Tren Kecantikan Berbahaya yang Harus Dihindari

Tren Kecantikan Berbahaya yang Harus Dihindari

Evamulia – Perawatan Wajah – Tren Kecantikan Berbahaya – Tentunya tidak semua informasi yang kamu dapatkan di internet bisa dipercaya. Termasuk mengenai tips dan tren kecantikan yang dapat dengan mudah kamu temukan di berbagai media sosial.

Pasalnya, terdapat beberap tren kecantikan yang viral di internet ternyata berbahaya bagi kesehatan kulit. Nah, sebelum terlambat pastikan kamu melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui efek samping dan bahayanya untuk kulit.

Tren Kecantikan Berbahaya yang Harus Dihindari

Tren Kecantikan Berbahaya yang Harus Dihindari

Mencerahkan Wajah dengan Lemon

Manfaat buah lemon dalam mencerahkan wajah memang tidak bisa disangkal lagi. Beda halnya jika lemon tersebut diaplikasikan langsung ke kulit. Kulit wajah kita memiliki besar pH alami 4 atau 5, sedangkan lemon memiliki pH alami 2. Keadaan ini dapat membuatmu kehilangkan skin barrier.

Selain itu, lemon bersifat asam yang dapat mengiritasi kulit, jika diaplikasikan langsung ke kulit mungkin kamu akan mengalami kekeringan, kemerahan hingga pengelupasan yang berlebihan. Efek ini bisa lebih buruk jika kamu memiliki kulit sensitif. Sebagai aturan praktis, beberapa orang dengan kulit sensitif harus menghindari aplikasi lempn topikal.

Cuka Sari Apel Sebagai Toner

Cuka sari apel disebut-sebut mampu membersihkan jerawat serta memudarkan bekas luka. Tetapi jika cuka apel tersebut diaplikasikan langsung ke wajah tanpa diencerkan, maka dapat merusak kulit karena tingkat asamnya yang tinggi.

Selain itu, cuka juga bisa menimbulkan rasa pedas jika dibiarkan di kulit serta berisiko menimbulkan luka bakar atau iritasi besar. Menggunakan cuka sari apel sebagai produk perawatan wajah dapat membuat mata sangat berisiko, jika terkena mata mungkin kamu bisa mengalami peradangan atau bahkan luka bakar kornea.

Contouring Pakai Sunscreen

Tren DIY yang satu ini adalah ketika kamu mengaplikasikan sunscreen ke tempat-tempat wajah yang hendak kamu highlight. Sehingga ketika kamu berada dibawah sinar matahari, kamu akan mendapatkan kontur yang alami.

Menurut Dr Simran Deo dari Online Doctor mengatakan jika Sinar UV dari matahari dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada kulit, terutama pada jenis kulit yang lebih cerah. Sunburn dan tanning merupakan salah satu indikasi terjasinya beberapa tingkat kerusakan sel.

“meskipun menggunakan SPF dapat membentuk contour, ketika garis-garis cokelat tersebut pudar, maka kamu akan mengalami kerusakan kulit yang lebih permanen” ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Scrub Menggunakan Kopi

Beberapa orang menggunakan kopi sungguhan sebagai wajah. Meskipun kulitmu mungkin tampak lebih halus pada awalnya, tetapi hal tersebut dapat menyebabkan microtears yang mampu membuat kulitmu kering, merah atau meninggalkan bercak bersisik.

Secara bertahap microtears dapat melemahkan skin barrier atau kulit penghalangmu. Sehingga kamu akan lebih rentan terhadap kekeringan, kemerahan, jerawat serta masalah-masalah kulit lainnya.

Menggunakan Wasabi untuk Obat Jerawat

Jeanette Graf seorang dokter kulit Rumah Sakit Mount Sinai di New York mengatakan wasabi berbahaya jika diaplikasikan langsung ke wajah. “Penerapan wasabi pada jerawat hanya akan menyebabkan iritasi, gatal serta terbakar” ujar Jeanette Graf.

Membuat Masker Peel of dari Lem

Mulai dari cuka apel untuk toner, hingga pasta gigi untuk obat jerawat. Tren kecantikan ini berbahaya jika diterapkan ke kulit. Namun menggunakan lem sebagai masker peel of bukanlah yang perlu di coba. Trend ini bisa berisiko menarik bulu-bulu halus pada wajah. Selain itu, jika dilakukan terus-menerus ini dapat menyebabkan hiperpigmentasi, menyebabkan peradangan, serta infeksi pada kulit.

Eksfoliasi Kulit dengan Baking Soda

Pengunaan baking soda sebagai eksfoliator dapat menganggu pH di kulit wajah. Jika kamu melakukan hal ini, maka kulitmu akan lebih rentan terhadap iritasi, kemerahan, berjerawat hingga infeksi.

“mencuci dengan soda kue dapat menyebabkan pelindung minyak dan kulit hilang, serta mengubah pH-nya dan menganggu bakteri alami pada permukaan kulit yang membantu mencegah infeksi dan jerawat. Hal ini tentunya dapat membuat kulit terkelupas yang rentan terhadap infeksi dan berjerawat” ujar Judy Cheung-Wood dikutip dari Bhg.

Pasta Gigi Sebagai Obat Jerawat

Pasta gigi diformulasikan untuk gigi, bukan untuk permukaan sensitif wajah. Jadi, meksipun kekuatan bahan kimia pada pasta gigi mungkin aman untuk gigi, bahkan mungkin bahan kimia tersebut terlalu kuat untuk kulit.

“Pasta gigi memiliki tingkat pH dasar serta dapat mengiritasi kulit sehat, yang memiliki pH alami. Penggunaan pasta gigi bisa memperburuk pH pada kulit, menyebabkan ruam serta sensasi terbakar” Ujar Dokter kulit Tsippora Shainhouse, dikutp dari Heathline.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *