Yuk, kenali Jenis dan Ciri-Ciri Infeksi Jamur Kulit!

eva mulia – Tahukah Anda jika ada beberapa jenis jamur yang hidup dikulit? Jamur tersebut memiliki jumlah yang sangat sedikit sehingga tidak menimbulkan masalah. Namun, sewaktu-waktu jamur bisa berkembang biak dengan aktif dan menyebabkan infeksi. Sayangnya, banyak orang yang sadar bahwa mereka mengalami kondisi ini. Penasaran seperti apa ciri-ciri infeksi jamur pada kulit? Yuk simak ulasan berikut ini!

Jenis Infeksi Jamur Kulit

Jamur bisa hidup dimana saja, seperti di tanah, udara, dan air. Bahkan bagian terluar tubuh Anda juga bisa dengan mudah ditumbuhi jamur. Jumlah jamur yang ada di kulit awalnya hanya sedikit. Tetapi, karena aktivitas tertentu, masalah kesehatan, dan kebersihan diri yang kurang dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur jadi tidak terkendali. Akibatnya, jamur dapat dengan mudah menginfeksi kulit Anda.

Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur antara lain:

  • Kurap (Tinea Corporis): Infeksi jamur pada kulit yang biasanya muncul sebagai bercak merah yang gatal dan bersisik. Bercak ini dapat berkembang menjadi lingkaran yang lebih besar dan dapat terjadi di area tubuh mana pun, termasuk lengan, kaki, atau tubuh bagian tengah.
  • Kurap Leher (Tinea Versicolor): Infeksi jamur ini menyebabkan munculnya bercak putih, merah, atau coklat di kulit yang terutama terlihat di leher, punggung, dada, dan lengan. Bercak tersebut sering kali tidak gatal, tetapi dapat menyebabkan perubahan warna kulit yang tidak merata.
  • Kurap Selangkangan (Tinea Cruris): Juga dikenal sebagai kurap selangkangan atau jock itch, infeksi ini biasanya terjadi pada area lipatan kulit di selangkangan dan pangkal paha. Gejala termasuk ruam merah yang gatal, bersisik, dan terkadang berbentuk lingkaran.
  • Kurap Kaki (Tinea Pedis): Infeksi jamur yang mempengaruhi kulit kaki, terutama di antara jari-jari kaki. Gejalanya meliputi kulit pecah-pecah, gatal, kemerahan, dan kadang-kadang dapat terbentuk lepuh atau luka yang bernanah.
  • Kandidiasis Kulit (Cutaneous Candidiasis): Infeksi jamur yang disebabkan oleh ragi Candida. Biasanya terjadi di area yang lembap, seperti lipatan kulit, selangkangan, bawah payudara, atau area popok pada bayi. Gejalanya meliputi ruam merah, gatal, dan lembap.
  • Panu (Pityriasis Versicolor): Infeksi jamur yang disebabkan oleh Malassezia. Biasanya menyebabkan munculnya bercak-bercak putih, merah, atau coklat pada kulit yang terutama terlihat di lengan, dada, punggung, atau leher. Bercak tersebut sering kali tidak gatal dan dapat mempengaruhi perubahan warna kulit.

Penting untuk diingat bahwa hanya dokter atau dermatologis yang dapat memberikan diagnosis yang akurat berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Jika Anda mengalami gejala infeksi jamur kulit, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Ciri-Ciri Infeksi Jamur Dikulit

jamur kulit

Meskipun beberapa jamur yang menyebabkan infeksi itu berbeda-beda. Tetapi, gejala yang di timbulkan tidak berbeda jauh. Berikut ciri-ciri infeksi jamur pada kulit yang harus Anda waspadai, antara lain:

1. Kulit Terasa Gatal

Setiap orang pasti pernah merasa gatal, bahkan saat kulit Anda tidak bermasalah. Kulit gatal terjadi karena adanya reaksi tubuh pada zat asing yang mengenai kulit. Tetapi, rasa gatal akibat infeksi jamur akan berbeda dengan gatal biasa. Anda mungkin akan merasa sangat terganggu dengan rasa gatal yang muncul akibat infeksi jamur.

2. Muncul Ruam Dikulit

Munculnya kulit gatal dapat membuat Anda gerah karena ingin terus menggaruknya. Dalam beberapa hari, rasa gatal tersebut akan menimbulkan ruam pada kulit. Namun, biasanya ruam yang timbul akibat infeksi jamur sangat khas dan bisa dibedakan jika diperhatikan dengan baik.

Misalnya ruam dari kurap akan terlihat seperti berbentuk seperti cincin, didalamnya berwarna putih bersisik dan bagian yang melingkarinya berwarna merah. Sedangkan tinea curis akan menimbulkan ruam merah dan berbentuk lingkaran yang sedikit menonjol. Dan untuk ruam akibat kutu air menyebabkan kulit merah dan melepuh.

3. Perubahan Tekstur Kulit

Seiring waktu ruam kulit akan mengubah tektur kulit. Anda akan merasakan kulit yang terinfeksi terasa lebih lunak, kering, bersisik, menonjol (melenting), atau mengelupas. Selain gatal dan kemerahan, bagian kulit yang terinfeksi juga terasa panas.

Cara Mengobati Penyakit Akibat Jamur

Untuk mengobati penyakit kulit akibat jamur, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Konsultasikan dengan dokter: Penting untuk mengunjungi dokter atau dermatologis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Mereka dapat memberikan saran pengobatan yang sesuai dengan jenis jamur kulit yang Anda alami.
  2. Obat topikal: Dokter mungkin akan meresepkan krim, salep, atau lotion antijamur untuk mengobati infeksi kulit. Terapkan obat tersebut sesuai dengan petunjuk yang diberikan dan pastikan untuk membersihkan area kulit terlebih dahulu sebelum mengoleskan obat.
  3. Kebiasaan kebersihan yang baik: Jaga kebersihan kulit dengan mencuci area yang terinfeksi secara teratur. Gunakan sabun antijamur yang direkomendasikan oleh dokter dan pastikan untuk mengeringkan area kulit dengan baik setelah mencuci.
  4. Hindari membagi barang-barang pribadi: Jangan berbagi handuk, pakaian, alat cukur, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain. Hal ini dapat mencegah penyebaran jamur ke orang lain atau ke bagian lain tubuh Anda.
  5. Ganti pakaian secara teratur: Gunakan pakaian bersih setiap hari, terutama pakaian dalam dan kaus kaki. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat atau terlalu lembab karena jamur biasanya berkembang biak di lingkungan yang lembap.
  6. Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat: Beberapa produk perawatan kulit seperti pelembap atau bedak tertentu mungkin memperburuk infeksi jamur. Konsultasikan dengan dokter atau dermatologis mengenai produk apa yang aman untuk digunakan.
  7. Perubahan gaya hidup: Beberapa perubahan gaya hidup sederhana juga dapat membantu mempercepat pemulihan, seperti menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga kekebalan tubuh yang baik.

Selalu ingat untuk mengikuti instruksi dokter dan jangan ragu untuk menghubungi mereka jika gejala tidak membaik atau mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah menggunakan obat.

Baca juga: Cara Menghilangkan Jerawat Dengan Cuka Apel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *