Apakah Sunscreen Boleh Dipakai di Sore Hari? Ini Waktu yang Tepat untuk Reapply
Eva Mulia Clinic – Pernah merasa sudah memakai sunscreen di pagi hari, lalu bingung apakah perlu menggunakannya lagi saat sore? Pertanyaan seperti “apakah sunscreen boleh dipakai di sore hari?” cukup sering muncul, terutama kalau kamu masih harus bepergian, bekerja di luar ruangan, atau berkendara menjelang malam.
Jawabannya, boleh, bahkan bisa diperlukan, tergantung aktivitas dan paparan sinar matahari yang kamu alami. Sunscreen bukan produk yang hanya digunakan sekali di pagi hari lalu perlindungannya bertahan sepanjang hari.
Paparan sinar ultraviolet (UV) dipengaruhi oleh waktu, lokasi, cuaca, dan aktivitas. Karena itu, memahami kapan harus mengaplikasikan ulang sunscreen akan membantu kamu mendapatkan perlindungan yang lebih konsisten.
Apakah Sunscreen Boleh Dipakai di Sore Hari?
Ya, sunscreen boleh dipakai di sore hari. Jika kamu masih akan berada di luar ruangan dan kulit masih terpapar sinar matahari, penggunaan sunscreen pada sore hari tetap relevan.
WHO menjelaskan bahwa intensitas UV berubah sepanjang hari. Paparan biasanya paling tinggi di sekitar tengah hari, sedangkan pada pagi dan sore hari jumlah UV yang mencapai permukaan bumi cenderung lebih rendah. Namun, rendah bukan berarti selalu nol. Faktor seperti lokasi geografis, musim, ketinggian, kondisi langit, dan indeks UV juga berpengaruh.
Jadi, kalau kamu keluar rumah pukul 15.00 atau 16.00, misalnya untuk olahraga, bekerja, atau perjalanan pulang, sunscreen masih dapat menjadi bagian dari perlindungan kulit.
Hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa lama kamu berada di luar dan berapa tinggi UV Index pada saat itu. WHO merekomendasikan perlindungan dari sinar matahari ketika UV Index berada di angka 3 atau lebih.
Mengapa Sunscreen Perlu Dipakai Ulang?
Sunscreen tidak dirancang untuk memberikan perlindungan yang sama sepanjang hari hanya dari satu kali pemakaian.
Saat beraktivitas, sunscreen dapat berkurang karena keringat, air, gesekan tangan, handuk, masker, atau aktivitas lainnya. Sebagian filter sunscreen juga dapat mengalami perubahan selama terpapar lingkungan dan sinar matahari.
Karena itu, American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan mengaplikasikan ulang sunscreen sekitar setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, serta setelah berenang atau berkeringat banyak.
Artinya, kalau kamu memakai sunscreen pukul 08.00 dan masih berada di luar pada sore hari, mengaplikasikan ulang bisa menjadi langkah yang masuk akal.
Untuk memahami lebih lanjut tentang cara penggunaannya, kamu juga bisa membaca artikel Eva Mulia Clinic tentang urutan menggunakan sunscreen yang benar.
Kapan Sebaiknya Reapply Sunscreen di Sore Hari?
Tidak ada satu jam yang berlaku untuk semua orang. Yang lebih penting adalah melihat aktivitas dan paparan UV.
Jika masih beraktivitas di luar ruangan
Misalnya kamu pulang kerja pukul 16.00, berjalan kaki, mengendarai motor, olahraga, atau melakukan kegiatan outdoor lainnya. Dalam kondisi seperti ini, reapply sunscreen sebelum keluar dapat membantu mempertahankan perlindungan.
Sore hari memang umumnya memiliki intensitas UV lebih rendah dibandingkan sekitar tengah hari, tetapi paparan tetap bisa terjadi. WHO juga menekankan bahwa perlindungan dari matahari tetap perlu disesuaikan dengan UV Index dan kondisi setempat.
Jika banyak berkeringat
Keringat dapat membuat sunscreen berkurang dari permukaan kulit. Jika kamu banyak berkeringat setelah olahraga atau aktivitas outdoor, jangan hanya mengandalkan waktu dua jam sebagai patokan.
AAD menyarankan sunscreen diaplikasikan ulang setelah berenang atau berkeringat. Untuk produk yang memiliki klaim water resistant, perhatikan juga durasi perlindungan terhadap air yang tercantum pada label.
Jika hanya berada di dalam ruangan
Kebutuhannya bisa berbeda. Kalau sejak pagi kamu berada di dalam ruangan dan sore hari tidak berencana keluar atau mendapatkan paparan matahari langsung, kamu mungkin tidak perlu otomatis mengoleskan sunscreen hanya karena sudah memasuki sore.
Namun, keputusan tetap bergantung pada kondisi aktivitas, paparan melalui area terbuka seperti jendela, serta rekomendasi produk yang kamu gunakan.
Apakah Sunscreen Sore Hari Bisa Membuat Kulit Berjerawat?
Tidak otomatis. Jerawat setelah menggunakan sunscreen dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti formula produk, tekstur yang terlalu berat untuk kulitmu, penggunaan produk yang terlalu banyak, atau ketidaksesuaian dengan kondisi kulit.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa sunscreen sore hari menyebabkan jerawat.
Jika kulitmu cenderung berminyak atau mudah berjerawat, kamu bisa mempertimbangkan sunscreen dengan tekstur yang nyaman dan sesuai kebutuhan kulit. Perhatikan juga label produk dan bagaimana reaksi kulit setelah pemakaian rutin.
Yang tidak kalah penting, jangan mengoleskan sunscreen secara berlebihan dengan harapan perlindungannya menjadi berkali-kali lipat. Perlindungan sunscreen sangat dipengaruhi oleh jenis produk, jumlah penggunaan, cara aplikasi, dan frekuensi reapply.
Bagaimana Memilih Sunscreen untuk Dipakai Setiap Hari?
Untuk penggunaan harian, AAD merekomendasikan sunscreen dengan broad spectrum, SPF 30 atau lebih, dan water resistant terutama jika aktivitas membuat kamu berkeringat atau terkena air. Broad spectrum berarti produk memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB.
1. Pilih SPF yang sesuai
SPF terutama menggambarkan tingkat perlindungan terhadap UVB. SPF 30 merupakan salah satu pilihan yang umum direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, SPF yang lebih tinggi bukan berarti kamu bisa berada di bawah matahari lebih lama tanpa reapply. AAD menegaskan bahwa sunscreen dengan SPF tinggi tetap perlu diaplikasikan ulang sesuai kebutuhan.
2. Perhatikan perlindungan UVA dan UVB
Jangan hanya melihat angka SPF. Jika memungkinkan, pilih produk yang mencantumkan broad spectrum, sehingga perlindungannya mencakup UVA dan UVB.
UVA berperan dalam penuaan kulit dan dapat berkontribusi terhadap munculnya perubahan pigmentasi, sedangkan UVB merupakan penyebab utama sunburn. Keduanya berhubungan dengan risiko kerusakan kulit akibat paparan berlebihan.
3. Sesuaikan dengan kondisi kulit
Kulit berminyak, kering, sensitif, atau mudah berjerawat bisa membutuhkan karakteristik sunscreen yang berbeda.
Kalau setelah memakai produk tertentu kulit terasa perih, semakin berminyak, muncul beruntusan, atau mengalami iritasi yang menetap, sebaiknya evaluasi kembali produknya. Bila keluhan terus berlanjut, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan pilihan yang lebih sesuai.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Sunscreen
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah memakai sunscreen hanya ketika matahari terasa terik. Padahal, kondisi panas tidak selalu menggambarkan tingkat radiasi UV.
Kesalahan lainnya adalah menganggap satu kali pemakaian pada pagi hari sudah cukup untuk aktivitas sepanjang hari. Jika kamu masih berada di luar ruangan, sunscreen perlu diaplikasikan ulang secara berkala.
Ada juga yang melupakan area seperti telinga, leher, dan bagian kulit lain yang tidak tertutup pakaian. Padahal area tersebut juga dapat terkena paparan matahari.
Selain sunscreen, perlindungan fisik tetap penting. Berteduh, menggunakan pakaian yang menutupi kulit, topi bertepi lebar, dan kacamata dengan perlindungan UV dapat membantu mengurangi paparan.
Eva Mulia Clinic juga membahas beberapa cara perlindungan tambahan dalam artikel proteksi dari sinar UV selain sunscreen.
Jadi, Perlukah Pakai Sunscreen Lagi di Sore Hari?
Kuncinya bukan pada kata “sore”, tetapi pada paparan sinar UV dan aktivitasmu.
Kalau kamu masih akan keluar rumah dan UV Index cukup tinggi, reapply sunscreen sebelum beraktivitas dapat membantu menjaga perlindungan kulit. Jika kamu banyak berkeringat atau terkena air, reapply dapat dilakukan lebih cepat sesuai petunjuk pada produk.
Sebaliknya, jika sore hari kamu sudah berada di dalam ruangan dan tidak lagi terpapar matahari secara signifikan, kebutuhan reapply bisa berbeda.
Jadi, jangan menjadikan jam sebagai satu-satunya patokan. Perhatikan aktivitas, durasi berada di luar, kondisi lingkungan, dan UV Index.
Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter Kulit?
Penggunaan sunscreen merupakan bagian dari perawatan kulit sehari-hari, tetapi sunscreen bukan solusi untuk semua masalah kulit.
Kalau kamu mengalami jerawat yang terus muncul, flek atau perubahan warna kulit yang menetap, kemerahan, rasa perih, atau iritasi setelah menggunakan produk tertentu, sebaiknya jangan terus mencoba banyak produk secara bersamaan.
Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan perawatan yang lebih sesuai. Terutama jika kamu sedang menjalani treatment seperti laser, peeling, atau prosedur tertentu, dokter dapat memberikan panduan mengenai perlindungan matahari yang sesuai dengan kondisi kulitmu.
Kesimpulan
Apakah sunscreen boleh dipakai di sore hari? Jawabannya boleh, terutama jika kamu masih beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar UV. Reapply sunscreen bukan berarti harus selalu dilakukan hanya karena waktu sudah sore, tetapi perlu disesuaikan dengan aktivitas, paparan matahari, keringat, air, dan UV Index.
Untuk perlindungan sehari-hari, pilih sunscreen broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih, gunakan dengan jumlah yang cukup, lalu aplikasikan ulang ketika diperlukan. Jangan lupa, sunscreen sebaiknya menjadi salah satu bagian dari perlindungan matahari, bukan satu-satunya langkah.
Kalau kamu masih bingung menentukan sunscreen yang sesuai dengan kondisi kulitmu atau memiliki keluhan kulit yang menetap, memahami kondisi kulit terlebih dahulu bisa menjadi langkah yang lebih baik sebelum menambah produk atau melakukan treatment.
FAQ
1. Apakah sunscreen boleh dipakai sore hari?
Boleh. Jika kamu masih terpapar sinar matahari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, penggunaan atau reapply sunscreen pada sore hari tetap relevan.
2. Apakah sunscreen perlu di-reapply setiap dua jam?
Jika kamu berada di luar ruangan, AAD merekomendasikan reapply sekitar setiap dua jam. Sunscreen juga sebaiknya diaplikasikan ulang setelah berenang atau berkeringat.
3. Apakah jam 5 sore masih perlu sunscreen?
Tergantung kondisi. Jika matahari masih memberikan paparan UV dan kamu akan berada di luar ruangan, sunscreen masih dapat digunakan. Cek UV Index di lokasi kamu untuk mendapatkan gambaran tingkat paparan UV.
4. Apakah sunscreen tetap diperlukan saat mendung?
Paparan UV tidak selalu hilang ketika langit mendung. WHO menjelaskan bahwa UV dapat tetap mencapai permukaan bumi dalam kondisi berawan, sehingga perlindungan perlu disesuaikan dengan UV Index dan aktivitas.
5. Apakah sunscreen bisa menyebabkan jerawat?
Sunscreen tidak otomatis menyebabkan jerawat. Reaksi kulit dapat dipengaruhi oleh formula produk, kondisi kulit, tekstur, serta faktor lainnya. Jika muncul keluhan yang menetap setelah menggunakan sunscreen, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.