Subsisi: Benarkah Treatment Ini Cocok untuk Bopeng Bekas Jerawat?

Eva Mulia Clinic – Kalau kamu baru mulai serius merawat kulit, mungkin kamu pernah merasa bingung saat menemukan bekas jerawat yang tidak kunjung rata meski sudah rajin memakai skincare. Flek cokelat atau bekas kemerahan memang bisa perlahan memudar dengan perawatan topikal, tetapi cekungan atau bopeng bekas jerawat punya masalah yang berbeda: ada perubahan struktur jaringan di bawah permukaan kulit.

Di sinilah subsisi mulai sering dibicarakan. Treatment ini bukan sekadar membuat permukaan kulit mengalami eksfoliasi atau menambahkan bahan aktif, melainkan tindakan yang menargetkan jaringan fibrotik di bawah scar. Pada kondisi tertentu, jaringan tersebut menarik kulit ke bawah sehingga terbentuk cekungan yang terlihat jelas ketika wajah terkena cahaya dari samping.

Namun, bukan berarti setiap jenis bopeng otomatis cocok menjalani subsisi. Jenis acne scar, kedalaman cekungan, kondisi jerawat aktif, hingga kecenderungan kulit mengalami perubahan warna setelah tindakan perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Jadi, sebelum kamu memutuskan treatment hanya karena melihat hasil before-after di media sosial, ada baiknya memahami cara kerjanya.

Apa Itu Subsisi?

Subsisi adalah prosedur dermatologis untuk memperbaiki atrophic acne scars, terutama scar yang mengalami tarikan jaringan di bawah kulit. Dokter memasukkan jarum atau kanula di lapisan bawah scar, kemudian melakukan gerakan tertentu untuk memutus jaringan fibrotik yang menahan kulit tetap cekung. Literatur dermatologi menjelaskan bahwa tindakan ini dapat membantu melepaskan jaringan parut yang menarik permukaan kulit ke bawah sekaligus memicu proses pembentukan jaringan baru selama penyembuhan.

Eva Mulia Clinic juga menjelaskan Subsisi for Scars Treatment sebagai prosedur bedah kecil untuk mengatasi bekas luka atau kulit bopeng dengan memecah ikatan jaringan di area scar yang menarik kulit ke bawah. Setelah jaringan penarik tersebut dilepaskan, proses penyembuhan kulit dapat membantu memperbaiki bagian yang sebelumnya mengalami depresi. (Eva Mulia Clinic)

Karena bekerja di bawah permukaan kulit, subsisi berbeda dari skincare biasa. Serum dengan retinoid, misalnya, dapat membantu mempercepat pergantian sel dan mendukung remodeling kolagen dalam jangka panjang, tetapi tidak bekerja dengan cara memotong jaringan fibrotik yang secara mekanis menarik scar ke bawah.

Itulah alasan mengapa kondisi scar perlu dinilai terlebih dahulu. Treatment untuk noda bekas jerawat belum tentu sama dengan treatment untuk cekungan bekas jerawat.

Kenapa Bopeng Bisa Membentuk Cekungan?

Acne scar terbentuk ketika peradangan jerawat menyebabkan kerusakan jaringan dan proses penyembuhan tidak menghasilkan struktur kulit seperti sebelumnya. Secara klinis, atrophic acne scars umumnya dibagi menjadi ice pick, boxcar, dan rolling scars. Ketiganya sama-sama tampak cekung, tetapi bentuk dan struktur di bawahnya berbeda.

Pada rolling scar, permukaan kulit biasanya tampak bergelombang dengan cekungan yang relatif lebar dan memiliki tepi lebih landai. Salah satu mekanismenya adalah adanya fibrotic strands atau jaringan fibrotik yang menghubungkan jaringan di bawah scar dengan lapisan kulit di atasnya. Tarikan tersebut membuat permukaan kulit tetap tertarik ke bawah.

Kondisi seperti inilah yang secara mekanis lebih masuk akal untuk ditangani dengan subsisi. Sebaliknya, ice pick scar memiliki lubang yang sempit tetapi dalam, sedangkan boxcar dapat mempunyai batas yang lebih tegas dan kedalaman yang bervariasi. Penanganannya dapat membutuhkan pendekatan berbeda, misalnya chemical reconstruction, laser, microneedling, punch technique, filler, atau kombinasi beberapa prosedur sesuai karakter scar.

Jadi, jangan menganggap istilah “bopeng” sebagai satu diagnosis yang seragam.

Bagaimana Prosedur Subsisi Dilakukan?

Sebelum tindakan, dokter atau tenaga medis yang menangani akan mengevaluasi jenis dan kedalaman scar, lokasi scar, kondisi kulit, serta riwayat perawatan sebelumnya. Area yang akan ditangani kemudian dibersihkan dan biasanya diberikan anestesi lokal agar prosedur lebih nyaman.

Setelah area mati rasa, instrumen seperti jarum atau kanula dimasukkan melalui titik akses yang sesuai. Instrumen kemudian diarahkan di bawah scar untuk melepaskan jaringan fibrotik yang menyebabkan tarikan. Teknik dan jenis instrumen dapat berbeda tergantung kondisi scar serta pendekatan dokter. Review klinis terbaru mencatat penggunaan beberapa jenis instrumen, termasuk needle, cannula, wire, dan blunt-blade devices.

Setelah jaringan penarik dilepaskan, tubuh akan menjalankan proses penyembuhan di area tersebut. Respons penyembuhan ini melibatkan pembentukan jaringan ikat baru dan remodeling kolagen, sehingga permukaan scar dapat terlihat lebih terangkat dibandingkan sebelumnya.

Durasi tindakan bergantung pada luas area dan jumlah scar yang ditangani. Sebagai gambaran, Eva Mulia Clinic mencantumkan durasi Subsisi for Scars Treatment sekitar 60 menit. (Eva Mulia Clinic)

Yang perlu kamu pahami, satu sesi tidak otomatis membuat semua cekungan hilang. Studi klinis dan review mengenai subsisi menunjukkan bahwa hasil dapat bervariasi, dan sebagian pasien membutuhkan tindakan berulang atau kombinasi dengan prosedur lain untuk mendapatkan perbaikan tekstur yang lebih optimal.

Apa Manfaat Subsisi untuk Acne Scar?

Manfaat utama subsisi adalah mengurangi tarikan jaringan yang menyebabkan scar tampak cekung. Karena mekanisme tindakannya langsung menargetkan jaringan di bawah scar, prosedur ini paling relevan ketika pemeriksaan menunjukkan bahwa cekungan memang dipengaruhi oleh fibrotic tethering.

Pada penelitian terhadap pasien dengan rolling acne scars, subcision dilaporkan memberikan perbaikan tampilan scar pada sebagian besar pasien yang diteliti, meskipun tingkat perbaikannya tidak sama pada setiap orang. Pembengkakan, memar, dan nyeri sementara juga dilaporkan sebagai efek setelah tindakan.

Ada juga penelitian yang membandingkan subsisi dengan TCA CROSS 100% pada rolling scars. Dalam penelitian tersebut, sisi wajah yang mendapat subsisi menunjukkan penurunan ukuran dan kedalaman scar yang lebih besar dibandingkan sisi yang mendapat TCA CROSS, meskipun pilihan treatment tetap perlu disesuaikan dengan tipe scar dan karakter kulit masing-masing.

Namun, jangan menerjemahkan hasil penelitian tersebut menjadi janji bahwa subsisi akan membuat kulit kembali 100% seperti sebelum pernah berjerawat. Acne scar merupakan perubahan struktural, dan respons terhadap treatment dipengaruhi oleh jenis scar, kedalaman, jumlah area yang terkena, serta apakah diperlukan kombinasi treatment.

Siapa yang Cocok Menjalani Subsisi?

Kandidat yang paling mungkin mendapatkan manfaat adalah seseorang dengan atrophic acne scars yang mengalami tarikan jaringan, terutama rolling scars. Kamu mungkin termasuk kelompok ini jika bekas jerawat terlihat seperti cekungan lebar yang semakin jelas ketika wajah terkena pencahayaan dari samping, dan permukaannya terlihat seperti tertarik ke bawah.

Sebaliknya, kalau masalah utamamu adalah noda hitam setelah jerawat, subsisi bukan pilihan yang otomatis diperlukan. Noda tersebut merupakan persoalan pigmentasi, bukan jaringan yang tertarik ke bawah. Perawatannya dapat melibatkan sunscreen dan bahan aktif seperti azelaic acid, retinoid, atau vitamin C sesuai toleransi kulit, sementara scar cekung memerlukan penilaian struktural.

Kamu juga sebaiknya tidak terburu-buru melakukan subsisi ketika masih mengalami jerawat aktif yang meradang atau infeksi kulit di area yang akan ditangani. Kondisi kulit perlu dikendalikan terlebih dahulu supaya prosedur dapat dilakukan pada keadaan yang lebih sesuai.

Riwayat pembentukan keloid atau scar hipertrofik, penggunaan obat tertentu, gangguan penyembuhan luka, serta kondisi kulit tertentu juga perlu disampaikan saat konsultasi. Ini bukan formalitas. Informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan apakah prosedur aman dilakukan dan bagaimana rencana perawatannya.

Apakah Subsisi Bisa untuk Semua Jenis Bopeng?

Tidak.

Rolling scar merupakan salah satu indikasi yang paling sering dikaitkan dengan subsisi karena terdapat komponen jaringan fibrotik yang menarik permukaan kulit. Sementara itu, ice pick scar yang sangat sempit dan dalam biasanya tidak cukup hanya ditangani dengan subsisi karena masalah utamanya bukan sekadar jaringan yang menarik permukaan kulit.

Boxcar scar juga perlu dinilai berdasarkan kedalaman dan bentuknya. Pada beberapa kasus, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi beberapa metode. Review mengenai acne scar menunjukkan bahwa kombinasi treatment seperti subsisi dengan microneedling, fractional radiofrequency, atau bahan pengisi tertentu telah diteliti, tetapi pemilihan kombinasi tidak bisa disamaratakan untuk semua pasien.

Ini bagian yang sering luput ketika seseorang mencari treatment berdasarkan foto before-after. Foto mungkin menunjukkan “bopeng”, tetapi tidak memperlihatkan jenis scar, kedalaman jaringan, kondisi jerawat aktif, atau alasan dokter memilih prosedur tertentu.

Apa yang Terjadi Setelah Subsisi?

Setelah tindakan, area yang ditangani dapat mengalami kemerahan, bengkak, nyeri atau rasa ngilu, serta memar. Review mengenai komplikasi subsisi juga mencatat kemungkinan infeksi, benjolan subkutan, dan perubahan warna kulit setelah prosedur.

Karena itu, perawatan setelah tindakan tidak boleh dianggap sebagai bagian yang sepele. Hindari menggosok atau menekan area yang baru ditangani, gunakan produk yang diberikan atau disarankan oleh tenaga medis, dan lindungi kulit dari paparan matahari. Sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih tinggi umumnya digunakan dalam perawatan pascatindakan untuk membantu mengurangi paparan UV yang dapat memperburuk perubahan warna kulit.

Untuk sementara, jangan langsung kembali menggunakan banyak bahan aktif hanya karena ingin mempercepat hasil. Retinoid, AHA, BHA, benzoyl peroxide, atau produk eksfoliasi dapat menimbulkan iritasi bila digunakan terlalu cepat pada kulit yang sedang mengalami proses pemulihan. Waktu mulai kembali menggunakan bahan-bahan tersebut sebaiknya mengikuti instruksi klinisi yang menangani.

American Academy of Dermatology juga menekankan bahwa perawatan kulit setelah prosedur acne scar perlu dilakukan sesuai anjuran dokter untuk membantu proses pemulihan dan hasil treatment. (Akademi Dermatologi Amerika)

Apakah Hasil Subsisi Langsung Terlihat?

Perubahan awal pada permukaan scar mungkin terlihat setelah pembengkakan berkurang, tetapi hasil akhir tidak sebaiknya dinilai hanya beberapa hari setelah tindakan. Tubuh masih menjalankan proses penyembuhan dan remodeling jaringan.

Hal ini juga menjelaskan mengapa evaluasi biasanya dilakukan secara bertahap. Dokter dapat melihat bagaimana scar merespons sesi sebelumnya sebelum menentukan apakah diperlukan tindakan berikutnya atau pendekatan tambahan.

Dalam beberapa kasus, subsisi saja sudah memberikan perbaikan yang terlihat. Pada scar yang lebih kompleks, kombinasi treatment dapat dipertimbangkan. Review uji klinis menunjukkan bahwa kombinasi subsisi dengan modalitas tertentu dapat memberikan hasil yang lebih baik pada kelompok pasien tertentu, tetapi bukti dan tingkat keberhasilannya berbeda-beda untuk setiap kombinasi.

Jadi, jangan menentukan jumlah sesi hanya dari pengalaman orang lain di media sosial.

Subsisi atau Skincare: Mana yang Harus Dipilih?

Kalau kamu baru mulai skincare dan memiliki acne scar, jawabannya bukan selalu memilih salah satu.

Skincare tetap diperlukan untuk mengontrol kondisi kulit sehari-hari. Sunscreen membantu mengurangi paparan UV, sementara bahan seperti retinoid dapat mendukung pergantian sel dan remodeling kolagen dalam jangka panjang. Tetapi ketika masalahnya sudah berupa cekungan akibat perubahan struktur jaringan, kemampuan skincare topikal untuk mengangkat kembali scar yang tertarik memang terbatas.

Sebaliknya, menjalani subsisi tanpa rutinitas skincare yang tepat juga bukan strategi yang ideal. Setelah prosedur, kulit tetap membutuhkan perlindungan dari UV dan rutinitas yang tidak memicu iritasi.

Di Eva Mulia Clinic, evaluasi terhadap masalah scar menjadi bagian yang penting sebelum menentukan treatment, karena jenis bekas jerawat menentukan pendekatan yang digunakan. Jangan datang dengan asumsi bahwa satu treatment harus dipakai untuk semua bentuk bopeng.

Apakah Subsisi Aman?

Secara umum, literatur dermatologi mendukung subsisi sebagai salah satu pilihan untuk selected atrophic acne scars, tetapi “aman” bukan berarti bebas risiko. Efek samping yang umum mencakup kemerahan, edema atau bengkak, nyeri, dan memar. Komplikasi lain seperti infeksi, perubahan pigmentasi, atau terbentuknya benjolan di bawah kulit dapat terjadi meskipun tidak selalu terjadi pada setiap pasien.

Karena tindakan dilakukan di bawah permukaan kulit, teknik, pemilihan instrumen, kedalaman tindakan, dan pemahaman anatomi wajah sangat berpengaruh. Itulah alasan subsisi sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, bukan sebagai prosedur DIY atau treatment yang dilakukan tanpa penilaian kondisi scar terlebih dahulu.

Kalau kamu punya kulit yang mudah mengalami bekas kehitaman setelah jerawat, sampaikan juga riwayat tersebut saat konsultasi. Dokter dapat mempertimbangkan risiko perubahan pigmentasi dan menentukan rencana perawatan yang lebih sesuai.

Sebelum Memilih Subsisi, Cek Tiga Hal Ini

Pertama, lihat kembali jenis bekas jerawatmu. Kalau yang terlihat hanya noda merah atau cokelat tanpa cekungan, kamu mungkin tidak membutuhkan subsisi. Kalau terdapat rolling scar atau cekungan yang tampak tertarik, barulah prosedur ini layak dibicarakan lebih lanjut.

Kedua, pastikan jerawat aktif sudah ditangani dengan baik. Melakukan prosedur scar ketika wajah masih dipenuhi jerawat inflamasi bukan langkah yang bisa diputuskan hanya berdasarkan keinginan memperbaiki tekstur.

Ketiga, konsultasikan kondisi kulit secara langsung. Eva Mulia Clinic menyediakan Subsisi for Scars Treatment, tetapi keputusan mengenai apakah treatment tersebut sesuai tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan kondisi scar, bukan semata-mata karena kamu melihat harga atau hasil orang lain. (Eva Mulia Clinic)

Kalau kamu baru mulai skincare dan masih ragu apakah yang kamu lihat termasuk bekas jerawat biasa atau acne scar, jangan langsung menambah lima serum sekaligus. Coba perhatikan teksturnya di bawah cahaya samping, apakah ada cekungan yang benar-benar menarik kulit ke bawah, apakah jerawat masih aktif, dan apakah masalah utamanya noda atau perubahan permukaan kulit. Dari situ, konsultasi akan jauh lebih terarah.

Subsisi paling masuk akal ketika masalah yang ingin diperbaiki memang berasal dari jaringan parut yang menarik kulit ke bawah. Kalau bentuk scar berbeda, treatment yang dipilih juga bisa berbeda.

FAQ

1. Apakah subsisi bisa menghilangkan bopeng sampai 100%?

Tidak ada jaminan semua acne scar akan hilang 100%. Hasil bergantung pada jenis, kedalaman, luas, dan respons scar terhadap treatment. Sebagian pasien dapat membutuhkan beberapa sesi atau kombinasi prosedur.

2. Apakah subsisi terasa sakit?

Biasanya area tindakan diberikan anestesi lokal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Setelah tindakan, rasa nyeri atau ngilu dapat muncul sementara, bersama dengan bengkak dan memar.

3. Apakah subsisi bisa dilakukan saat masih jerawatan?

Sebaiknya kondisi jerawat aktif, terutama jerawat yang meradang atau mengalami infeksi, dievaluasi dan dikendalikan terlebih dahulu. Dokter akan menentukan apakah kondisi kulit sudah cukup sesuai untuk tindakan.

4. Berapa kali perlu melakukan subsisi?

Tidak ada jumlah sesi yang berlaku untuk semua orang. Dokter akan menilai respons scar setelah tindakan sebelumnya dan menentukan apakah perlu sesi berikutnya atau kombinasi dengan prosedur lain.

5. Apakah skincare bisa menggantikan subsisi?

Skincare dapat membantu mengontrol jerawat, pigmentasi, dan mendukung kondisi kulit, tetapi tidak dapat secara mekanis memutus jaringan fibrotik yang menarik rolling scar ke bawah. Untuk scar struktural, prosedur seperti subsisi dapat dipertimbangkan setelah evaluasi.

Baca juga:

Similar Posts

Leave a Reply