukan patch test untuk menguji reaksi alergi harus diaplikasikan pada dua titik tubuh, seperti di area tertutup dan di area yang nantinya produk akan diaplikasikan. Misalnya jika Anda ingin  menguji produk yang akan diaplikasikan pada wajah sebaiknya pilih di bagian samping leher. Sedangkan jika ingin menguji produk di bagian tertutup sebaiknya pilih di bagian perut, lengan bagian atas serta lutut. Gunakan sedikit produk dan tunggu reaksi pada kulit sekitar 24 – 72 jam.

Patch Test untuk Mencegah Breakout

Jika Anda ingin menguji suatu produk untuk menghindari break out, caranya akan berbeda dengan patch test untuk menghindari alergi. Anda hanya perlu mengaplikasikan produk langsung pada wajah, baik di area pipi atau kening. Dua bagian ini dipilih karena produksi munyak yang cukup aktif yang bisa menimbulkan break out.

Biasanya reaksi pada kulit seperti breakout akan muncul sekitar seminggu setelah menggunakan produk skin care. Namun, jika area kulit tidak mengalami reaksi apapun, berarti produk tersebut aman digunakan untuk kulit Anda.

Baca juga: Arti dari Non-acnegenic Dalam Produk Perawatan Kulit Berjerawat

Leave a Reply