image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - surfaktan dalam produk kecantikan

Mengenal Surfaktan dalam Produk Kecantikan yang Perlu Anda Ketahui

Eva Mulia – Mencuci wajah menjadi salah satu solusi yang biasanya dilakukan ketika kondisi wajah sedang kotor atau berminyak. Saat mencuci wajah, hampir semua pembersih wajah mempunyai busa yang membuat wajah jadi bersih dan segar. Busa ini berperan penting dalam membersihkan dan menarik seluruh kotoran serta minyak dari wajah. Terbentuknya busa tersebut berasal dari bahan yang dikenal sebagai surfaktan. Lantas, apa itu surfaktan dan mengapa produk kecantikan menggunakan surfaktan sebagai salah satu komponennya? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Mengenal Bahan Surfaktan dalam Produk Kecantikan

surfaktan dalam produk kecantikan

1. Mudah Ditemukan Dalam Produk Kecantikan

Surfaktan atau surface active agent merupakan molekul zat kimia yang bisa menstabilkan campuran minyak dan air. Seperti yang sudah diketahui, air dan minyak tidak bisa larut satu sama lain. Oleh karena itu, surfaktan harus ditambahkan ke dalam campuran lainnya. Sehingga tidak membentuk lapisan dan mengurangi tegangan dari keduanya.

Biasanya surfaktan dalam produk kecantikan digunakan sebagai campuran dalam produk sabun pembersih wajah, sabun mandi, dan sampo. Untuk itulah, busa yang Anda temukan pada sabun cuci muka Anda dihasilkan oleh kinerja surfaktan.

2. Berfungsi Sebagai Foaming Agent

Pada umumnya surfaktan berfungsi untuk membersihkan. Banyak konsumen yang masih percaya bahwa jumlah busa yang dihasilkan oleh pembersih, baik itu pembersih wajah atau pembersih tubuh. Padahal, sebenarnya ini berkaitan dengan estetika produk daripada potensi pembersihannya. Meskipun begitu, ternyata surfaktan diklaim ampuh dalam membersihkan serta menarik kotoran serta minyak pada kulit Anda.

Selain menjadi agen pembersih, surfaktan juga berfungsi sebagai foaming agent untuk menghasilkan busa yang melimpah. Bukan hanya itu, surfaktan juga bertindak sebagai komponen utama dalam produk-produk kecantikan dengan formula berbasis air. Ini karena sifatnya yang mengemulsi sehingga bisa memberikan campuran minyak dan air yang lebih stabil. Contoh surfaktan dalam produk kecantikan yang biasa digunakan adalah SLES (sodium lauryl ether sulfate) dan SLS (sodium lauryl sulfate).

3. Efek Buruk Surfaktan Bagi Kulit

Meskipun bahan ini merupakan golongan zat kimia, namun sebenarnya surfaktan merupakan zat yang mudah ditemukan di alam bebas. Bahkan dalam tubuh manusia juga secara alami menghasilkan surfaktan, yang disebut sebagai surfaktan paru. Dalam paru-paru menghasilkan surfaktan untuk membantu proses pernapasan.

Jika digunakan dengan kadar yang tepat, maka surfaktan dalam produk kecantikan bisa berfungsi sebagai anti-bakteri dan meminimalkan iritasi pada kulit. Namun perlu Anda ketahui, bahwa surfaktan dalam produk kecantikan yang terlalu keras bisa merusak kelembapan alami kulit sehingga kulit menjadi kering dan mudah iritasi.  Maka tak heran jika saat ini, banyak orang yang beralih untuk menggunakan produk kecantikan tanpa kandungan SLS maupun SLES. Oleh karena itu, selalu perhatikan label produk kecantikan untuk melihat kadar kandungan surfaktan yang digunakan dengan saksama sebelum membelinya, ya!

Baca juga: Pentingnya Mengajarkan Anak Untuk Merawat Kulit Sejak Dini

Leave a Reply