Pakai Masker Dulu atau Serum Dulu? Ini Urutan yang Tepat Sesuai Jenis Masker

Kulit Glowing Dengan Rahasia Masker Mugwort yang Lagi Viral!

Eva Mulia Clinic – Pakai masker dulu atau serum dulu? Jawabannya bergantung pada jenis masker yang kamu gunakan. Untuk masker yang perlu dibilas, seperti clay mask, mud mask, atau sebagian wash-off mask, umumnya gunakan masker terlebih dahulu, lalu serum setelah wajah dibilas dan dikeringkan. Sementara untuk sheet mask, urutannya bisa berbeda karena lembaran masker biasanya sudah mengandung essence atau serum, sehingga serum tambahan sebelum atau sesudahnya tidak selalu diperlukan.

Jadi, tidak ada satu urutan yang benar untuk semua masker wajah. Kesalahan paling umum justru terjadi ketika semua produk yang disebut “masker” diperlakukan dengan cara yang sama, padahal clay mask, sheet mask, sleeping mask, dan masker eksfoliasi memiliki fungsi, tekstur, serta cara penggunaan yang berbeda.

Kalau kamu ingin menentukan urutan yang tepat, pertanyaan pertama seharusnya bukan hanya “masker atau serum dulu?”, tetapi masker jenis apa yang sedang digunakan dan apakah produk tersebut perlu dibilas?

Jadi, Pakai Masker Dulu atau Serum Dulu?

Secara umum, masker dulu baru serum adalah urutan yang lebih tepat jika kamu memakai masker bilas. Setelah membersihkan wajah, aplikasikan masker sesuai petunjuk produk, diamkan selama waktu yang dianjurkan, lalu bilas hingga bersih. Setelah itu, lanjutkan dengan toner bila memang menjadi bagian dari rutinitasmu, kemudian serum dan pelembap.

Urutan sederhananya dapat berupa:

Cleanser → masker bilas → toner → serum → moisturizer

Alasannya cukup praktis. Masker bilas memang dirancang untuk dibersihkan dari wajah setelah beberapa menit. Jika serum digunakan sebelumnya, sebagian produk serum berpotensi ikut terangkat ketika masker dibilas. Selain itu, menumpuk serum di bawah masker tertentu belum tentu memberikan manfaat tambahan dan pada sebagian kulit justru dapat meningkatkan risiko rasa perih atau tidak nyaman.

Namun, aturan ini tidak dapat diterapkan begitu saja pada sheet mask dan sleeping mask. Kedua jenis masker tersebut memiliki karakter penggunaan yang berbeda.

Kenapa Jenis Masker Menentukan Urutan Skincare?

Istilah “masker wajah” mencakup banyak produk yang mekanisme penggunaannya tidak sama. Ada masker yang berfungsi menyerap minyak berlebih, ada yang memberikan hidrasi, ada yang membawa bahan eksfoliasi, dan ada pula yang digunakan sebagai tahap terakhir dalam rutinitas malam.

Karena itu, urutan skincare sebaiknya ditentukan berdasarkan fungsi dan petunjuk pemakaian produk, bukan hanya berdasarkan konsistensi produk yang terasa lebih cair atau lebih kental.

Di Eva Mulia Clinic, pemilihan urutan skincare juga perlu mempertimbangkan kondisi kulit secara keseluruhan. Kulit berminyak belum tentu membutuhkan masker penyerap minyak setiap hari, sedangkan kulit yang terasa kering belum tentu memerlukan beberapa lapisan serum sekaligus. Frekuensi, kombinasi bahan aktif, dan toleransi kulit tetap perlu diperhatikan.

Kalau Pakai Clay Mask, Masker Dulu atau Serum Dulu?

Untuk clay mask, umumnya masker digunakan lebih dahulu, baru serum.

Urutan yang paling sederhana adalah:

Cleanser → clay mask → bilas → toner bila perlu → serum → moisturizer

Clay mask biasanya digunakan untuk membantu mengangkat kotoran permukaan dan mengurangi kesan minyak berlebih pada kulit. Produk dalam kategori ini dapat mengandung bahan seperti kaolin atau bentonite, meskipun komposisi setiap masker tentu berbeda.

