image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - penyakit kulit akibat bakteri kulit

Ini Dia Jenis Bakteri yang Bisa Hidup di Kulit Anda

Tahukan Anda bahwa kulit merupakan salah satu tempat favorit untuk tumbuhnya bakteri. Bakteri tersebut bisa menyebabkan masalah kulit jika kita tidak segera tangani. Lantas apa saja jenis bakteri kulit yang bisa tumbuh?

Mengenal Kulit Lebih Dalam

Kulit merupakan organ manusia terbesar dan terluas dibandingkan dengan organ lain di dalam tubuh. Bahkan luas permukaannya bisa mencapai kurang lebih 6-7 m2. Fungsi utama kulit manusia yaitu untuk melindungi manusia dari berbagai paparan lingkungan luar seperti bakteri, virus, menjaga suhu tubuh. Pada dasarnya, kulit manusia terbagi menjadi tiga lapisan, antara lain:

  • Lapisan epidermis : Lapisan terluar dari kulit yang membentuk warna kulit kita.
  • Lapisan dermis : Lapisan yang terletak di bawah lapisan epidermis dan terdiri dari berbagai jaringan ikat, kelenjar keringat, serta akar bulu-bulu halus.
  • Lapisan dalam jaringan subkutan atau hipodermis, yang terdiri dari jaringan ikat dan timbunan lemak.

Karena kulit berada dilapisan paling luar tubuh, maka kulit jadi sering terpapar berbagai zat asing yang bisa menginfeksi tubuh. Lapisan epidermis dalam kulit menjadi penghalang fisik yang tangguh dan mampu menolak bakteri serta berbagai racun yang bisa menginfeksi tubuh.

Penyebab Bakteri Kulit Menimbulkan Penyakit Kulit

penyakit kulit akibat bakteri kulit

Bakteri merupakan makhluk hidup yang berukuran mikroskopis yang bisa hidup dimana saja dan mempunyai banyak jenisnya. Sementara tubuh manusia menjadi tempat hidup bakteri alami yang baik dan cocok untuk pertumbuhannya. Namun ternyata ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan, jumlah, dan jenis dari bakteri kulit, yakni:

1. Lokasi Tumbunya Bakteri di Kulit

Ada beberapa bakteri yang bisa bertahan hidup jika berada di lingkungan yang lembab. Sementara, kulit di tubuh manusia mempunyai kelembapan yang berbeda-beda. Biasanya, jumlah bakteri cukup sedikit pada bagian-bagian yang sering mengeluarkan minyak. Seperti di dahi, belakang telinga, dan disekitar hitung. Jenis bakteri yang sering tumbuh di bagian tersebut adalah propionibacterium spp.

Sedangkan jenis bakteri yang tumbuh di bagian lembab adalah Corynecbaterium spp dan Staphylococcus. Bakteri jenis ini banyak ditemukan disekitar pusar, ketiak, pangkal paha, lipatan antara paha dengan bokong, bagian belakang lutut dan lain sebagainya. Jika jumlahnya terlalu banyak kedua jenis bakteri ini dapat menimbulkan infeksi dan menimbulkan penyakit kulit.

Dan untuk bagian kulit yang cenderung kering, seperti dibagian lengan tangan. Bakteri ini menjadi tempat yang paling banyak ditumbuhi berbagai jenis bakteri seperti Actiobacteria, proteobacteria, firmicutes, dan bacteriodetes. Bakteri-bakteri tersebut merupakan bakteri yang tidak terlalu tahan dengan perubahan kondisi sekitar, sehingga mudah mati dan berhenti berkembang.

2. Pertumbuhan Bakteri Bersifat Sementara

Tumbuhnya bakteri tergantung waktu dan memiliki tingkat konsistensi tertentu. Terutama pada bagian yang hanya ditumbuhi oleh satu atau beberapa jenis bakteri seperti dibagian telinga dan hidung. Sedangkan bagian kulit yang ditumbuhi banyak jenis bakteri disebabkan karena tingkat kestabilannya kurang dan terkadang kumpulan bakteri tersebut mudah mati. Misalnya pada tumit kaki, lengan, jari-jari kaki dan tangan.

3. Jenis Bakteri di Kulit Setiap Orang Berbeda

Jenis dan jumlah bakteri bisa muncul pada permukaan kulit tergantung dari sifat permukaan kulit serta kelembapannya. Ada jenis bakteri yang dapat bertahan hidup pada kondisi yang lembab serta sebaliknya. Selain itu, setiap orang juga memiliki jenis dan jumlah bakteri kulit yang berbeda-beda. Beberapa kelompok yang selalu mencuci tangan memiliki bakteri sekitar 13% sedangkan kelompok satunya lagi yang jarang mencuci tangan bisa mencapai 68,1% bakteri tumbuh di tangannya.

Baca juga:

4. Penyakit Kulit Akibat Bakteri Kulit

Jenis bakteri seperti brevibacterium, acinobacter dan corynebacterium. tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Tetapi jenis bakteri lainnya bisa berbahaya karena memasuki lapisan kulit tubuh, merusak kulit bahkan bisa menyebabkan penyakit kulit. Biasanya bakteri yang menyebabkan infeksi kulit adalah bakteri gram positif, seperti stapylococcus dan streptococcus. Berikut adalah penyakit yang mungkin timbul jika terinfeksi bakteri kulit:

  1. Selulitis merupakan penyakit kulit yang bisa menimbulkan kemerahan, rasa sakit, dan hangat ketika disentuh. Biasanya penyakit ini bisa terjadi di kaki. Namun bisa juga dialami di berbagai area kulit lainnya.
  2. Folikulitis adalah infeksi folikel rambut yang membuat kulit kepala menjadi merah, bengkak kecil seperti jerawat. Kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk berendam di kolam renang atau di air panas. Karena ini akan memperparah keadaan. Folikulitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri S.aureus dan Pseudomans aeroginosa.
  3. Impetigo merupakan bintik-bintik merah yang biasanya dialami oleh anak-anak prasekolah pada bagian muka, bagian tangan atau kaki. Impetigo disebabkan oleh bakteri S.aureus dan S.pyogenes.
  4. Bisul merupakan infeksi kulit bagian dalam yang diakibatkan oleh infeksi pada folikel rambut/bulu. Munculnya bisul biasanya berwarna merah, bengkak kecil, dan mengandung nanah. Penyakit kulit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri ini bisa ditangani dengan obat antibiotik oral maupun obat oles.

Baca juga: Mengenal Surfaktan dalam Produk Kecantikan yang Perlu Anda Ketahui

Leave a Reply