image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

susu protein menyebabkan jerawat

Benarkah Mengkonsumsi Susu Protein Menyebabkan Jerawat?

Menurut studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology, bahwa orang-orang yang mengkonsumsi susu lebih dari 3 gelas perhari mengalami masalah jerawat lebih banyak dibanding yang hanya meminum 1 gelas susu per hari. Lantas, apakah benar susu protein menyebabkan jerawat yang lebih parah?

Kandungan whey protein di dalam susu protein menyebabkan jerawat

susu protein menyebabkan jerawat

Jerawat merupakan kondisi dimana adanya peradangan karena sebum atau kelenjar minyak di kulit wajah terjebak di dalam pori-pori dan menyumbat pori-pori wajah.

Hal inilah yang membuat bakteri tumbuh di dalam folikel sebasea, folikel rambut yang berhubungan langsung dengan kelenjar sebasea, folikel rambut yang berhubungan langsung dengan kelenjar sebasea, dan menjadi tempat penampungan sebum/minyak. Nah, folikel sebasea yang meradang akan menjadi penyebab timbulnya jerawat.

Tidak hanya bakteri yang disebabkan oleh tersumbatnya sebum di kulit wajah sehingga menimbulkan peradangan dan jerawat. Namun, susu protein juga dapat menyebabkan peradangan dan membuat kulit wajah Anda menjadi semakin buruk.

Hal ini karena adanya kandungan whey protein di dalam susu protein dipercaya bisa memicu munculnya jerawat. Mengapa? Karena hormon yang membantu mendorong perkembangan otot, membantu memproduksi sebum dan membantu pertumbuhan sel kulit secara bersamaan. Sehingga susu protein menyebabkan jerawat.

Bagaimana whey protein dapat menyebabkan jerawat

Kandungan yang ada dalam susu protein yaitu whey protein bisa menyebabkan jerawat. Hal ini berhubungan dengan hormon yang dikenal dengan insulin like growth factor 1 atau IGF-1. IGF-1 adalah hormon pertumbuhan yang dapat mempercepat pertumbuhan otot, namun, hormon ini juga menyebabkan munculnya jerawat.

Ada keterkaitan antara hormon IGF-1 dengan produksi sebum. Tingkat IGF-1 yang lebih tinggi bisa menyebabkan produksi sebum yang lebih banyak lagi. Sehingga semakin tinggi tingkat IGF-1, semakin banyak produksi sebum yang dihasilkan. Meminum susu protein dapat meningkatkan hormon IGF-1.

Hormon IGF-1 berguna untuk mengurangi faktor turunan FOXO1 di sel-sel kulit. Kulit yang cenderung berjerawat sudah kekurangan FOXO1, yang berkaitan erat dengan faktor penyebab jerawat seperti sensitivitas hormon androgen, produksi sebum, pertumbuhan sel kulit berlebih, dan terlalu banyak keratin. Kebiasaan meminum susu protein yang mengurangi FOXO1 ini dapat memperburuk kondisi kulit.

Tips aman minum susu protein tanpa menyebabkan jerawat

Mengonsumsi susu protein adalah salah satu cara untuk mengatur berat badan. Whey protein yang ada di dalam susu protein merupakan nutrisi yang baik untuk membantu mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian dari Universitas Illinois menunjukkan bahwa kandungan asam amino esensial leusin pada whey protein dapat menjaga otot dan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Meskipun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa susu protein menyebabkan jerawat, namun tidak dapat dipastikan apakah mereka yang tidak memiliki masalah jerawat, akan jadi jerawatan atau tidak setelah minum susu protein, karena penyebab utamanya adalah dari hormon masing-masing orang, yang tentu memiliki reaksi hormon berbeda-beda pada.

Tetapi untuk mencegah munculnya jerawat karena mengonsumsi susu protein, ikuti tips berikut ini.

  • Konsultasikan ke dokter kulit apakah jerawat yang muncul merupakan akibat dari susu protein atau bukan.
  • Bila minum susu protein, minumlah secukupnya. Jangan terlalu sering karena ada yang dapat menyebabkan peradangan.
  • Jika Anda merasa setelah minum susu protein kulit wajah Anda cenderung jadi berjerawat, Anda bisa hentikan atau kurangi porsi minum susu protein Anda, menjadi 1 kali sehari atau 2 hari sekali.

Baca juga: Bolehkah Berenang Saat Kulit Berjerawat? Apakah Ada Dampak Negatifnya?

Leave a Reply