Penyebab Wajah Kasar

Apa yang Menyebabkan Jerawat Muncul Kembali Meski Telah di Obati?

Eva Mulia Clinic – Jerawat Muncul Kembali – Jerawat merupakan masalah kulit yang hampir dialami oleh semua orang. Sayangnya, ada kalanya penyakit kulit yang mengganggu ini datang kembali. Lantas apa yang menyebabkan jerawat muncul terus menerus? Temukan jawabannya di sini!

Penyebab Jerawat Muncul Kembali

Anda mungkin merasa kesal karena ketika tidak perlu lagi berurusan dengan jerawat yang hilang, kini masalah yang sama muncul kembali.

Pada dasarnya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi ini. Padahal, penyebab munculnya kembali jerawat tidak jauh berbeda dengan penyebab jerawat pada umumnya.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan agar tombol-tombol tersebut tidak muncul terus menerus, apalagi di tempat yang sama?

1. Perubahan hormonal

Jerawat yang muncul secara permanen bisa terjadi karena perubahan hormonal. Hormon memang menjadi faktor risiko munculnya jerawat, namun perubahan yang terjadi pada tubuh tersebut bukanlah penyebab utama timbulnya jerawat.

Namun, ada kalanya perubahan hormonal, terutama saat pubertas atau menstruasi, dapat meningkatkan produksi sebum. Tentu saja hal ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Tidak hanya saat pubertas atau menstruasi, perubahan hormonal yang bisa memicu jerawat bisa terjadi saat:

  • kehamilan,
  • penggunaan pil KB, dan
  • penggunaan kortikosteroid dan lithium.

2. Kebiasaan makan yang tidak sehat

Selain perubahan hormonal, kebiasaan makan yang tidak sehat sebenarnya bisa menjadi penyebab munculnya jerawat yang berkelanjutan. Ada banyak jenis makanan yang bisa memicu timbulnya jerawat, seperti produk susu, makanan manis, dan makanan cepat saji.

Misalnya, gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan gula darah. Dapat meningkatkan kadar testosteron dan hormon lainnya.

Meski tergantung pada tubuh masing-masing, perubahan hormonal ini tentunya akan berdampak pada kesehatan kulit yang bisa memicu timbulnya jerawat kembali.

Beberapa dari Anda mungkin lebih sensitif terhadap makanan tertentu, sementara yang lain mungkin tidak. Inilah sebabnya mengapa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek makanan pada jerawat.

3. Memencet Jerawat

Beberapa orang mungkin tidak bisa menahan keinginan untuk memencet bintik-bintik merah yang terlihat matang. Namun, praktik ini tidak disarankan. Pasalnya, memencet jerawat bisa merusak skin barrier dan menimbulkan bekas jerawat.

Jika jerawat telah menginfeksi nanah di dalamnya, memencetnya justru dapat mendorong bakteri ke dalam pori-pori dan folikel rambut lainnya. Akibatnya, tombol akan lebih besar dan muncul di tempat lain.

Oleh karena itu, selalu diskusikan dengan dokter kulit atau dermatologis agar dapat mengatasi jerawat dengan aman.

4. Kurang tidur

Kurang tidur bisa menjadi pemicu timbulnya jerawat yang bisa muncul terus-menerus. Temuan ini dilaporkan oleh penelitian dari jurnal Clocks & sleep. Ahli studi mengungkapkan bahwa peserta dengan kualitas tidur yang buruk lebih mungkin untuk memiliki jerawat parah.

Bagaimana tidak, istirahat yang cukup bisa memicu stres dan meningkatkan hormon. Akibatnya, tubuh bisa memproduksi sebum berlebih.

Oleh karena itu, istirahat yang cukup berarti memungkinkan tubuh untuk beregenerasi dan memperbaiki kerusakan di malam hari, yang dapat mencegah timbulnya jerawat kembali.

5. Stres

Meski tidak secara langsung, pikiran stres ternyata bisa memengaruhi kesehatan kulit, termasuk memicu munculnya jerawat.

Beberapa ahli percaya bahwa proses penyembuhan luka, termasuk jerawat, akan jauh lebih lambat saat Anda sedang stres. Artinya jerawat akan bertahan lebih lama dan mungkin sekali hilang bisa muncul kembali.

Apalagi, ada kemungkinan masalah kulit ini berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol yang meningkat saat seseorang sedang stres.

6. Kulit bergesekan dengan benda kotor

Anda mungkin tidak menyadari bahwa menggosok kulit Anda dengan benda-benda kotor, seperti ponsel atau tempat tidur Anda, dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Masalah kulit yang disebut jerawat mekanis ini cenderung terjadi ketika kulit, terutama wajah, sering bersentuhan dengan ponsel, headset, atau sarung bantal yang kotor.

Padahal, jerawat di tubuh bisa terjadi jika Anda memakai pakaian yang tidak bersih atau tidak sesuai dengan jenis kulit Anda. Akibatnya, jerawat muncul kembali dan terkadang menimbulkan rasa gatal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

7. Efek produk rambut

Tahukah Anda bahwa produk rambut yang Anda gunakan saat ini mungkin menjadi penyebab jerawat Anda? Diluncurkan oleh American Academy of Dermatology, minyak bisa menembus kulit jika produk perawatan rambut mengandung minyak.

Jika ini terjadi, minyak bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Biasanya dimulai sebagai komedo putih dan benjolan kecil berdaging yang disebut papula. Anda dapat menemukan benjolan ini di sepanjang garis rambut, dahi atau tengkuk.

Anda tidak perlu khawatir karena jerawat akibat produk perawatan rambut biasanya akan hilang begitu Anda berhenti menggunakannya.

Pada dasarnya, ada banyak kebiasaan yang bisa memicu munculnya kembali jerawat. Untuk menghindarinya, Anda perlu merawat kulit Anda, terutama kulit wajah Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.