Slugging Skincare Aman untuk Kulit Apa? Tren TikTok yang Perlu Dipahami Dulu
Eva Mulia Clinic – Slugging sempat ramai di TikTok dan media sosial. Caranya sederhana: setelah rutinitas skincare malam, oleskan lapisan tebal petroleum jelly atau salep oklusif lain ke wajah, lalu biarkan semalaman. Tujuannya mengunci kelembapan dan membantu memperbaiki skin barrier.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, slugging skincare aman untuk kulit apa? Tidak semua jenis kulit cocok. Bagi sebagian orang teknik ini menenangkan dan melembapkan, tapi bagi yang lain justru memicu komedo atau jerawat. Memahami cara kerjanya dan siapa yang paling diuntungkan membantu menghindari hasil yang tidak diinginkan.
Apa Sebenarnya Slugging Itu?
Slugging memanfaatkan bahan oklusif, biasanya petroleum jelly (petrolatum). Bahan ini membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang mengurangi penguapan air (transepidermal water loss). Kelembapan yang sudah ada di dalam kulit atau dari pelembap sebelumnya tetap terjebak, sehingga kulit terasa lebih lembut di pagi hari.
Teknik ini bukan inovasi baru. Dokter kulit sudah lama merekomendasikan petrolatum untuk kulit sangat kering, eksim, atau setelah prosedur yang mengganggu barrier. Yang membuatnya viral adalah cara penyajian di media sosial yang terlihat mudah dan murah.
Yang perlu diingat: petrolatum sendiri bersifat non-comedogenic. Masalah muncul jika lapisan oklusif menutupi kulit yang belum bersih, mengandung sebum berlebih, atau produk aktif yang iritatif. Lingkungan lembap di bawah lapisan tersebut bisa memperburuk kondisi tertentu.
Manfaat yang Bisa Diraskan
Pada kulit yang benar-benar kering atau barrier-nya terganggu, slugging membantu mengurangi rasa kencang, mengelupas, dan iritasi. Kulit yang sedang dalam fase perbaikan setelah peeling, laser, atau penggunaan retinoid agresif sering merasa lebih nyaman dengan lapisan oklusif di malam hari.
Bahan oklusif juga melindungi dari iritan eksternal saat tidur. Beberapa orang dengan eksim atau dermatitis atopik merasakan pengurangan rasa gatal setelah rutin melakukan slugging di area yang kering.
Namun manfaat ini paling terasa jika dilakukan pada kulit yang sudah dibersihkan dengan baik dan hanya memakai pelembap ringan di bawahnya. Tidak ada bukti bahwa slugging secara aktif “memperbaiki” barrier dengan cara yang sama seperti ceramide atau lipid alami. Ia lebih berperan sebagai pelindung sementara.
Slugging Skincare Aman untuk Kulit Apa?
Kulit kering dan dehidrasi
Ini kelompok yang paling cocok. Barrier yang lemah membuat air mudah menguap. Lapisan oklusif membantu mempertahankan kelembapan semalaman.
Kulit normal hingga kombinasi yang sedang mengalami kekeringan sementara
Misalnya setelah cuaca dingin, penggunaan acid, atau perjalanan jauh. Bisa dicoba 1–2 kali seminggu di area yang kering saja.
Kulit berminyak, kombinasi berminyak, atau berjerawat
Biasanya tidak direkomendasikan. Lapisan oklusif bisa memerangkap sebum dan bakteri di dalam pori, sehingga memicu komedo atau inflamasi. Banyak yang mengalami breakout setelah mencoba slugging di seluruh wajah.
Kulit sensitif atau rosacea
Hati-hati. Jika ada bahan aktif di bawahnya (retinol, AHA, BHA), oklusi bisa meningkatkan penetrasi dan memperparah iritasi. Lebih aman menggunakan pelembap barrier-repair biasa tanpa lapisan tebal.
Secara umum, slugging paling aman dan bermanfaat untuk kulit kering yang membutuhkan oklusi ekstra. Untuk kulit berminyak atau berjerawat, ada alternatif pelembap yang lebih ringan dengan ceramide atau squalane yang tidak terlalu menyumbat.
Cara Melakukan Slugging dengan Benar
Bersihkan wajah terlebih dahulu sampai bersih. Jangan slug di atas makeup sisa, sunscreen, atau kotoran.
Lanjutkan dengan toner atau essence jika biasa dipakai, lalu pelembap biasa. Tunggu beberapa menit agar produk meresap.
Oleskan lapisan tipis hingga sedang petroleum jelly. Tidak perlu terlalu tebal sampai wajah terlihat mengkilap berlebihan. Fokus pada area yang paling kering jika kulit kombinasi.
Lakukan 1–2 kali seminggu saja. Setiap malam bisa membuat kulit terlalu “tertutup” dan mengganggu proses alami pengelupasan.
Di pagi hari, bersihkan wajah seperti biasa. Kulit biasanya terasa lebih lembut, tapi tetap lanjutkan rutinitas pagi termasuk sunscreen.
Hindari menggabungkan dengan retinoid, AHA, atau BHA di malam yang sama jika kulit mudah iritasi. Oklusi bisa memperkuat efek bahan tersebut.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Breakout adalah keluhan paling umum pada kulit berminyak. Meski petrolatum non-comedogenic, lingkungan lembap yang tercipta bisa memperburuk pori yang sudah cenderung tersumbat.
Iritasi juga bisa muncul jika ada sisa produk aktif di bawahnya. Beberapa orang mengalami milia (bintik putih kecil) setelah rutin slug di area sekitar mata.
Jika setelah mencoba muncul komedo, jerawat, atau rasa tidak nyaman, hentikan. Kembali ke pelembap biasa dan biarkan kulit menyesuaikan.
Di Eva Mulia Clinic, beberapa pasien datang dengan keluhan breakout setelah mengikuti tren slugging. Evaluasi biasanya menunjukkan bahwa jenis kulit mereka memang tidak cocok dengan oklusi berat. Penyesuaian pelembap dan frekuensi sudah cukup membantu tanpa perlu teknik tambahan.
Alternatif yang Lebih Aman untuk Berbagai Jenis Kulit
Jika ingin efek mengunci kelembapan tanpa risiko tinggi, pilih pelembap yang mengandung ceramide, cholesterol, dan fatty acid. Formula ini mendukung barrier secara lebih fisiologis.
Untuk kulit berminyak, gel-cream ringan dengan hyaluronic acid dan niacinamide sering lebih nyaman. Squalane juga bisa menjadi pilihan oklusif yang lebih ringan dibanding petroleum jelly.
Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kebutuhan kulit saat ini, bukan sekadar mengikuti tren. Kulit yang sehat tidak selalu membutuhkan lapisan oklusif tebal setiap malam.
Slugging skincare aman untuk kulit apa? Terutama untuk yang kering dan barrier-nya sedang terganggu. Untuk kulit berminyak atau berjerawat, lebih baik dihindari atau dibatasi. Coba dengan frekuensi rendah dan amati respons kulit. Jika ragu, konsultasi membantu menentukan apakah teknik ini relevan atau justru lebih baik diganti dengan pendekatan lain yang lebih sesuai.
Baca juga:
- Acne Vulgaris: Jenis, Penyebab, dan Penanganan yang Tepat
- Non SLS Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Penggunaannya untuk Kulit
- Beda Jerawat dan Bruntusan: Mana yang Sedang Kamu Alami Saat Ini?
- Apa Pantangan Setelah Laser Wajah? Panduan Agar Hasil Optimal
- Tangan Kasar Sering Cuci Tangan? Ini yang Bisa Kamu Lakukan