image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - Klinik Evamulia - Perawatan Wajah - Pengertian Jerawat - Cara Mengatasi Jerawat - Penyebab Jerawat - Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung dan dada.

Jerawat

Eva Mulia Klinik Evamulia Perawatan WajahPengertian Jerawat – Cara Mengatasi Jerawat – Penyebab Jerawat – Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung dan dada.

Meskipun jerawat dpat dialami oleh siapa saja, namun lebih dominan terjadi pada masa puber, yaitu pada remaja usia 1–13 tahun, dan semakin buruk pada mereka dengan kulit berminyak. Jerawat pada remaja umumnya kan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Akan tetapi, masih ada beberapa orang yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun.

Gejala Jerawat

Jerawat dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, akan tetapi umumnya muncul di wajah, leher, dada, bahu dan punggung. Gejala jerawat adalah munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam, merah atau putih. Komedo hitam adalah bintik hitam yang muncul pada permukaan kulit.

Bintik hitam tersebut bukan berasal dari kotoran, akan tetapi karena terpapar dengan oksigen di udara. Sedangkan komedo putih terletak di bawah permukaan kulit dan memiliki tekstur lebih keras. Selain komedo hitam dan putih, ada juga bentuk jerawat yang dipengaruhi oleh peradangan, seperti:

  • Pustula: Benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah
  • Papula: Benjolan kecil kemerahan yang biasanya menyakitkan
  • Nodula: Benjolan keras yang terbentuk dibawah permukaan kulit dan terkadang terasa menyakitkan.
  • Kista: Benjolan besar yang berisi nanah yang rasanya menkitkan, sama seperti nodul, kista juga terbentuk di bawah permukaan kulit.

Penyebab Jerawat

  • Produksi Sebum Berlebihan: Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering
  • Sumbatan Folikel Rambut: Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum
  • Bakteri: Jenis bakteri propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan
  • Hormon: Aktivitas hormon androgen berlebihan dapat menyebabkan jerawat

Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang pustula, papula, nodula atau kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit.

Faktor Resiko Jerawat

  • Perubahan Hormon: 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tigabulan pertama masa kehamilan atau akibat PCOS.
  • Masa Puberitas: Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit.
  • Keturunan: Seorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih beresiko mengalami jerawat.
  • Gesekan Kulit Dengan Benda: Contohnya jerawat di wajah terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian terlalu ketat dibagian kerah, atau punggung.
  • Stres: Meski stres tidak menyebabkan jerawat, namun dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
  • Konsumsi Obat-obatan: Seperti penggunaan litium, kortikosteroid atau obat antikejang.
  • Penggunaan Kosmetik.
  • Merokok.

Mengobati Jerawat

Pengobatan jerawat bisa membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami. Untuk jerawat ringan yang berupa bintik bintik atau komedo, penanganannya cukup dengan krim atau gel dengan kandungan benzoyl peroxide yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

  • Antibiotik topikal

Antibiotik topikal membunuh bakteri yang menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Obat ini berbentuk cairan atau gel yang dioleskan pada jerawat selama 6-8 minggu.

  • Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide berfungsi sebagai antiseptik, yang dapat membunuh bakteri di permukaan kulit. Zat ini membantu mengurangi komedo dan mengatasi radang. Benzoil peroksida berbentuk gel atau krim, dan digunakan pada wajah yang berjerawat, 20 menit sehabis cuci muka.

  • Retinoid topikal

Retinoid topikal bekerja dengan membuang sel kulit yang mati di permukaan kulit, hingga tidak menyumbat folikel rambut. Jenis retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat adalah tretinoin topikal dan adapalene. Obat ini digunakan sekali sehari tiap sebelum tidur.

  • Asam azelaic

Asam azelaic bekerja dengan membuang sel kulit mati dan membunuh bakteri. Obat ini dapat digunakan bila pasien yang merasa iritasi akibat pemakaian retinoid topikal atau benzoyl peroxide.

  • Antiandrogen

Apabila jerawat tidak bisa ditangani dengan antibiotik, dokter bisa memberikan antiandrogen. Obat ini bekerja dengan menjaga efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Obat antiandrogen adalah spironolactone.

  • Terapi hormon

Terapi hormon bisa berdampak positif pada wanita berjerawat, sepertibila jerawat datang selama masa menstruasi, atau berhubugan dengan gangguan hormon seperti PCOS. Dokter akan menganjurkan untuk konsumsi pil KB kombinasi. Umumnya jerawat akan hilang meski butuh waktu hingga 1 tahun.

  • Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat jerawat berbentuk tablet, yang memiliki sejumlah manfaat seperti mencegah tersumbatnya folikel rambut, mengurangi jumlah bakteri di kulit, membantu mengontrol sebum, serta mengurangi kemerahan dan bengkak di dekat jerawat.

Mengatasi Jerawat Non Obat

Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara mengatasi jerawat, yang bisa dilakukan tanpa atau dengan disertai konsumsi obat seperti:

  • Chemical Peel: Pada prosedur ini, kulit yang berjerawat akan dikelupas agar tumbuh lapisan kulit baru. Pada prosesnya, pelling melibatkan bahan kimia seperti asam glikolat, asam salisilat atau asam retinoat.
  • Terapi Laser Dan Fotodinamik: Adalah penanganan jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi produksi minyak do kulit, dengan menembakan laser pada kulit yang berjerawat.
  • Suntik Kortikosteroid: Nodul dan kista dapat diatasi dengan menyuntikan kortikosteroid langsung kepada kulit yang berjerawat. Terapi kortikosteroid dapat mengatasi jerawat dengan cepat tanpa rasa nyeri.
  • Ekstraksi Komedo: Pada tahap ini, dokter menggunakan alat khusus untuk mencabut komedo yang tidak hilang dengan obat topikal. Terapi ini dapat menimbulkan bekas luka.

Perawatan Pendukung Mengatasi Jerawat

  • Kurangi membasuh wajah yang berjerawat tidak lebih dari dua kali per hari, karena dapat menyebabkan iritasi. Gunakan air hangat dan sabun berbahan lembut saat mencuci wajah.
  • Jangan pernah memencet jerawat, termasuk komedo. Tindakan tersebut akan memperburuk keadaan serta meninggalkan bekas.
  • Pilih produk kosmetik berbahan dasar air, dan berlabel non-comedogenic.
  • Hindari penggunaan kosmetik atau makeup terlampau tebal. Serta jangan lupa mencuci kosmetik dari wajah sampai benar-benar bersih, sebelum tidur.
  • Untuk menjaga kelembapan kulit, gunakan pelembap berbahan dasar air tanpa ekstra pewangi.
  • Selain itu, jaga kebersihan rambut dan cegahlah helai rambut jatuh ke wajah.
  • Segera mandi sesudah melakukan aktivitas/kegiatan yang membuat Anda berkeringat, seperti berolahraga.

Komplikasi Jerawat

Jaringan parut atau bekas luka jerawat yang sering disebut bopeng adalah komplikasi jerawat yang umum terjadi. Meski semua jenis jerawat dapat menimbulkan bopeng, akan tetapi yang lebih sering meninggalkan bekas adalah jerawat bentuk nodul dan kista. selain itu itu, bopeng dapat timbul akibat memecahkan jerawat dengan sengaja.

Ada 3 jenis jaringan parut pada permasalahan jerawat. Pertama, jaringan parut berupa lubang kecil dan dalam di permukaan kulit, seperti ditusuk dengan jarum (ice pick scars). Kedua, jaringan parut yang terbentuk di bawah permukaan kulit, sehingga membuat kulit tidak rata (rolling scars). Ketiga, jaringan parut yang berbentuk lonjong dan boxcar scars.

Terapi laser

Prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati bekas luka jerawat yang ringan dan menengah. Pengobatan laser dibagi menjadi dua, yaitu penyembuhan laser ablatif dan nonablatif.

Dermabrasi

Dermabrasi dilakukan dengan mengangkat lapisan luar kulit menggunakan laser atau sikat kawat khusus. Biasanya kulit pasien akan kemerahan dan terasa sakit selama beberapa bulan setelah menjalani perawatan ini, sebelum hasilnya terlihat.

Subcision

Dalam bentuk ini, dokter akan memisahkan lapisan luar kulit dari jaringan parut yang ada di bawahnya. Pemisahan ini akan membuat darah menggumpal di area itu dan membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat yang akan meratakan jaringan parut dengan permukaan kulit.

Punch technique

Selanjutnya ada bentuk pemulihan jerawat yang dinamakan punch technique. Biasanya cara ini digunakan untuk menangani jaringan parut jenis ice pick dan boxcar. Ada tiga jenis Punch Technique: Punch elevation, Punch excision dan Punch grafting.

Inilah beberapa informasi pengertian jerawat, cara mengatasi jerawat, hingga penyebab jerawat. Untuk perawatan wajah lainnya, baca juga Cara Mengatasi Infeksi Jamur Kulit atau Perawatan Wajah Chemical Peeling Adalah.

1 Comment

Leave a Reply