Manfaat Sirih Cina untuk Wajah: Apa Kata Penelitian?

Sirih cina atau Peperomia pellucida cukup sering dibicarakan sebagai tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk perawatan kulit. Daunnya mudah ditemukan dan secara tradisional memang digunakan sebagai tanaman herbal. Tapi kalau pembahasannya sudah masuk ke skincare, ada satu hal yang perlu dibedakan: punya kandungan bioaktif bukan berarti sudah terbukti memberikan manfaat tertentu ketika langsung dioleskan ke wajah.

Penelitian terhadap Peperomia pellucida menemukan adanya senyawa seperti fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid. Sejumlah penelitian juga menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari ekstraknya. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyebut sirih cina sebagai obat jerawat, pemutih wajah, atau bahan yang pasti cocok untuk semua jenis kulit.

Jadi, apa sebenarnya manfaat sirih cina untuk wajah yang masuk akal berdasarkan penelitian?

Apa Itu Sirih Cina?

Sirih cina dikenal dengan nama ilmiah Peperomia pellucida (L.) Kunth dan termasuk keluarga Piperaceae. Tanaman ini berbeda dengan daun sirih (Piper betle), meskipun nama lokalnya sama-sama menggunakan kata “sirih”.

Dalam penelitian, bagian tanaman sirih cina diekstraksi menggunakan metode dan pelarut yang berbeda. Perbedaan metode ini penting karena kandungan senyawa aktif dan aktivitas biologis ekstrak dapat berubah tergantung cara pengolahannya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa ekstrak P. pellucida mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Penelitian tersebut juga menemukan aktivitas antioksidan pada ekstraknya.

Artinya, sirih cina memang menarik untuk diteliti sebagai sumber bahan aktif. Tetapi itu belum sama dengan bukti bahwa mengoleskan daun sirih cina mentah ke wajah akan memberikan hasil yang sama.

Manfaat Sirih Cina untuk Wajah yang Punya Dasar Penelitian

1. Memiliki Aktivitas Antioksidan

Salah satu alasan sirih cina menarik perhatian dalam penelitian kulit adalah kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan.

Antioksidan bekerja dengan membantu menetralisasi radikal bebas. Dalam konteks kulit, stres oksidatif merupakan salah satu mekanisme yang dapat berhubungan dengan proses inflamasi dan kerusakan sel.

Penelitian pada P. pellucida menunjukkan aktivitas antioksidan melalui beberapa metode pengujian laboratorium. Penelitian lain juga menemukan kandungan fenolik dan flavonoid dalam ekstraknya.

Namun, jangan langsung menerjemahkannya menjadi “sirih cina bisa menghilangkan kerutan” atau “sirih cina membuat wajah awet muda”. Penelitian mengenai aktivitas antioksidan ekstrak belum membuktikan efek kosmetik tersebut pada manusia.

2. Memiliki Potensi Antiinflamasi

Sirih cina juga diteliti karena aktivitas antiinflamasinya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology menguji ekstrak air bagian atas tanaman P. pellucida pada model hewan dan menemukan aktivitas antiinflamasi. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa aktivitas antiinflamasi tanaman ini dapat dipengaruhi oleh jenis ekstrak dan cara pengolahannya.

Tinjauan penelitian yang diterbitkan oleh Journal Pharmaceutical Science and Application pada 2022 juga merangkum sejumlah penelitian mengenai aktivitas antiinflamasi P. pellucida. Hasil penelitian yang tersedia menunjukkan potensi tersebut, tetapi peneliti juga menekankan bahwa aktivitasnya dipengaruhi dosis, konsentrasi, proses pengolahan, dan waktu panen.

Ini membuat sirih cina menarik sebagai kandidat bahan aktif, tetapi belum cukup untuk mengatakan bahwa daun sirih cina dapat mengobati jerawat atau peradangan kulit pada manusia.

3. Berpotensi Mendukung Penelitian Perawatan Kulit

Penelitian yang lebih baru bahkan mulai melihat penggunaan P. pellucida dalam formulasi tertentu.