Menggunakan serum sebelum clay mask biasanya tidak diperlukan. Setelah masker selesai digunakan, wajah perlu dibilas. Serum yang sudah diaplikasikan sebelumnya dapat ikut terangkat, sehingga urutan tersebut kurang efisien.

Ada hal lain yang perlu diperhatikan. Setelah menggunakan clay mask, sebagian orang merasa kulit lebih kesat atau kering. Kondisi ini bukan berarti kamu harus langsung menumpuk banyak produk aktif. Serum hidrasi dan pelembap yang sesuai sering kali lebih masuk akal daripada langsung melanjutkan dengan beberapa bahan aktif berpotensi iritatif.

Jika kulitmu sensitif, mudah kemerahan, atau sedang mengalami gangguan pada lapisan pelindung kulit, penggunaan clay mask terlalu sering juga perlu dihindari. Rasa sangat kencang setelah masker bukan ukuran bahwa produk bekerja lebih efektif.

Bagaimana dengan Sheet Mask, Serum Dulu atau Sesudahnya?

Pada sheet mask, jawabannya lebih bernuansa. Dalam banyak kasus, serum tambahan tidak wajib digunakan sebelum sheet mask karena masker tersebut sudah dibasahi essence atau cairan perawatan yang mengandung humektan dan bahan aktif tertentu.

Urutan yang umum digunakan adalah:

Cleanser → toner bila perlu → sheet mask → moisturizer

Setelah sheet mask dilepas, sisa essence dapat diratakan secara lembut pada wajah. Kamu kemudian dapat melanjutkan dengan moisturizer untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit. Artikel Eva Mulia Clinic mengenai cara penggunaan sheet mask juga membahas bahwa langkah pemakaian dapat memengaruhi pengalaman dan hasil penggunaan masker. (evamuliaclinic.com)

Lalu, apakah serum boleh digunakan sebelum sheet mask? Boleh dalam kondisi tertentu, tetapi bukan keharusan. Misalnya, rutinitas yang sudah dirancang dengan baik dapat menempatkan serum ringan sebelum masker hidrasi. Namun, kombinasi tersebut perlu mempertimbangkan bahan aktif pada kedua produk.

Menggunakan serum eksfoliasi yang kuat, kemudian menutupnya dengan masker yang meningkatkan oklusi, belum tentu cocok untuk semua kulit. Pada sebagian orang, kombinasi seperti ini dapat meningkatkan rasa perih atau iritasi. Hal serupa berlaku jika sheet mask sudah mengandung banyak bahan aktif dan kamu menambahkan beberapa serum sekaligus.

Serum juga boleh digunakan setelah sheet mask, tetapi kembali lagi pada kebutuhan kulit. Jika masker sudah meninggalkan lapisan essence yang cukup banyak, menambahkan serum lain belum tentu memberikan manfaat yang sebanding dengan jumlah produk yang ditumpuk.

Dengan kata lain, pada sheet mask, pertanyaannya bukan sekadar serum dulu atau masker dulu. Kamu perlu melihat apa isi serum, apa kandungan masker, dan apakah kulit memang membutuhkan keduanya dalam satu rutinitas.

Kalau Pakai Wash-Off Mask, Serum Digunakan Kapan?

Untuk wash-off mask, gunakan serum setelah masker selesai dibilas.

Urutannya umumnya:

Cleanser → wash-off mask → bilas → toner → serum → moisturizer

Kategori wash-off mask cukup luas. Ada masker berbasis gel, krim, clay, sulfur, bahan hidrasi, hingga formula dengan kandungan eksfoliasi. Karena semuanya perlu dibilas, serum biasanya lebih efisien digunakan setelah tahap masker selesai.

Namun, jangan menganggap semua wash-off mask aman dikombinasikan dengan serum apa pun. Jika masker mengandung bahan eksfoliasi, misalnya kelompok AHA atau BHA dalam formula tertentu, melanjutkan rutinitas dengan serum aktif yang juga berpotensi mengiritasi dapat menjadi terlalu agresif bagi sebagian kulit.

Contohnya, kulit yang baru menggunakan masker eksfoliasi mungkin tidak selalu membutuhkan serum retinoid, serum asam eksfoliasi lain, atau beberapa bahan aktif kuat dalam sesi yang sama. Risiko iritasi dipengaruhi konsentrasi, formula, frekuensi, dan toleransi kulit masing-masing.

Sleeping Mask Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum?

Untuk sleeping mask, serum umumnya digunakan lebih dahulu.

Urutannya dapat berupa:

Cleanser → toner → serum → moisturizer bila diperlukan → sleeping mask

Sleeping mask biasanya digunakan pada tahap akhir rutinitas malam dan dibiarkan menempel selama tidur. Produk ini berbeda dari masker bilas karena tidak langsung dibersihkan setelah beberapa menit.

Karena ditempatkan pada tahap akhir, sleeping mask dapat digunakan setelah produk yang lebih ringan seperti toner dan serum. Meski demikian, petunjuk penggunaan pada kemasan tetap perlu menjadi acuan karena tidak semua produk yang menggunakan istilah sleeping mask memiliki formulasi identik.

Apakah moisturizer masih diperlukan sebelum sleeping mask? Tidak selalu. Jika sleeping mask sudah cukup emolien atau oklusif untuk kebutuhan kulitmu, menambahkan moisturizer terpisah mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, kulit yang sangat kering dapat merasa lebih nyaman dengan rutinitas berlapis, selama tidak memicu rasa berat atau masalah lain.

Bagaimana dengan Masker Eksfoliasi?

Masker eksfoliasi membutuhkan perhatian lebih karena dapat mengandung bahan aktif yang memengaruhi pelepasan sel kulit mati pada permukaan kulit. Produk semacam ini bisa menggunakan AHA, BHA, PHA, enzim, atau kombinasi bahan lain.

Jika masker eksfoliasi perlu dibilas, serum umumnya digunakan setelah masker. Namun, pemilihan serum setelahnya sebaiknya lebih hati-hati.

Setelah menggunakan masker eksfoliasi, banyak orang langsung melanjutkan dengan serum aktif lain karena menganggap kulit sedang lebih siap menerima skincare. Cara berpikir seperti ini dapat menyebabkan rutinitas menjadi terlalu agresif. Lebih banyak bahan aktif tidak otomatis menghasilkan perawatan yang lebih efektif.

Pada kulit yang mudah sensitif, serum hidrasi dengan formula sederhana dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman dibandingkan langsung menambahkan bahan eksfoliasi lain. Jika muncul rasa terbakar, kemerahan nyata, gatal, atau iritasi yang menetap, hentikan penggunaan produk yang dicurigai memicu reaksi dan pertimbangkan evaluasi profesional.

Apakah Serum Lebih Cepat Menyerap Setelah Pakai Masker?

Tidak selalu. Klaim bahwa serum pasti “lebih meresap” setelah menggunakan masker perlu dilihat secara hati-hati.

Hasil penggunaan serum dipengaruhi banyak faktor, termasuk jenis bahan aktif, ukuran molekul, sistem penghantaran dalam formula, kondisi lapisan terluar kulit, bahan pelarut, serta produk lain yang digunakan bersamaan. Kulit bukan permukaan pasif yang otomatis menyerap semua bahan hanya karena sebelumnya memakai masker.

Beberapa masker dapat meningkatkan hidrasi lapisan terluar kulit sehingga kulit terasa lebih lembut dan kenyal. Namun, sensasi tersebut tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa semua bahan aktif serum akan menembus lebih dalam atau bekerja lebih kuat.

Justru pada kondisi tertentu, meningkatkan oklusi dapat memengaruhi penetrasi bahan dan berpotensi memperbesar iritasi. Karena itu, menumpuk serum aktif dengan masker secara sembarangan bukan strategi yang selalu menguntungkan.

Bolehkah Pakai Masker dan Serum Setiap Hari?

Serum dapat digunakan setiap hari jika formulanya memang ditujukan untuk pemakaian harian dan kulit dapat mentoleransinya. Masker berbeda karena frekuensi penggunaan sangat bergantung pada jenis produk.

Sheet mask hidrasi, clay mask, masker eksfoliasi, dan sleeping mask tidak memiliki aturan frekuensi yang sama. Bahkan dua masker dalam kategori yang sama dapat memiliki petunjuk berbeda karena komposisinya tidak identik.

Sebagai contoh, penggunaan clay mask terlalu sering pada kulit yang mudah kering dapat meningkatkan rasa kesat dan tidak nyaman. Sebaliknya, masker hidrasi dengan formula lembut mungkin dapat digunakan lebih sering oleh sebagian orang. Masker eksfoliasi membutuhkan perhatian khusus karena penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko iritasi.

