7 Cara Menghilangkan Bruntusan di Pipi dan Mencegahnya Kembali

Bruntusan di pipi bisa membuat permukaan kulit terasa kasar, tampak tidak merata, dan sulit terlihat halus meskipun sudah menggunakan berbagai produk skincare. Kondisi ini sering dianggap sebagai jerawat biasa, padahal bintik-bintik kecil di pipi dapat disebabkan oleh beberapa masalah kulit yang berbeda.

Cara menghilangkan bruntusan di pipi perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika bintik muncul akibat pori-pori tersumbat, rutinitas perawatan kulit yang tepat dapat membantu memperbaiki kondisinya. Namun, apabila bruntusan disertai rasa gatal, kemerahan, atau peradangan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Sebelum mencoba banyak produk sekaligus, kenali terlebih dahulu penyebab bruntusan, cara merawat kulit yang tepat, serta kapan perawatan profesional dapat dipertimbangkan.

Apa Penyebab Bruntusan di Pipi?

Cegah masalah jerawat meradang dengan menghindari 4 jenis makanan yang dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi kulit. Pelajari lebih lanjut di artikel ini!

Bruntusan bukan istilah diagnosis medis yang spesifik. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini biasanya merujuk pada bintik-bintik kecil yang membuat tekstur kulit terasa tidak rata. Penyebabnya dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.

1. Pori-pori tersumbat

Salah satu penyebab yang umum adalah komedo tertutup atau closed comedones. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak atau sebum dan sel kulit mati. Komedo tertutup biasanya terlihat seperti bintik kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit.

Bruntusan akibat komedo dapat muncul berkelompok dan membuat pipi terasa seperti memiliki tekstur kasar. Penggunaan produk yang terlalu berat atau tidak cocok juga dapat berkontribusi terhadap penyumbatan pori pada sebagian orang.

2. Produksi minyak berlebih

Sebum berfungsi menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat folikel, sebum dapat berkontribusi terhadap terbentuknya komedo dan jerawat.

Kulit berminyak tidak selalu berarti kulit kotor. Karena itu, mencuci wajah berulang kali atau menggunakan pembersih yang terlalu keras bukan solusi yang tepat. Cara tersebut justru dapat menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman.

3. Produk skincare atau makeup yang tidak cocok

Pelembap, foundation, sunscreen, serta produk perawatan rambut tertentu dapat memicu atau memperburuk bruntusan pada orang yang rentan. Hal ini dapat terjadi apabila formulanya menyumbat pori atau menimbulkan iritasi.

Coba perhatikan apakah bruntusan mulai muncul setelah menggunakan produk baru, mengganti rutinitas skincare, atau mencoba beberapa produk sekaligus. Produk berlabel non-comedogenic atau tidak menyumbat pori dapat menjadi pilihan awal, meskipun tidak menjamin bahwa produk tersebut pasti cocok untuk setiap orang. American Academy of Dermatology

4. Iritasi akibat penggunaan bahan aktif berlebihan

Eksfoliasi berulang, penggunaan beberapa bahan aktif sekaligus, atau pergantian produk terlalu sering dapat mengganggu kenyamanan kulit. Tanda yang mungkin muncul meliputi rasa perih, kemerahan, kulit terasa tertarik, mengelupas, dan munculnya bintik-bintik kecil.

Jika bruntusan disertai gejala tersebut, jangan langsung menambah produk eksfoliasi. Hentikan sementara produk yang dicurigai menyebabkan iritasi dan sederhanakan rutinitas perawatan kulit.

5. Kondisi kulit lain yang menyerupai jerawat

Tidak semua bintik kecil di pipi merupakan komedo. Milia, dermatitis kontak, rosacea, atau peradangan folikel rambut juga dapat menimbulkan benjolan yang menyerupai bruntusan. Beberapa kondisi bahkan dapat disertai gatal atau kemerahan.

Bila bintik terasa sangat gatal, bentuknya seragam, muncul mendadak, atau tidak membaik dengan perawatan jerawat biasa, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai jerawat. Dokter dapat membantu membedakan penyebabnya agar penanganan tidak keliru.

7 Cara Menghilangkan Bruntusan di Pipi dengan Tepat

Tidak ada satu metode yang efektif untuk semua jenis bruntusan. Langkah berikut dapat membantu mengatasi bruntusan yang berkaitan dengan pori tersumbat sekaligus menjaga agar kulit tidak mengalami iritasi tambahan.

1. Bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut

Mulailah dengan membersihkan wajah menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit. Lakukan hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat banyak. Gunakan ujung jari untuk memijat wajah secara lembut, kemudian bilas hingga bersih.

Hindari menggosok pipi menggunakan scrub kasar, sikat pembersih, atau handuk dengan tekanan berlebihan. Gesekan tidak membuat komedo keluar lebih cepat dan justru berisiko memperparah peradangan.

Jika memakai makeup atau sunscreen yang tahan air, bersihkan dengan metode yang sesuai tanpa menggosok kulit berulang kali. Tujuannya adalah mengangkat sisa produk sekaligus mempertahankan kenyamanan lapisan pelindung kulit.

2. Pilih produk yang tidak mudah menyumbat pori

Periksa kembali produk yang digunakan setiap hari, terutama pelembap, sunscreen, foundation, dan produk rambut yang dapat menyentuh pipi.

Pilih produk dengan keterangan non-comedogenic, oil-free, atau won’t clog pores jika kulit rentan berjerawat. Perhatikan juga reaksi kulit setelah pemakaian. Label tersebut dapat membantu proses pemilihan, tetapi bukan jaminan bahwa produk tidak akan memicu masalah pada semua orang.

Jika bruntusan muncul setelah mengganti produk tertentu, hentikan produk yang dicurigai untuk sementara dan amati perubahan kulit. Hindari menghentikan obat resep tanpa berkonsultasi dengan dokter.

3. Pertimbangkan bahan aktif yang sesuai

Bahan aktif dapat membantu mengatasi jenis bruntusan tertentu, tetapi pemilihannya harus berdasarkan kondisi kulit.

Asam salisilat (salicylic acid) membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan sumbatan di pori. Bahan ini dapat dipertimbangkan untuk kulit yang cenderung memiliki komedo, selama digunakan sesuai petunjuk dan ditoleransi kulit.

Adapalene, yang termasuk retinoid topikal, dapat membantu mencegah terbentuknya komedo dan menangani jerawat. Namun, bahan ini tidak cocok untuk semua orang dan dapat menimbulkan iritasi. Retinoid topikal sebaiknya dihindari selama kehamilan atau ketika sedang merencanakan kehamilan, kecuali tenaga kesehatan memberikan arahan yang sesuai.

Jangan langsung menggabungkan berbagai bahan aktif dalam konsentrasi tinggi. Mulai secara bertahap sesuai petunjuk produk atau rekomendasi dokter. Jika kulit menjadi perih, sangat merah, atau mengelupas, hentikan penggunaan bahan yang dicurigai dan evaluasi kembali rutinitas perawatan.

4. Tetap gunakan pelembap

Kulit yang mudah berjerawat tetap membutuhkan pelembap. Menghindari pelembap sepenuhnya dapat membuat kulit terasa kering, terutama jika menggunakan bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Pilih pelembap dengan tekstur yang nyaman dan tidak mudah menyumbat pori. Oleskan setelah mencuci wajah sesuai kebutuhan kulit. Jika kulit terasa kering setelah menggunakan obat jerawat, pelembap dapat membantu menjaga kenyamanan selama perawatan.

Kulit berminyak pun dapat mengalami dehidrasi atau iritasi. Karena itu, target perawatan bukan menghilangkan seluruh minyak dari wajah, melainkan menjaga keseimbangan dan mengendalikan penyumbatan pori secara tepat. American Academy of Dermatology

5. Gunakan sunscreen setiap pagi

Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk tampilan noda gelap yang tertinggal setelah jerawat mereda. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap sinar matahari merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit berjerawat.

Gunakan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih. Untuk kulit yang rentan berjerawat, pilih formula yang tidak mudah menyumbat pori. Aplikasikan sesuai petunjuk pada kemasan dan ulangi pemakaian sesuai kebutuhan, terutama setelah berkeringat atau berenang.

Sunscreen tidak secara langsung menghilangkan komedo, tetapi membantu melindungi kulit selama proses pemulihan dan mengurangi risiko noda pascaperadangan menjadi semakin terlihat. American Academy of Dermatology

6. Hindari memencet dan mengorek bruntusan

Memencet bintik-bintik kecil mungkin terasa seperti cara tercepat untuk menghaluskan kulit. Padahal, tekanan berlebihan dapat memperparah peradangan, merusak jaringan kulit, dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat berupa noda gelap atau jaringan parut.

Risiko tersebut juga berlaku ketika menggunakan alat ekstraksi tanpa teknik dan kondisi kebersihan yang tepat. Tidak semua benjolan aman untuk dikeluarkan, terutama jika penyebabnya bukan komedo.

Jika terdapat komedo yang sulit diatasi, dokter dapat menilai apakah ekstraksi komedo atau tindakan lain sesuai untuk kondisi kulit. Penanganan profesional lebih tepat daripada memaksakan pengeluaran isi benjolan sendiri.

7. Evaluasi skincare dan konsultasikan bila tidak membaik

Hindari mengganti produk setiap beberapa hari hanya karena hasilnya belum terlihat. Perawatan jerawat umumnya memerlukan waktu beberapa minggu; perbaikan awal dapat terlihat sekitar 4–6 minggu, sedangkan hasil yang lebih jelas dapat membutuhkan 6–8 minggu atau lebih, bergantung pada jenis jerawat dan terapinya.

Selama proses tersebut, perhatikan apakah jumlah bintik berkurang, peradangan mereda, dan tidak muncul iritasi baru. Jika bruntusan semakin banyak, terasa sakit, meninggalkan bekas, atau tidak membaik meskipun rutinitas sudah konsisten, konsultasikan dengan dokter kulit.

Pemeriksaan juga dianjurkan sejak awal apabila bintik disertai gatal berat, pembengkakan, kemerahan yang meluas, atau muncul secara tiba-tiba setelah menggunakan produk tertentu. Gejala tersebut dapat mengarah pada masalah kulit yang membutuhkan pendekatan berbeda. American Academy of Dermatology

Apakah Bruntusan di Pipi Bisa Hilang dengan Treatment Klinik?

Treatment klinik dapat dipertimbangkan ketika perawatan rumahan belum memberikan hasil yang memadai, bruntusan sering berulang, atau kulit memiliki komedo yang sulit ditangani. Namun, tindakan yang tepat tidak ditentukan hanya dari banyaknya bintik di pipi.

Dokter perlu menilai jenis lesi, tingkat peradangan, sensitivitas kulit, riwayat penggunaan skincare, serta kemungkinan adanya kondisi lain yang menyerupai jerawat. Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah pasien lebih sesuai menjalani terapi topikal, ekstraksi komedo terpilih, atau tindakan profesional lain sebagai bagian dari rencana perawatan.

Pada kulit yang sedang mengalami iritasi aktif, tindakan eksfoliasi atau prosedur tertentu justru dapat memperburuk keadaan. Karena itu, jangan memilih treatment hanya berdasarkan tren atau anggapan bahwa semakin banyak prosedur, semakin cepat kulit menjadi halus.

Jika bruntusan disertai jerawat meradang atau meninggalkan bekas, penanganan penyebab dasarnya perlu menjadi prioritas. Prosedur yang berfokus pada tekstur kulit belum tentu mengatasi sumber masalah apabila jerawat aktif masih berlangsung.

Di Eva Mulia Clinic, konsultasi dan evaluasi kondisi kulit dapat menjadi langkah awal untuk menentukan perawatan yang sesuai. Pilihan treatment sebaiknya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan kulit, bukan diberikan dengan pendekatan yang sama kepada semua orang.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Merawat Bruntusan

Beberapa kebiasaan justru dapat membuat bruntusan bertahan lebih lama. Pertama, menggunakan scrub kasar dengan harapan bintik-bintik cepat terangkat. Kedua, menggabungkan banyak bahan aktif tanpa mempertimbangkan toleransi kulit. Ketiga, mengabaikan pelembap karena khawatir wajah semakin berminyak.

Kesalahan lain adalah menganggap semua benjolan sebagai komedo dan mencoba mengeluarkannya sendiri. Apabila penyebabnya adalah dermatitis, milia, atau kondisi kulit lainnya, pendekatan khusus untuk jerawat mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Jangan pula menilai keberhasilan hanya dari perubahan dalam satu atau dua hari. Perawatan kulit membutuhkan konsistensi, sedangkan pergantian produk terlalu sering dapat menambah iritasi dan menyulitkan identifikasi penyebab masalah.

FAQ Seputar Bruntusan di Pipi

Apa penyebab bruntusan di pipi yang paling umum?

Bruntusan dapat berkaitan dengan komedo tertutup, pori-pori tersumbat, penggunaan produk yang tidak cocok, atau iritasi. Namun, bintik kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi kulit lain. Pemeriksaan diperlukan jika bentuk atau gejalanya tidak khas.

Berapa lama bruntusan di pipi bisa hilang?

Lama pemulihan bergantung pada penyebab dan penanganannya. Perawatan jerawat umumnya memerlukan beberapa minggu untuk menunjukkan perbaikan, dan hasil yang lebih jelas dapat membutuhkan 6–8 minggu atau lebih. Jika kondisi terus memburuk atau tidak membaik, evaluasi dokter dianjurkan.

Apakah bruntusan di pipi boleh dieksfoliasi?

Eksfoliasi dapat membantu jenis komedo tertentu, tetapi tidak selalu cocok untuk semua bruntusan. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Jika kulit sedang merah, perih, atau mengelupas, sebaiknya hentikan sementara bahan eksfoliasi dan evaluasi penyebabnya.

Apakah bruntusan di pipi disebabkan oleh skincare?

Bisa. Produk skincare, makeup, dan produk rambut tertentu dapat menyumbat pori atau menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Namun, tidak semua bruntusan berasal dari skincare. Perhatikan hubungan waktu antara penggunaan produk baru dan munculnya keluhan.

Apakah facial bisa menghilangkan bruntusan di pipi?

Hasilnya bergantung pada penyebab bruntusan dan jenis tindakan yang dilakukan. Ekstraksi komedo mungkin membantu pada kondisi tertentu, tetapi facial tidak otomatis mengatasi semua penyebab bintik kecil. Kulit yang sedang meradang atau mengalami iritasi perlu dievaluasi terlebih dahulu.

Kapan bruntusan di pipi perlu diperiksa dokter?

Periksakan kulit jika bruntusan terasa sakit, sangat gatal, meradang, meninggalkan bekas, menyebar, atau tidak membaik dengan perawatan yang konsisten. Pemeriksaan juga penting apabila bintik muncul mendadak atau tidak menyerupai komedo biasa.

Kesimpulan

Cara menghilangkan bruntusan di pipi yang tepat dimulai dengan mengenali penyebabnya. Membersihkan wajah secara lembut, memilih produk yang tidak mudah menyumbat pori, menggunakan bahan aktif sesuai kebutuhan, menjaga kelembapan, dan memakai sunscreen dapat membantu mengelola bruntusan yang berkaitan dengan jerawat.

Hindari memencet bintik dan mengganti produk terlalu sering. Jika bruntusan tidak membaik, semakin meradang, atau memiliki gejala yang tidak biasa, pemeriksaan dokter merupakan langkah yang lebih aman daripada terus mencoba produk secara acak.

Untuk mendapatkan perawatan yang sesuai, konsultasikan kondisi kulit terlebih dahulu agar penyebab bruntusan dapat dievaluasi dan rencana penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan kulit Anda.

Baca Juga