Salah satu studi 2024 mengembangkan nanoemulsi P. pellucida dan mengujinya pada model luka bakar pada tikus. Formulasi tersebut menunjukkan peningkatan penutupan luka serta perubahan pada sejumlah parameter inflamasi dan antioksidan.

Hasil seperti ini menarik karena menunjukkan bahwa tanaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan formulasi. Tapi sekali lagi, penelitian pada tikus tidak bisa langsung disamakan dengan penggunaan sirih cina sebagai masker wajah manusia.

Apakah Sirih Cina Bisa Menghilangkan Jerawat?

Belum ada cukup bukti klinis pada manusia untuk mengatakan bahwa sirih cina dapat menghilangkan jerawat.

Memang ada penelitian yang menunjukkan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan dari ekstrak Peperomia pellucida. Dua aktivitas tersebut secara biologis relevan dengan kesehatan kulit. Namun, jerawat merupakan kondisi multifaktor yang melibatkan produksi sebum, penyumbatan folikel, perubahan mikrobioma kulit, dan proses inflamasi.

Karena itu, menyamakan hasil uji antiinflamasi tanaman dengan “sirih cina menyembuhkan jerawat” terlalu jauh.

Kalau kamu sedang mengalami jerawat aktif, jangan mengganti perawatan yang sudah terbukti dengan daun tanaman hanya karena sebuah bahan disebut alami.

Bolehkah Daun Sirih Cina Langsung Dioleskan ke Wajah?

Sebaiknya jangan menganggap daun sirih cina mentah sebagai masker wajah yang otomatis aman.

Masalahnya bukan sekadar apakah tanaman tersebut mempunyai kandungan yang bermanfaat. Kulit juga dapat bereaksi terhadap bahan tanaman. DermNet menjelaskan bahwa kontak langsung dengan tanaman atau komponen tanaman dapat menyebabkan plant dermatitis, baik melalui iritasi maupun reaksi alergi.

American Academy of Dermatology juga mengingatkan bahwa bahan skincare berbasis tanaman atau botanical tetap dapat menyebabkan reaksi kulit. Untuk produk skincare, AAD merekomendasikan pengujian pada area kecil terlebih dahulu sebelum digunakan secara rutin.

Apalagi daun yang dipetik sendiri tidak memiliki standar konsentrasi, kemurnian, kebersihan, atau stabilitas seperti bahan yang sudah diformulasikan menjadi produk kosmetik.

Jadi, “alami” tidak otomatis berarti “aman untuk langsung dioleskan ke wajah.”

Kalau Ingin Memakai Kandungan Sirih Cina, Pilih Formulasi yang Jelas

Kalau suatu produk skincare mengandung ekstrak Peperomia pellucida, hal yang lebih penting bukan sekadar melihat nama tanamannya.

Perhatikan bagaimana bahan tersebut diformulasikan, daftar ingredients, cara pemakaian, dan apakah produk memang ditujukan untuk kulit wajah.

Kandungan tanaman dalam kosmetik juga tidak bisa disamakan begitu saja dengan daun segar. Ekstrak yang digunakan dalam formulasi dapat melalui proses ekstraksi, pemurnian, pengujian stabilitas, dan pencampuran dengan bahan lain.

Ini berbeda dengan membuat pasta dari daun yang ditumbuk lalu mengoleskannya langsung ke wajah.

Kalau kulitmu sensitif atau punya riwayat mudah mengalami iritasi, pendekatan seperti ini semakin penting. Reaksi terhadap produk skincare dapat berupa kemerahan, gatal, bengkak, atau rasa terbakar.

Sirih Cina untuk Wajah: Potensinya Ada, Bukti Klinisnya Masih Terbatas

Kalau dirangkum, manfaat sirih cina untuk wajah yang paling masuk akal saat ini adalah potensinya sebagai sumber senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Yang belum bisa dikatakan adalah bahwa sirih cina pasti membuat wajah lebih cerah, menghilangkan jerawat, menghapus flek, atau mencegah penuaan pada manusia. Bukti yang tersedia masih banyak berasal dari penelitian ekstrak, uji laboratorium, dan model hewan.

Jadi kalau kamu menemukan resep masker sirih cina di media sosial, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai skincare alami yang terbukti. Lebih masuk akal melihat sirih cina sebagai bahan yang masih menarik untuk diteliti, bukan sebagai pengganti perawatan dermatologis yang sudah memiliki bukti klinis.

Di Eva Mulia Clinic, pemilihan perawatan kulit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, bukan hanya berdasarkan bahan yang sedang populer. Kalau masalah utamanya jerawat, kusam, flek, atau iritasi, penyebab dan kondisi kulit perlu dilihat terlebih dahulu sebelum menentukan bahan atau treatment yang digunakan.

FAQ Seputar Manfaat Sirih Cina untuk Wajah

Apakah sirih cina bagus untuk wajah?

Sirih cina memiliki kandungan senyawa bioaktif dan menunjukkan aktivitas antioksidan serta antiinflamasi dalam beberapa penelitian. Namun, bukti klinis pada manusia untuk penggunaan langsung pada wajah masih terbatas.

Apakah sirih cina bisa menghilangkan jerawat?

Belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa sirih cina dapat menghilangkan jerawat. Aktivitas antiinflamasi dari ekstraknya memang telah diteliti, tetapi hasil penelitian tersebut belum dapat disamakan dengan efektivitas pengobatan jerawat pada manusia.

Apakah daun sirih cina boleh dijadikan masker?

Tidak disarankan langsung menganggap daun mentah aman dijadikan masker. Bahan tanaman dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang, sehingga penggunaan bahan mentah pada wajah memiliki risiko yang tidak sama dengan produk kosmetik yang sudah diformulasikan dan diuji.

Apakah sirih cina bisa mencerahkan wajah?

Belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa sirih cina dapat mencerahkan warna kulit manusia. Aktivitas antioksidan yang ditemukan pada penelitian ekstrak tidak otomatis berarti tanaman tersebut memiliki efek brightening ketika digunakan pada wajah.

Lebih baik sirih cina atau skincare dengan bahan aktif?

Keduanya tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan nama bahannya. Produk skincare dengan bahan aktif tertentu biasanya memiliki konsentrasi dan formulasi yang lebih terukur, sedangkan efektivitas sirih cina untuk kulit wajah masih membutuhkan lebih banyak penelitian klinis pada manusia.

Baca Juga

Referensi

  1. Ng, Z. X., Than, M. J. Y., & Yong, P. H. Peperomia pellucida (L.) Kunth herbal tea: Effect of fermentation and drying methods on the consumer acceptance, antioxidant and anti-inflammatory activities. Food Chemistry, 2021.
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33280962/
  2. Arrigoni-Blank, M. F., et al. Anti-inflammatory and analgesic activity of Peperomia pellucida (L.) HBK (Piperaceae). Journal of Ethnopharmacology, 2004.
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15120441/
  3. Fitriawati, A., & Indrayudha, P. Systematic Review: Efek Antioksidan dan Antiinflamasi dari Spesies Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida L.). 2023.
    https://www.ojs.udb.ac.id/sikenas/article/view/2865
  4. Kartika Yoga, I. G. A. A., Sinarsih, N. K., & Nayaka, N. M. D. M. Anti-inflammatory Activities of Peperomia pellucida [L.] Kunth.: A Review. Journal Pharmaceutical Science and Application, 2022.
    https://ojs.unud.ac.id/index.php/jpsa/article/view/87324
  5. Peperomia pellucida’s Ingredients, Antioxidant Properties, and Safe Usage as Food and Herbal Medicine. 2024.
    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11637809/
  6. Unveiling the functional food properties of Peperomia pellucida: Phytochemical profiling, antioxidative potential, and their nanoemulsion fraction in wound healing efficacy. Journal of Agriculture and Food Research, 2024.
    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666154324001935
  7. DermNet. Plant Dermatitis.
    https://dermnetnz.org/topics/plant-dermatitis
  8. American Academy of Dermatology. How to Test Skin Care Products.
    https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/prevent-skin-problems/test-skin-care-products

Baca Juga