image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - Klinik Eva mulia - Tips Kecantikan - Penyebab Hiperpigmentasi Kulit - Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit - Hiperpigmentasi adalah dimana keadaan munculnya bercak gelap pada kulit, penyebabnya dapat bermacam-macam. Akan tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Hiperpigmentasi Kulit

Eva MuliaKlinik Eva mulia – Tips Kecantikan – Penyebab Hiperpigmentasi Kulit – Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit – Hiperpigmentasi adalah dimana keadaan munculnya bercak gelap pada kulit, penyebabnya dapat bermacam-macam. Akan tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Hiperpigmentasi kulit terjadi ketika tubuh memproduksi zat melanin dalam jumlah berlebihan. Melanin sendiri adalah zat pigmen yang berperan dalam memberi warna kulit tubuh. Bercak gelap pada kulit ini umumnya dapat timbul di bagian tubuh tertentu, namun dapat juga di semua tubuh.

Hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh sekian banyak faktor, seperti peradangan pada kulit, paparan sinar matahari terlalu sering dan lama, penuaan kulit, pemakaian obat-obat tertentu, seperti pil KB, kehamilan, hemokromatosis (kadar zat besi berlebih), dan penyakit Addison.

4 Jenis Penyakit Hiperpigmentasi

Eva Mulia - Klinik Eva mulia - Tips Kecantikan - Penyebab Hiperpigmentasi Kulit - Cara Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit - Hiperpigmentasi adalah dimana keadaan munculnya bercak gelap pada kulit, penyebabnya dapat bermacam-macam. Akan tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Hiperpigmentasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Masing-masing mempunyai penyebab yang berbeda-beda, seperti paparan sinar matahari berlebihan, usia, atau akibat dari penyakit kulit tertentu.

Post-inflammatory hyperpigmentation

Kondisi yang memiliki nama lain hiperpigmentasi pascainflamasi ini ditandai dengan bercak kecoklatan pada kulit di area tubuh tertentu yang merasakan cedera atau peradangan sebelumnya. Ukuran bercak besar tetapi bentuknya tidak beraturan.

Bercak hitam ini karena cedera (misalnya luka bakar), reaksi alergi, efek samping obat-obatan, serta peradangan pada kulit, seperti jerawat atau eksim. Hiperpigmentasi pascainflamasi dapat terjadi pada orang yang melakukan perawawatan kult tertentu, seperti laser dan mikrodermabrasi.

Melasma

Melasma ditandai dengan bercak-bercak hitam di dagu, dahi, hidung, pelipis, leher, atas bibir, atau pipi pada di antara atau kedua sisi wajah. Di wajah, bercak hitam yang tidak gatal atau juga sakit ini dapat juga muncul di bagian tubuh lain, seperti lengan. Melasma dapat muncul di are tubuh yang sering terkena sinar matahari dan lebih umum terjadi pada wanita.

Mereka yang berkulit gelap umumnya lebih berisiko merasakan melasma. Melasma pada wanita sering terjadi di masa kehamilan atau karena mengkonsumsi pil KB. Melasma yang muncul di masa kehamilan dinamakan dengan kloasma.

Hiperpigementasi efek samping obat dan bahan kimia

Ini adalah tipe hiperpigmentasi yang terjadi dampak efek samping pemakaian obat-obatan atau bahan kimia tertentu. Obat tersebut dapat berupa obat antimalaria, obat jantung (amiodarone), maupun kemoterapi, seperti bleomycin dan busulfan. Sedangkan bahan kimia yang merangsang hiperpigmentasi adalah perak, emas dan merkuri.

Bercak yang timbul berwarna kecoklatan, keabu-abuan, kebiru-biruan, atau abu kebiruan. Umumnya bercak menyebar, sedangkan bentuk dan pola bercak tergantung pada obat yang dikonsumsi. Bercak-bercak ini umumnya timbul di wajah (terutama bibir), tangan, kaki, atau sekitar kelamin.

Letigo

Lentigo ditandai dengan timbulnya bintik bulat hitam atau kecokelatan pada kulit, seperti di wajah, lengan, atau punggung tangan. Bintik yang hadir berukuran 0,2-2 cm dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Berdasarkan penyebabnya, lentigo dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Solar lentigo, diakibatkan oleh paparan sinar matahari.
  • Nonsolar lentigo, diakibatkan oleh penyakit kelainan bawaan seperti sindrom Peutz-Jeghers.

Lentigo pun biasa dialami oleh orang-orang berusia paruh baya atau lanjut usia. Seiring pertambahan usia, bercak lentigo bisa terus bertambah.

Leave a Reply