Petunjuk pada kemasan tetap penting. Jangan menentukan frekuensi hanya berdasarkan tren skincare atau pengalaman orang lain.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggabungkan Masker dan Serum

Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menggunakan terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas. Misalnya, seseorang memakai masker eksfoliasi, serum eksfoliasi, retinoid, lalu menambahkan produk lain karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan beban iritasi pada kulit.

Kesalahan lain adalah menganggap rasa perih sebagai tanda produk sedang bekerja. Rasa terbakar, gatal, atau kemerahan bukan indikator bahwa bahan aktif bekerja lebih efektif. Respons tersebut dapat menunjukkan bahwa kulit tidak mentoleransi produk atau kombinasi yang digunakan.

Ada pula kebiasaan membiarkan masker hingga benar-benar kering karena dianggap dapat menarik lebih banyak minyak dan kotoran. Padahal, waktu pemakaian sebaiknya mengikuti instruksi produk. Eva Mulia Clinic juga memiliki pembahasan khusus mengenai durasi penggunaan masker wajah dan perbedaan waktu berdasarkan jenis maskernya. (evamuliaclinic.com)

Kesalahan berikutnya adalah menambahkan serum hanya karena merasa setiap langkah skincare harus selalu lengkap. Rutinitas yang efektif tidak ditentukan oleh banyaknya produk. Jika sheet mask sudah memberikan hidrasi yang cukup dan kulit terasa nyaman setelah dilanjutkan dengan moisturizer, serum tambahan mungkin tidak dibutuhkan pada sesi tersebut.

Cara Menentukan Urutan Masker dan Serum Sesuai Kondisi Kulit

Untuk kulit berminyak, penggunaan masker penyerap minyak dapat membantu mengurangi kesan berminyak sementara, tetapi bukan berarti masker harus digunakan setiap hari. Setelah masker bilas, serum ringan dapat digunakan sesuai kebutuhan kulit.

Pada kulit kering, fokusnya biasanya berbeda. Masker hidrasi, serum humektan, dan pelembap dapat digunakan dalam susunan yang sesuai dengan jenis produk. Jika menggunakan sheet mask, kamu mungkin tidak memerlukan terlalu banyak lapisan tambahan karena essence dari masker sudah memberikan hidrasi.

Kulit berjerawat membutuhkan perhatian pada komposisi produk, bukan hanya urutannya. Masker yang terlalu oklusif, serum dengan bahan yang tidak cocok, atau kombinasi aktif yang terlalu agresif dapat memperburuk ketidaknyamanan pada sebagian orang. Di Eva Mulia Clinic, yang telah menangani kebutuhan perawatan kulit sejak 1977, evaluasi kondisi kulit tetap menjadi bagian penting karena dua orang dengan keluhan jerawat yang tampak serupa belum tentu memiliki toleransi skincare yang sama.

Sementara itu, kulit sensitif sebaiknya menghindari eksperimen berlapis tanpa memahami kandungan produk. Semakin banyak produk digunakan dalam satu waktu, semakin sulit pula mengetahui pemicu ketika muncul iritasi.

Jadi, Pakai Masker Dulu atau Serum Dulu?

Jika maskernya perlu dibilas, pakai masker dulu lalu serum. Jika menggunakan sleeping mask, pakai serum dulu lalu sleeping mask. Untuk sheet mask, serum tambahan tidak selalu diperlukan karena masker biasanya sudah mengandung essence atau cairan perawatan.

Urutan paling tepat dapat diringkas berdasarkan jenis produknya. Clay mask dan wash-off mask umumnya digunakan sebelum serum. Sleeping mask digunakan setelah serum. Sementara sheet mask membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel karena kandungan essence di dalamnya dapat membuat penggunaan serum tambahan menjadi opsional.

Jadi, saat muncul pertanyaan pakai masker dulu atau serum dulu, jangan hanya melihat mana produk yang lebih cair atau lebih kental. Perhatikan apakah masker perlu dibilas, apa kandungan aktifnya, bagaimana petunjuk pemakaiannya, serta apakah kombinasi tersebut sesuai dengan kondisi kulitmu.

Baca juga:

Similar Posts