Perbedaan Toner dan Astringent

Sekilas Terlihat Sama, Inilah Perbedaan Toner dan Astringent

Eva Mulia Clinic – Perbedaan Toner dan Astringent – Dalam dunia skincare, toner tentunya sudah tidak asing lagi didengar telinga. Pasalnya, toner kerap kali menjadi produk yang digunakan setelah membersihkan wajah, dengan peran utama untuk mengangkat kotoran atau makeup yang masih tersisa di area wajah, mengembalikan kelembapan kulit, menyeimbangkan pH serta membantu proses penyerapan skincare berikutnya.

Perbedaan Toner dan Astringent

Perbedaan Toner dan Astringent

Perbedaan utama toner dan astrigent terletak pada kandungannya. Umumnya, toner terbuat dari bahan dasar air yang diformulasikan dengan glycerin serta humectant lainnya yang bermanfaat untuk menghidrasi kulit. Selain itu, toner juga biasanya diperkaya dengan kandungan ekstrak tumbuhan, anti-oksidan, dan anti aging untuk membantu melembutkan sekaligus mencerahkan kulit.

Berkat kandungannya, toner dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Tetapi yang paling sering ditujukan untuk kulit normal, kering dan sensitif.

Sebaliknya, astringent umumnya terbuat dari bahan dasar alkohol yang diformulasikan untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit. Selain itu, astringent juga biasanya mengandung salicylic acid untuk melawan jerawat dan komedo.

Oleh karena kandungan inilah, astrigent kerap kali disebut dengan kandungan yang lebih keras dan cenderung dapat membuat kulit terasa lebih kering, sehingga lebih ditujukan unutk pemilik kulit kombinasi atau berminyak.

Baik toner maupun astringent, keduanya sama-sama digunakan setelah membersihka wajah dan sebelum menggunakan pelembab. Untuk menggunakannya, kamu hanyalah perlu menuangkan produk secukupnya pada kapas, lalu aplikasikan pada wajah hingga leher. Beberapa jenis toner juga bisa diaplikasikan secara langsung menggunakan tangan, atau bahkan dengan cara disemprotkan pada wajah.

Meskipun astringent sebenarnya tidak bisa dibilang dapapt menutup pori-pori, namun beberapa kandungan toner atau astringent dapat membantu membuat pori-pori tampak lebih samar, karena kerjanya yang efektif dalam membersihkan kotoran dan minyak yang menyumbat pori-pori.

Efek Setelah Memakai Toner dan Astringent

Memakai toner tentunya memiliki banyak kelebihan dan menikmati sebagian besar efek positif. Toner mampu membersihkan secara maksimal tanpa harus membuat kulit menjadi kering. Biasanya, toner disertai dengan bahan herbal seperti lemon, mentimun dan lain sebagainya yang dapat membantu melawan radikal bebas. Toner juga dapat menjaga pH balance karena rendahkandungan asamnya, sehingga kulit tidak mudah mengelupas.

Berbeda dengan astringent yang umumnya deep cleansing serta membersihkan sampai kedasar pori-pori. Astringent juga mampu memberikan rasa kesat dan mengurangi kelebihan minyak di wajah. Selain itu, astringent juga akan memberikan rasa yang ketat pada kulit wajah.

Agar penggunaannya tepat, lebih baik sesuaikan dengan memilih astringent atau toner yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit. Manfaatnya akan lebih banyak terasa jika kamu memilih sesuai dengan jenis yang tepat.

Apapun jenis penyegar yang bisa kamu pilih, astrigent atau toner tetap perlu diperhatikan penggunaannya. Nah, berikut ini adalah beberapa tips menggunakan astrigent dan toner yang perlu kamu ketahui.

Tips Pemakaian Astringent dan Toner

Perbedaan Toner dan Astringent
  • Pastikan tangan telah dalam keadaan bersih ketika menggunakan kedua produk ini.
  • Aplikasikan astrigent dan toner pada wjah dengan menggunakan kapas. Pilihlah kapas dengan kualitas yang baik, sehingga tidak akan menimbulkan iritasi pada wajah.
  • Gunakan astringent dan toner setelah menggunakan susu pembersih dan setelah itu, dilanjutkan dengan pemakaian pelembab.
  • Sebaiknya, hentikan pemakaian astringent dan toner jika terdapat luka di wajah.
  • Hentikan pemakaian astringent dan toner jika kamu mengalmai iritasi, bisa jadi dikarenakan tidak cocok dengan produk tersebut.

Akhir-akhir ini, penggunaan alkohol pada kosmetik sangat dihindari karena sifatnya yang bisa membuat kulit menjadi kering dan iritasi. Tetapi masih terdapat beberapa produk lokal yang memproduksi astringent dengan kandungan alkohol. Tinggal kamunya saja yang memutuskan kembali, mana yang hendak kamu gunakan.

Jika kamu memutuskan untuk menggunakan toner, jangan lupa untuk mengetahui bagaimana cara memilih toner yang tepat. Pemilihan face toner juga sama halnya dengan memilih produk perawatan kulit yang lain, yakni harus disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit. Karena berbeda jenis kulit, maka akan berbeda pula zat atau kandungan yang diperlukan.

Jika kamu adalah pemilik jenis kulit kering dan normal, maka pilihlah face toner yang mengandung Hyaluronic Acid dan hindari face toner yang mengandung alkohol denat karena dapat membuat kulit menjadi semakin kering.

Sedangkan untuk pemilik kulit berminyak, maka pilihlah face toner yang diformulasikan untuk membantu mencegah produksi minyak berlebih pada wajah. Selain itu, hindari juga menggunakan face toner dengan kandungan astringent yang tinggi dan alkohol tinggi. Pasalnya, kandungan astringen yang tinggi biasanya akan membuat kulit terasa putih.

Face toner baru bisa digunakan setelah membersihkan wajah, baik setelah menggunakan makeup ataupun tidak menggunakan make up. Urutan yang baik dalam penggunaan toner yaitu membersihkan wajah menggunakan pembersih wajah atau makeup, setelah itu cuci menggunakan sabun wajah, kemudian aplikasikan face toner pada wajah.

Cara menggunakan face toner yakni dengan menuangkannya pada kapas terlebih dahulu, kemudian aplikasikan pada wajah dengan cara ditepuk-tepuk. Setelah menggunakan toner, barulah mengoleskan pelembab untuk memberi nutrisi pada wajah. Sama halnya seperti produk skincare pada umumnya, efek yang dirasakan setiap orang bisa saja berbeda-beda. Oleh sebab itu, jika kamu mengalami iritasi atau merasa tidak cocok setelah memakai produk tertentu, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *