Bagaimana Cara Memilih Sabun Wajah Pria untuk Kulit Berjerawat?

Eva Mulia Clinic – Cara Memilih Sabun Wajah Pria – Menggunakan sabun wajah pria untuk jerawat merupakan salah satu perawatan kulit yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, pemilihan sabun wajah untuk kulit tidak boleh sembarangan agar kulit terbebas dari kotoran, sebum dan bakteri penyebab jerawat yang dapat menyumbat pori-pori.

sabun wajah pria untuk kulit berjerawat yang tepat juga dapat membersihkan sel kulit mati di permukaan kulit. Jadi, menggunakan obat jerawat sebagai skincare routine bisa bekerja dengan baik.

Alih-alih menyembuhkan, masalah kulit yang Anda alami saat ini bisa bertambah parah dengan kulit Anda menjadi alami, jika Anda salah memilih produk dan menggunakan sabun cuci muka yang berjerawat.

Tips Memilih Sabun Wajah Pria Jerawat yang Tepat

Sabun kulit wajah dirancang untuk mengurangi munculnya jerawat dengan menghilangkan minyak alami atau sebum dan bakteri penyebab jerawat.

Meskipun ada banyak sabun wajah jerawat yang dapat dibeli dengan mudah di pasaran, memilih produk yang tepat penting untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki warna kulit secara keseluruhan.

Berikut adalah berbagai tips untuk memilih sabun pembersih wajah jerawat yang tepat.

Gunakan Sabun Wajah Jerawat yang Ampuh Mengangkat Kotoran

Kotoran, sel kulit mati dan sebum serta bakteri Propionibacterium acnes yang tumbuh di kulit dapat berisiko menyebabkan munculnya jerawat.

Oleh karena itu, pemilik kulit berjerawat disarankan untuk memilih pembersih jerawat antibakteri yang efektif untuk menghilangkan bakteri, kotoran, dan minyak dari wajah, yang seringkali menyebabkan pori-pori tersumbat.

Hal ini tidak hanya mengurangi risiko timbulnya jerawat, tetapi wajah yang bersih juga dapat membantu kulit menyerap produk perawatan jerawat, seperti toner, serum, atau obat jerawat.

Pilih yang kandungan sabunnya lembut di wajah

Tak kalah pentingnya adalah tips memilih pembersih wajah berjerawat yang mengandung bahan-bahan lembut.Hindari menggunakan pembersih jerawat yang keras dan berisiko menghilangkan produksi minyak alami kulit.

Menggunakan pembersih wajah untuk kulit berjerawat yang cenderung kasar, serta menggosok wajah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kemerahan dan iritasi kulit sehingga memperburuk kondisi jerawat.

Hindari juga pembersih wajah untuk kulit berjerawat yang mengandung alkohol, karena dapat mengeringkan kulit.

Selain itu, alkohol dapat merusak lapisan kulit jika digunakan dalam waktu lama.

Perhatikan kandungan bahan aktifnya

Sejumlah pembersih wajah berjerawat biasanya mengandung bahan yang bisa melawan jerawat dan memperbaiki kondisi kulit.

Bahan aktif yang biasa ditemukan dalam produk sabun wajah jerawat antara lain:

Salicylic acid

Asam salisilat adalah salah satu bahan aktif utama yang biasa ditemukan dalam sabun pembersih wajah untuk jerawat.

Asam salisilat, suatu bentuk asam beta hidroksi / BHA, bekerja dengan melepaskan sel-sel kulit mati yang menyebabkan pori-pori tersumbat.

Inilah mengapa asam salisilat cocok untuk Anda yang memiliki jenis jerawat blackhead dan whitehead.

Salicylic acid untuk jerawat juga dapat mengobati jerawat hormonal, yaitu jenis jerawat yang muncul karena hormon yang menyebabkan peningkatan produksi sebum.

Sebuah penelitian yang dilakukan dalam Journal of Cosmetic Dermatology membuktikan bahwa asam salisilat dapat mengurangi produksi sebum di kulit.

Benzoyl peroxide

Benzoil peroksida adalah bahan aktif utama berikutnya yang ditemukan dalam produk pembersih wajah jerawat.

Benzoil peroksida untuk jerawat dapat mengelupas kulit sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat. Dengan ini, munculnya jerawat di kemudian hari bisa dihindari.

Kandungan utama benzoil peroksida cenderung efektif dalam pengobatan jerawat inflamasi, termasuk jerawat pustula dan jerawat kistik.

Benzoil peroksida juga dikenal karena kemampuannya menghaluskan kulit dengan mengurangi ukuran jerawat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology membuktikan bahwa menggunakan 10% benzoil peroksida dalam pencuci muka dapat memperbaiki munculnya jerawat ringan hingga sedang.

Natrium Sulfacetamide

Fungsi sodium sulfacetamide dapat menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat pada kulit.

Sulfur

Beberapa pembersih wajah berjerawat juga mengandung belerang. Sulfur mampu mengurangi minyak alami berlebih pada kulit sekaligus pengelupasan sel kulit untuk mencegah penyumbatan pori-pori.

Alpha Hydroxy Acids (AHA)

Zat lain yang juga ditemukan dalam sabun pembersih jerawat adalah asam alfa hidroksi/AHA, seperti asam glikolat.

AHA adalah exfoliant yang dapat menghilangkan minyak dan membersihkan pori-pori dari kotoran dan sel kulit mati.

Fungsi AHA juga dapat mengobati tanda-tanda jerawat, seperti munculnya peradangan.

Pertimbangkan kandungan pelembab yang dikandungnya

Selain memperhatikan kandungan bahan utamanya, pastikan untuk memperhatikan kandungan pelembab yang terdapat pada produk sabun wajah berjerawat yang mengandung emolien.

Misalnya, petroleum jelly, lanolin, ceramides atau jenis humektan (gliserin) lainnya untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik dan tidak kehilangan kelembapan setelah mencuci muka.

Hindari bahan-bahan tertentu

Perlu diingat bahwa kebanyakan sabun wajah berjerawat mengandung zat yang tidak sesuai dengan jenis kulit Anda.

Misalnya kandungan minyak, seperti minyak kelapa, minyak mineral, dan petrolatum, dapat meningkatkan risiko penyumbatan pori-pori pada jenis kulit berminyak dan kombinasi.

Orang dengan kulit sensitif harus menghindari iritan, seperti paraben, parfum, dan alkohol, karena dapat membuat kulit lebih kering.

Apakah Sabun Pembersih Wajah Ampuh dalam Mengatasi Jerawat Sepenuhnya?

Menggunakan sabun pembersih jerawat dengan bahan yang tepat dapat membantu menghilangkan gumpalan minyak, kotoran, sel kulit mati, dan bakteri penyebab jerawat.

Namun, mencuci muka jerawat saja tidak cukup untuk sepenuhnya mengobati jerawat.

Artinya, Anda harus menemaninya dengan rangkaian perawatan kulit berjerawat lainnya, seperti menggunakan toner, pelembab dan tabir surya atau sunblock. .

Setelah mencuci muka, Anda bisa menggunakan toner kulit berjerawat yang dapat mengembalikan pH alami kulit agar tetap seimbang.

Menggunakan skin toner juga membantu menghilangkan kelebihan, kotoran dan sisa makeup yang masih menempel dan tidak terangkat sempurna saat wajah menghadap ke depan.

Ingatlah untuk secara teratur mengoleskan pelembab berlabel non-comedogenic atau tidak rentan menyumbat pori-pori setiap hari.

Fungsi pelembab adalah untuk menghidrasi kulit kering, terutama akibat penggunaan salep jerawat yang memicu kulit kering, seperti benzoil peroksida.

Untuk hasil terbaik, gunakan obat jerawat setiap malam pada area kulit yang berjerawat.

Setelah dioleskan, krim jerawat bisa dibiarkan semalaman. Kemudian Anda bisa mencucinya saat bangun tidur.

Perlu diingat bahwa obat topikal ini hanya dapat digunakan saat Anda mengira jerawat akan muncul atau saat jerawat sudah muncul. Jika kulit Anda tidak menunggu, produk ini tidak boleh digunakan.