Inilah Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Secara Bersamaan

Eva Mulia Clinic – Kandungan Skincare – Ternyata banyak sekali jenis produk dan bahan skincare bermanfaat yang bisa didapatkan dengan mudah. Banyak orang juga yang mulai menggunakan perawatan kulit berlapis dengan menerapkan konsep rutinitas perawatan kulit 10 langkah Jepang. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang memahami bahan-bahan skincare yang digunakan berlapis-lapis, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit jika salah menggunakan bahan. Nah, agar hal yang tidak diinginkan terjadi, yuk simak 7 bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan di bawah ini.

Kandungan Skincare

1. Retinol dan AHA/BHA

Bahan skincare pertama yang tidak boleh digunakan bersamaan adalah retinol dan AHA/BHA. Meski tidak termasuk dalam zat pengelupasan seperti AHA/BHA, retinol memiliki zat pengelupas yang bekerja pada sel-sel kulit untuk beregenerasi. Penggunaan kedua bahan perawatan kulit ini secara bersamaan tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan pengelupasan kulit wajah secara berlebihan. Anda mungkin mengalami beberapa efek ketika Anda menggunakan retinol dan AHA / BHA bersama-sama:

  • Kulit menjadi lebih sensitif
  • Rusaknya skin-barrier pada kulit yang dapat menimbulkan masalah seperti bruntusan dan jerawat
  • Munculnya ruam kemerahan pada kulit
  • Kulit kering dan mengelupas
  • Iritasi pada kulit

2. BHA dan Benzoyl Peroxide

Selanjutnya, Anda harus sudah tahu bahwa benzoil peroksida adalah bahan yang paling dapat diandalkan sebagai obat lokal ketika jerawat muncul di wajah. Tapi penting juga untuk mengetahui bahwa bahan ini tidak dapat digunakan dengan produk perawatan kulit yang mengandung BHA, bukan? Alih-alih menghilangkan jerawat dengan cepat, kombinasi BHA dan benzoil peroksida dapat memicu jerawat dan iritasi jika digunakan bersamaan. Tentunya, Anda tidak ingin itu terjadi bukan?

3. Vitamin C dan AHA

Terkadang kita akan melakukan apa saja yang bisa membuat kulit tampak lebih cerah, termasuk menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung vitamin C dan AHA. Namun, gunakan dua kandungan ini secara bersamaan, is a big no! Karena vitamin C sendiri memiliki kandungan asam aktif, sama seperti kandungan AHA. Mencampur kedua bahan ini hanya akan mengubah keseimbangan pH kulit Anda dan bisa menyebabkan iritasi kulit, lho. Solusinya, Anda bisa meninggalkan penggunaan dua bahan ini, misalnya perawatan kulit kaya vitamin C di pagi hari dan AHA di malam hari.

Baca Juga:  Apa itu Glycerin? Senyawa Kimia yang Kini Jadi Kandungan Skincare Favorit

4. AHA/BHA dan Niacinamide

Mencampur AHA / BHA dan Niacinamide bersama-sama adalah larangan ketat yang harus Anda hindari. Benar sekali, niacinamide atau vitamin B3 dapat membantu memperbaiki tekstur dan kondisi kulit. Namun, bahan ini bekerja pada pH kulit netral. Sedangkan AHA/BHA yang menurunkan pH kulit. Oleh karena itu, menggabungkan keduanya tidaklah bagus karena dapat mengurangi kinerja keduanya, dan bahkan dapat mengiritasi kulit.

5. Water-based dan Oil-based

Anda pastinya sudah tahu jika air dan minyak adalah hal yang berlawanan. Ternyata hal ini juga berlaku untuk dunia perawatan kulit lho. Dengan menggabungkan kedua bahan perawatan kulit ini, kulit Anda tidak akan dapat menerima perawatan kulit berbasis air karena terganggu oleh perawatan kulit berbasis minyak. Jadi, perhatikan produk perawatan kulit Anda. Sehingga Anda dapat mencapai fungsi setiap perawatan kulit secara optimal.

6. Retin-A dan Scrub

Berikutnya adalah Retin-A dan scrub. Meski namanya familiar, Retin-A berbeda dengan Retinol, teman Senka! Retin-A merupakan turunan vitamin A yang berfungsi meningkatkan pergantian sel pada kulit. Retin-A juga bertindak sebagai exfoliator alami untuk menggantikan kulit baru, menjadikan kulit montok dan halus. Exfoliant yang kita kenal selama ini memiliki fungsi yang sama dengan Retin-A yaitu sebagai exfoliant. Scrub adalah scrub berbutir halus yang dikenal sebagai scrub fisik untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk di permukaan kulit. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan Retin-A dan scrub secara bersamaan untuk menghindari pengelupasan berlebihan yang dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit.

7. Salicylic Acid dan Retinol

Last but not least, Bahan skincare terakhir yang tidak boleh digunakan bersamaan adalah salicylic acid dan retinol. Anda biasanya akan menemukan asam salisilat di banyak produk perawatan kulit yang dioleskan ke kulit. Asam salisilat sendiri memiliki banyak fungsi, seperti mengangkat, membersihkan jerawat, dan mengurangi produksi sebum berlebih. Meski memiliki banyak manfaat, asam salisilat memiliki tingkat iritasi kulit yang cukup tinggi, seperti halnya retinol. Selain itu, campuran asam salisilat dan retinol juga bisa membuat kulit sangat sensitif terhadap sengatan matahari, sehingga kulit bisa terkena sinar UV meski sudah menggunakan tabir surya.

Baca Juga:  Cara Menghilangkan Jerawat Dengan Cepat!

Itulah 7 bahan perawatan kulit yang tidak boleh digunakan bersamaan dan ingat, agar terhindar dari beragam masalah kulit. Namun, apapun skincare yang kamu gunakan, pastikan untuk mengaplikasikannya setelah double cleansing dengan rangkaian produk yang aman dan lembut di kulit.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *