Jenis Alkohol Denat

Jenis Alkohol Denat yang Baik dan Buruk Pada Produk Skincare

Evamulia – Perawatan Kulit – Jenis Alkohol Denat – Pastinya kamu pernah mendengar jika kandungan alkohol pada skincare tidak baik bagi kulit. Pasalnya kandungan tersebut dapat membuat kulit menjadi kering, iritasi, bahkan kasar, apalagi jika digunakan setiap hari.

Tetapi tidak semua alkohol buruk, terdapat beberapa jenis alkohol yang justru baik bagi kesehatan kulit. Kandungan alkohol denat sangat berguna untuk meningkatkan produk skincare serta menjaga kelembaban kulit.

“Meskipun alkohol sebenarnya tidak perlu benar-benar dihindari, tetapi akan sangat penting bagi kita untuk mengetahui mengapa alkohol didalam formula tersebut, serta apa saja manfaat yang diberikan dengan tingkat konsentrasinya yang tinggi” ujar Dr. Estee William, asisten profesor dermatologi di Mount Medical School.

Agar tidak salah lagi, maka simak berikut ini perbedaan alkohol baik dan alkohol buruk pada skincare.

Jenis Alkohol Denat yang Baik dan Buruk Pada Produk Skincare

Jenis Alkohol Denat

Alkohol denat yang baik ini dikenal juga dengan fatty alcohol alias alkohol berlemak. Jenis alkohol baik ini tidak mengiritasi serta sangat bermanfaat bagi kulit, termasuk kulit kering dan sensitif. Berikut ini jenis alkohol denat yang baik untuk kulit.

  • Cetearyl alcohol
  • Glycol
  • Cetyl alcohol
  • C12-16
  • Stearyl alcohol
  • Myristyl alcohol
  • Lauryl alcohol

Jenis-jenis alkohol diatas diambil dari lemak alami serta minyak, biasanya dari kelapa. Beberapa jenis diatas bisa melembabkan kulit kering, memperbaiki tekstur kulit, serta membantu bahan-bahan skincare lain meresap lebih baik ke kulit.

Disamping alkohol yang baik untuk skincare terdapat juga alkohol yang buruk. Alkohol yang buruk terdapat pada produk skincare yang dapat memberikan sensasi kering di wajah, menghilangkan minyak serta terasa ringan. Oleh karena itu, banyak yang menyukai jenis alkohol ini terutama yang memiliki kulit berminyak.

Tetapi manfaatnya tersebut hanya sementara, lalu malah memberikan dampak negatif yang dapat berlangsung lama. Berikut beberapa jenis alkohol yang buruk diantaranya:

  • SD alcohol (40)
  • Denatured alcohol
  • Isopropyl alcohol
  • Ethanol
  • Methanol
  • Benzyl alcohol

Jika kamu menemukan beberapa bahan tersebut pada produk skincare, lebih baik tidak usah dibeli. Pasalnya jenis alkohol ini banyak digunakan pada toner dan pelembab gel.

Beberapa jenis alkohol diatas dapat menghilangkan minyak alami kulit serta berbahaya bagi lapisan pelindung kulit. “Alkohol-alkohol tersebut dapat membuat pori-pori semakin membesar serta meningkatkan produksi minyak” ujar Dr. Maryam Zamani, MD, dokter ahli kecantikan sekaligus pendiri MZ Skin. “Ethanol pada toner dapat membuat kulit sensitif menjadi kering. Semakin tinggi kandungan alkoholnya, maka akan semakin kuat dampaknya pada kulit.

Namun terkadang jenis alkohol tersebut baik untuk beberapa kondisi, misalnya dalam mengatasi jerawat yang  membande.

“Tidak akan masalah apabila menggunakannya untuk perawatan jerawat, karena tujuannya untuk membuat infeksi jerawat tersebut menjadi kering. Alkhojol juga digunakan untuk mengurangi minyak berlebih pada kulit sebelum ahli perawatan kulit mengaplikasikan chemical peel. Hal tersebut sangat berguna untuk memastikan peel masuk kedalam lapisan kulit secara mendalam” ujar Renée Rouleau ahli kecantikan selebriti.

Alkohol Denat yang Baik untuk Jerawat

Menggosok alkohol hanyalah salah satu dari banyak pengobatan rumahan yang banyak dibahas di internet untuk mengatasi jerawat. Nah, sebelum kamu meraih alkohol gosok dari lemari obat, akan lebih baik untuk memahami terlebih dahulu ilmu dibalik ramuan ini.

Isopropyl merupakan istilah teknis untuk alkohl denat. Ini relatif murah serta tersedia di toko obat tanpa resep, biasanya terletak di lorong pertolongan pertama. Sebagian besar alkohol gosok yang dijual bebas mengandung 70% isopropil, sisanya terdiri dari air atau minyak.

Alkohol gosok dikatakan dapat melawan bakteri serta mikroba berbahaya lainnya. Efeknya tersebut dapat membuat alkohol denat gosok dan beberapa alkohol penting untuk membersihkan luka dan mendisinfeksi permukaan. Selain itu, alkohol juga merupakan bahan utama dalam banyak produk pembersih tangan. Tetapi potensinya hanyalah salah satu dari kunci untuk memahami alkohl denat gosok.

Ketika alkohol denat bersentuhan dengan kulit kita, maka ia mendisinfeksi dengan menghancurkan bakteri. Ini mencakup semua jenis, tidak hanya yang berbahanya. Alkohol juga akan menguap dengan cepat, yang menjadikan zat ini sangat ideal untuk persiapan injeksi dan penggunaan medis lainnya.

Secara teori, efek antibakteri dan antimikroba dari alkohol gosok dapat membantu untuk pengobatan jerawat. Hal ini terutama terjadi pada jerawat inflamasi yang sering kali disebabkan oleh bakteri P. Acnes. Jerawat inflamasi terdiri dari nodul, papula, serta pustula dan kista yang sulit untuk disembuhkan.

Kemungkinan alkohol denat gosok tidak akan bekerja dengan cara yang sama untuk jerawat yang tidak meradang. Pasalnya, jenis jerawat ini tidak disebabkan oleh bakteri dan organisme lain. Komedo dan komedo putih disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Tetapi efek dari pengeringan alkohol dapat mengeringkan sel kulit mati yang secara teori dapat mengurangi timbulnya pori-pori tersumbat.

Sisi negatif lain dari penggunaan bahan disinfektan yang kuat seperti alkohol gosok untuk jerawat adalah hanya terdapat sedikit bukti ilmiah yang mendukung metode tersebut. Penelitian pada manusia diperlukan untuk menilai dengan benar efek alkohol gosok untuk menentukan apakah in merupakan bentuk perawatan jerawat yang bermanfaat.

Menurut jurnal yang diterbitkan dalam International Jurnal of Women’s Dermatology, mengenai perawatan untuk wanita dewasa dengan acne vulgari mencatat berbagai bahan aktif OTC dan resep yang bermanfaat untuk jerawat seperti Benzoyl Peroxide. Ulasan tersebut juga melihat minyak esensial seperti jojoba dan kayu putih. Tetapi tidak disebutkan alkohol gosok saja sebagai pengobatan jerawat yang cukup efektif.

Jadi sebelum mengguakan alkohol gosok pada wajah pastikan kamu telah memilih alkohol denat isopropil yang tidak lebih dari 70% etanol. Meskipun tersedia di toko obat dalam formula alkohol 90%, tetapi ini terlalu kuat untuk kulit kita serta sama sekali tidak perlu.

Idealnya kamu harus memulai dengan persentasi yang lebih rendah untuk melihat apakah berhasil tanpa membuat kulit terlalu kering.

Perlukah Menghindari Semua Jenis Alkohol

Mungkin kamu masih ragu dengan kandungan alkohol denat pada skincare serta memutuskan untuk menghindari semua jenis alkohol. Tetapi, apakah tindakan tersebut diperlukan? Tentunya Tidak.

“Jika kamu menghindari semua jenis alkohol, kamu akan kehilangan berbagai manfaat dari alkohol-alkohol yang baik untuk kulit” Ujar Goesoel Ansin, MD, FACS.

Berarti, mulai sekarang kamu tidak perlu taku dengan semua jenis alkohol pada produk skincare. Yang harus kamu lakukan adalah rajin membaca komposisi pada setiap produk. Hindari yang mengandung alkohol yang berbahaya serta gunakan produk dengan alkohol baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *