image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia Clinic - radikal bebas

Ketahui Bahaya Radikal Bebas dan Cara Mengatasinya

Eva Mulia Clinic – Sebagian besar masyarakat mungkin pernah mengenal radikal bebas. Radikal bebas merupakan zat yang berasal dari luar tubuh yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Padahal radikal bebas juga merupakan dari proses alami yang terjadi di dalam tubuh.

Apa Itu Radikal Bebas?

Saat tubuh menggunakan oksigen, sekitar 1-2 persen sel-sel akan menjadi rusak yang kemudian menjadi radikal bebas. Bukan hanya merusak sel lain, radikal bebas juga bisa merusak DNA yang menjadi benih tumbuhnya penyakit.

Radikal bebas sering dikaitkan dengan penyakit manusia, seperti aterosklerosis, kanker, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer. Zat yang dihasilkan radikal bebas bisa ditemukan dalam makanan, obat-obatan, udara yang Anda hirup, hingga air yang Anda minum.

Selain itu radikal bebas juga memiliki satu elektron dan akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh. Ketika molekul tersebut ditarik maka akan berubah menjadi radikal bebas. Banyaknya radikal bebas di dalam tubuh inilah yang menjadi penyebab kerusakan sel.

Jika radikal bebas dalam tubuh semakin banyak tentu membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Ini adalah kondisi di mana pertahanan antioksidan kalah jumlah dibanding radikal bebas.

Bahaya Radikal Bebas

Radikal bebas dan antioksidan yang seimbang dalam tubuh sangat dibutuhkan agar fungsi fisiologis bisa berjalan dengan baik. Namun, bila kadar radikal bebas melampaui kemampuan tubuh untuk mengelolanya, maka akan timbul kondisi yang disebut stres oksidatif. Sehingga, radikal bebas bisa menyerang dan menyebabkan kerusakan pada berbagai sel tubuh. Asam nukleat, lipid, dan protein merupakan unsur-unsur yang bisa terkena dampaknya. Berikut adalah beberapa bahaya radikal bebas yang bisa terjadi pada tubuh:

1. Menimbulkan stres oksidatif

Gangguan radikal bebas yang harus diwaspadai adalah stres oksidatif. Beberapa gangguan yang bisa terjadi adalah stroke, hipertensi, tukak lambung, radang sendi, Alzheimer, hingga Parkinson. Selain itu, radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

2. Masalah pada kulit

Apa hubungannya radikal bebas dengan kulit? Penjelasannya yaitu pada saat elektron mencoba menyeimbangkan dirinya dengan mengambil elektron ekstra dari atom yang ada di kulit. Ketika atom diambil dari sel kulit, saat itulah terjadi kerusakan pada DNA kulit. Kerusakan ini dapat merusak atau mempercepat penuaan pada kulit. Tanda kulit yang terkena radikal bebas adalah mengalami perubahan warna kulit, muncul bintik cokelat, menurunnya elastisitas kulit muncul kerutan pada kulit dengan cepat.

3. Kerusakan sel

Pada umumnya, sel jaringan organ tubuh memiliki kemampuan untuk menangkal serangan radikal bebas. Namun seiring peningkatan usia, degradasi alami dan rangsangan untuk membentuk radikal bebas dari lingkungan, kerusakan jaringan oleh radikal bebas tidak bisa dihindari. Seperti paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel-sel kulit. Selain itu, radikal bebas juga dapat menyerang organ dalam seperti paru-paru akibat radikal bebas dari rokok.

4. Penyempitan pembuluh darah

Penyebab kematian utama dari radikal bebas adalah aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah oleh plak. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari zat lemak, fibrin (zat dalam darah), kolesterol, dan kalsium.

5. Penyakit kronis

Karena penyakit yang disebabkan radikal bebas bersifar kronis, sehingga dibutuhkan bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit kronis tersebut adalah katarak, jantung, menurunnya fungsi ginjal dan kanker.

6. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan ini merupakan bagian dari proses terjadinya penuaan, seperti hilangnya elastisitas jaringan kolagen dan otot yang membuat kulit tampak keriput, atau muncul bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel.

Cara Mengatasi Radikal Bebas

Penanganan radikal bebas yang paling penting itu adalah antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang mampu melindungi sel-sel tubuh Anda dari efek buruk radikal bebas. Nah salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur. Dengan mengkonsumsi buah dan sayur mampu memperlambat dan mencegah proses oksidasi.

Komponen kimia yang bekerja sebagai antioksidan yaitu senyawa golongan polifenolik dan fenolik. Senyawa tersebut banyak ditemukan pada tumbuh-tumbuhan dan sumber makanan yang mengandung vitamin C, E dan karotenoid.

Meskipun makanan yang kaya akan antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas, bu bukan berarti dapat langsung dapat mencegah semua penyakit dari radikal bebas. Manfaat ini bisa lebih maksimal jika disertai dengan rutin berolahraga, istirahat cukup dan tidak merokok.

Baca juga: 7 Manfaat Kopi untuk Kecantikan Kulit Wajah

 

Leave a Reply