Cara Memilih Gentle Cleanser

Cara Memilih Gentle Cleanser yang Bagus dan Sesuai dengan Jenis Kulit

Evamulia – Perawatan Wajah –  Cara Memilih Gentle Cleanser – Terdapat banyak jenis produk pembersih wajah yang berada di pasaran, namun mencari pembersih wajah yang bagus dan cocok di kulit wajah bukanlah hal yang mudah. Jika salah memilih, yang ada malah kulit mengalami masalah seperti timbulnya jerawat, kering dan lainnya.

Nah, untuk menghindari kemungkinan tersebut, salah satu cara tepat yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencari produk pembersih wajah dengan kandungan gentle dan sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki.

Sebelum memasuki ke pembahasan mengenai cara memilih sabun muka yang bagus, sebaiknya kamu ketahui terlebih dahulu apa itu gentle cleanser.

Apa itu Gentle Cleanser?

Gentle Cleanser adalah istilah yang sering digunakan untuk pembersih wajah yang tidak mengandung bahan yang dapat menyebabkan iritasi seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate), alkohol atau pewangi. Selain itu, gentle cleanser juga memiliki kandungan yang sudah teruji secara dermatologi. Sehingga aman digunakan untuk segala jenis wajah, termasuk kulit sensitif.

Memilih Gentle Cleanser

Pembersih yang baik akan membersihkan kotoran pada wajah, sekaligus menjaga kulit agar tetap terjaga. Nah, untuk memilih pembersih yang baik, sebaiknya perhatikan bahan yang terdapat pada pembersih seperti berikut ini.

Surfaktan

Surfaktan atau biasa disebut juga sebagai surface-active agent, adalah zat seperti detergen yang dapat membantu mengangkat kotoran serta menghasilkan busa ketika diusapkan ke wajah. Biasanya surfaktan dapat kamu temukan para produk pembersih seperti shampo, detergen bubuk dan cair, bubble bath, hingga produk pembersih wajah.

Surfaktan terbagi menjadi dua jenis, suftaktan keras dan surfaktan lembut. Surfaktan keras meliputiL

  • Sabun (Sodium Ccate – Sodium Cocoate, sodium tallowate)
  • Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Sementara surfaktan yang lebih lembut meliputi:

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES), terutama dalam kombinasi dengan cocamidopropyl betaine (CAPB)
  • Natrium Cocoyl Isethionate
  • Alkyl Sulfosuccinates (“XX succinate” dalam daftar bahan)
  • Alkil Sarcosinates

Saat memilih pembersih, carilah pembersih wajah dengan bahan surfaktan yang lebih lembut di kulit untuk mencegah kulit menjadi kering dan mudah menyebabkan iritasi serta kerusakan pada kulit sensitif. Jadi, carilah nama-nama diatas dalam produk pembersih yang hendak kamu beli.

Menariknya, lebih banyak busa tidak selalu berarti pembersih tersebut keras. Secara tradisional, pembersih berbusa dibuat dengan SLS yang mengiritasi, tetapi ada beberapa pembersih yang berbusa dan tetap lembut. Misalnya, pembersih berbusa yang mengandung bahan pelembab yang dapat melembabkan.

PH

Pembersih dengan pH tinggi lebih bisa merusak kulit, oleh karena itu carilah pembersh dengan pH rendah (kurang dari 6). Namun sayangnya, sebagian pembersih tidka memberi tahu kadar pH-nya, jadi kamu harus mencari tahu terlebih dahulu atau membeli beberap strip uji pH. Untuk menjaga pH kulit, kamu harus menghindari sabun karena sabun tidka bekerja pada pH lebih rendah dari sekitar 9,5.

Bahan Moisturizing

Pembersih sering kali menggunakan bahan pelembab seperti minyak dan humektan untuk menggantikan bagian yang terkelupas dari kulit selama pembersihan. Oleh karena itu, maka carilah minyak seperti minyak bunga matahari dan minyak mineral, asam lemak seperti asam stearat dan humektan seperti gliserin dan sorbitol dalam produk pembersih.

Cara Memilih Gentle Cleanser yang Bagus

Cara Memilih Gentle Cleanser

Sebelum membeli produk pembersih wajah, sebaiknya ketahui cara memilih pembersih wajah untuk mendapatkan produk gentle cleanser yang bagus di kulit. Berikut adalah cara memilih gentle cleanser yang bagus dan sesuai dengan jenis kulit.

Ketahu Jenis Kulit Wajah

Sebelum memilih produk pembersih wajah, pastikan kamu sudah mengetahui jenis kulit wajah, apakah tipe kulit berminyak, kulit kering atau kulit kombinasi. Setelah itu, permasalahan kulit apa yang kamu miliki agar dapat mempermudah dalam mencari pembersih wajah yang tepat dan meminimalisir kemungkinan untuk mengatasi iritasi dan pengelupasan.

Bahan yang Digunakan pada Produk

Setelah kamu mengetahui jenis kulit dan permasalahannya, selanjutnya adalah cek bahan dengan harsh chemical ingredients yang dapat mengiritasi kulit. Beberapa bahan yang sebaiknya dihindari diantaranya Sodium Lauryl Sulfate (SLS), pewangi, oil, paraben, dan alkohol.

Hindari Bahan Eksfoliasi atau Scrub

Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi pemilik kulit sensitif sebaiknya tidak menggunakan pembersih wajah dengan bahan eksfoliasi atau scrub. Pasalnya kandungan jenis ini dapat membuat kulit menjadi iritasi.

Bahan eksfoliasi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni eksfoliasi fisik dan kimia. Eksfoliasi fisik bentuknya berupa scrub, sedangkan eksfoliasi kimia bentuknya dengan dengan asam salisilat, asam glikolat, asam laktat dan AHA.

Mengandung Pelembab

Kandungan pelembab pada pembersih seperti asam hyaluronic, ceramide, dan niacinamide dapat membantu menjaga kulit tetap lembab. Dengan memilih pembersih yang memiliki kandungan pelembab, maka kelembapan kulit akan tetap terjaga dan kulit tidak rentan iritasi.

Mengandung emolien

Bahan emolien dan pelembab memiliki kerja yang sama, pembersih dengna emolien akan melapisi kulit lebih baik dan menutupi kulit yang pecah-pecah dan iritasi. Selain itu, pembersih wajah dengan bahan ini dapat membuat kulit kering dan kasar menjadi halus dan lembut. Contohnya kandungan yang bersifat emolien yakni glycerin, petrolatum dan lanolin.

Mencari Review Produk

Mencari review dari suatu produk terlebih dahulu dapt menjadi pertimbangan sebelum kamu membeli produk tersebut. Kamu bisa mencari review produk melalui internet, atau bertanya pada teman atau orang-orang yang sudah pernah mencoba produk tersebut untuk mengetahui  efek samping yang mungkin terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *