Apakah Paraben Aman untuk Kulit Berjerawat?

Evamuliaclinic – Apakah Paraben Aman – Seiring berjalannya waktu, kosmetik telah menjadi kebutuhan primer bagi wanita. Seringkali mereka tampak tidak percaya diri jika tidak menggunakannya. Kosmetik adalah bahan yang terbuat dari bahan kimia yang digunakan untuk merawat, melindungi, memperindah atau memperindah bagian luar tubuh seperti wajah, rambut, gigi dan bagian tubuh lainnya. Ada berbagai jenis kosmetik. Ada yang menggunakan bahan alami, ada juga yang menggunakan bahan kimia. Kosmetik yang menggunakan bahan alami tentunya aman untuk kesehatan tubuh. Namun kosmetik yang banyak mengandung bahan kimia akan berbahaya bagi kesehatan penggunanya.

Penggunaan paraben

Salah satu kandungan kimia dalam kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan adalah kandungan paraben. Paraben adalah senyawa kimia yang umumnya digunakan sebagai pengawet. Sering digunakan dalam kosmetik, makanan atau obat-obatan. Ada beberapa jenis paraben yang digunakan dalam berbagai produk dalam upaya mengawetkan produk tersebut, antara lain:

Ethyl and Methyl Paraben – Ethyl paraben adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur pada kosmetik, makanan atau obat-obatan. Metil memiliki fungsi yang sama dengan etil, yang membedakan adalah kadar bahan kimia berbahaya yang dikandungnya. Etil memiliki potensi risiko yang lebih tinggi untuk berbagai penyakit seperti kanker, alergi dan penyakit lainnya.

Propyl Paraben – Propyl paraben lebih sering digunakan pada produk cair karena zatnya mudah larut. Zat ini lebih mempengaruhi sistem reproduksi pria.

Butil Paraben – Zat ini digunakan untuk mencegah munculnya jamur dan bakteri yang sering terjadi pada makanan, kosmetik dan produk lainnya. Jika digunakan dalam dosis rendah 0,05 persen zat ini tidak beracun. Tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit jika dalam larutan yang lebih pekat.

Tidak dapat disangkal bahwa orang saat ini lebih memilih hal-hal yang nyaman, cepat dan murah. Padahal sesuatu yang praktis belum tentu baik untuk kesehatan tubuh kita. Seperti halnya kosmetik praktis lainnya, pekerjaan tercepat berbahaya bagi kesehatan. Kosmetik yang mengandung paraben sangat berbahaya bagi kesehatan kita.

Paraben termasuk pengawet yang memiliki sifat seperti hormon estrogen. Paraben berbahaya jika digunakan secara berlebihan pada produk apapun, baik itu makanan, kosmetik atau produk lainnya. Berikut bahaya paraben dalam kosmetik:

1. Tingkat estrogen yang tinggi

Estrogen merupakan hormon penting dalam tubuh manusia, terutama pada tubuh wanita. Dalam tubuh laki-laki hanya ada sedikit estrogen. Estrogen dalam tubuh wanita berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi dan pematangan organ reproduksi wanita. Paraben meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita. Estrogen akan meningkat saat zat paraben meresap ke dalam kulit. Tubuh wanita akan merasakan paraben tersebut seperti halnya estrogen. Namun, yang sebenarnya diserap tubuh adalah paraben. Kadar estrogen yang tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti kembung, kista ovarium, dan perubahan suasana hati (depresi).

2. Kanker Payudara

Kanker payudara masih merupakan penyakit yang relatif sulit untuk disembuhkan. Meski ada obatnya, penderita penyakit ini umumnya memiliki harapan hidup yang rendah. Paraben adalah salah satu penyebab kanker payudara. Masuknya zat paraben ke dalam tubuh akan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh kita. Peningkatan kadar estrogen dalam waktu lama karena penggunaan kosmetik yang mengandung paraben, risiko kanker payudara meningkat.

3. Berat Badan

Di dalam tubuh kita terdapat kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di bagian bawah leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Kelenjar tiroid memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh. Penggunaan paraben dalam jangka panjang dalam kosmetik akan menyebabkan kerusakan pada kelenjar tiroid.

Jika Anda memiliki masalah dengan kelenjar tiroid Anda, Anda akan menambah berat badan. Mungkin bagi orang kurus tidak ada masalah, tapi jika untuk orang yang sudah gemuk akan menyebabkan kegemukan. Obesitas tidak baik untuk kesehatan tubuh. Tingginya kadar estrogen akibat tingginya kadar paraben juga bisa memicu kenaikan berat badan.

4. Pengaruh negatif terhadap kesehatan reproduksi

Kesehatan reproduksi wanita sangat penting karena merupakan salah satu modal untuk memiliki keturunan. Paraben dalam kosmetik memiliki efek negatif pada kesehatan reproduksi wanita. Efek negatif yang terjadi menurunkan kemampuan berproduksi dan menyebabkan kemandulan.

5. penuaan dini

Produk kosmetik yang banyak mengandung paraben terutama terdapat pada produk kecantikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kulit, seperti pelembab dan lotion. Tapi faktanya justru merusak kulit. Penelitian yang dilakukan di Jepang membuktikan bahwa paraben dalam kosmetik mempercepat proses penuaan kulit.

Paraben dalam kosmetik meningkatkan sensitivitas kulit saat terkena sinar matahari. Jadi alih-alih melindungi kulit dari sinar matahari tetapi sebaliknya justru menyebabkan kerusakan kulit. Anda tidak ingin menjadi muda, tetapi Anda terlihat seperti tua karena penuaan dini.

Memantau kandungan paraben dalam kosmetik

Itulah bahaya paraben dalam kosmetik. Melihat begitu banyak efek samping, negara-negara seperti Amerika dan Eropa telah mengurangi penggunaan paraben dalam kosmetik. Negara yang saat ini aktif mempromosikan kosmetik bebas paraben adalah Jepang dan Korea.

Bagaimana dengan negara kita? Indonesia jika kosmetiknya bebas paraben. Di negara kita, ada lembaga yang membawahi makanan, kosmetik dan obat-obatan, yaitu BPOM. Tugasnya meliputi pengawasan dan standarisasi pengendalian mutu berbagai produk pangan, kosmetika dan obat-obatan yang beredar. Permasalahan yang muncul adalah apakah BPOM sudah berjalan sebagaimana mestinya? Sebagai konsumen, kita harus pintar-pintar dalam membeli suatu produk. Sekarang melihat bahaya paraben, berhati-hatilah saat membeli kosmetik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *