# Perawatan Wajah Bruntus: Rahasia Menghilangkan Bruntusan di Wajah yang Jarang Dibahas

- Link: https://evamuliaclinic.com/perawatan-wajah-bruntus-rahasia-menghilangkan-bruntusan-di-wajah-yang-jarang-dibahas/
- Published: 2025-06-11T10:00:00+07:00
- Author: Eva Mulia Clinic

[Eva Mulia Clinic](https://evamuliaclinic.com/) – Pernah nggak sih kamu bangun pagi,
ngaca, terus… _loh, kok ada gerombolan kecil nongol di pipi?_ Kecil-kecil, nggak
sakit, tapi bikin greget. Bruntusan namanya. Sekilas nggak kelihatan, tapi kalau
dilihat dari sudut tertentu atau kena cahaya, _langsung kelihatan parah!_ Nah, kalau
kamu pernah (atau lagi) ngalamin ini, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget
orang yang bergumul dengan masalah **bruntusan di wajah**, dan ternyata, **perawatan
wajah bruntus** itu nggak sesimpel cuci muka dua kali sehari.

Tapi… jangan langsung buru-buru ke klinik atau beli produk mahal. Sering kali, kunci
utamanya justru ada di hal-hal sederhana yang kita anggap sepele. Yuk, kita ngobrol
santai soal gimana caranya _menghilangkan bruntusan di wajah_ dengan cara yang masuk
akal, realistis, dan bisa kamu mulai dari sekarang juga.

## Apa Itu Bruntusan dan Kenapa Bisa Muncul?

![Penyebab Beruntusan Setelah Facial, perawatan wajah bruntus](https://evamuliaclinic.
com/wp-content/uploads/2022/03/Beruntusann.jpg)

Oke, sebelum kita bahas gimana cara ngilangin bruntusan, yuk kenalan dulu sama ‘
tamu tak diundang’ ini. Bruntusan itu apa sih, sebenarnya?

Bruntusan adalah kondisi kulit wajah yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik
kecil yang biasanya tersebar di area tertentu seperti dahi, pipi bagian atas, dagu,
bahkan kadang menyebar sampai ke rahang. Teksturnya nggak halus, kayak ada gerombolan
pasir halus yang nempel di kulit. Kalau kamu raba, pasti kerasa banget. Tapi uniknya,
bruntusan ini sering nggak terlalu merah, nggak sakit juga kayak jerawat, tapi… 
_mengganggu banget!_

Nah, yang bikin banyak orang keliru adalah mengira bruntusan itu sama dengan jerawat
kecil. Padahal beda. Kalau jerawat biasanya ada komedo, peradangan, bahkan nanah,
bruntusan lebih ke gangguan tekstur kulit yang disebabkan oleh banyak faktor.

Dan ngomongin soal penyebab, ini yang sering bikin pusing. Karena bruntusan bisa
muncul dari hal-hal yang nggak kamu sangka sebelumnya. Yuk kita ulik satu-satu.

### 1. **Penumpukan Sel Kulit Mati**

Kulit kita tuh, walau nggak kelihatan, terus-menerus memperbarui diri. Setiap hari,
ada sel-sel kulit mati yang harusnya lepas secara alami. Tapi, kadang proses ini
terhambat. Entah karena kamu jarang eksfoliasi, atau karena cuaca, atau memang metabolisme
kulit yang lambat. Akibatnya? Sel-sel mati itu numpuk dan nyumbat pori. Muncullah
bruntusan.

### 2. **Pori-pori Tersumbat Minyak dan Kotoran**

Ini biasanya terjadi kalau kamu punya tipe kulit berminyak, atau sering berkeringat
tapi nggak langsung dibersihkan. Makeup yang nggak dibersihkan dengan tuntas juga
sering jadi biang keladi. Nah, campuran antara sebum (minyak alami kulit), kotoran,
dan debu akan membuat pori-pori buntu. Dan ketika pori-pori tersumbat tapi nggak
inflamed, ya hasilnya: bruntusan.

### 3. **Reaksi terhadap Skincare atau Kosmetik**

Pernah nggak, kamu nyobain skincare baru terus beberapa hari kemudian wajahmu jadi‘
nggak enak’ diraba? Itu bisa jadi karena reaksi kulit terhadap bahan aktif tertentu.
Entah karena bahan itu terlalu keras, nggak cocok, atau karena kamu pakainya terlalu
banyak dan terlalu cepat.

Bruntusan akibat reaksi ini sering muncul di awal pemakaian produk baru. Kalau kamu
teruskan, bisa makin parah. Makanya, penting banget buat selalu _patch test_ dulu
sebelum pakai produk baru ke seluruh wajah.

### 4. **Perubahan Hormon**

Kadang, biar kamu udah rajin banget merawat wajah, bruntusan tetap muncul. Penyebabnya?
Hormon. Fluktuasi hormon, terutama menjelang menstruasi atau saat stres berat, bisa
bikin produksi minyak kulit naik drastis. Nah, kelebihan minyak ini bisa nyumbat
pori dan muncullah bruntusan.

Nggak heran kalau banyak yang bilang, “Aku selalu bruntusan kalau lagi PMS.” Yes,
kamu nggak sendiri. Itu hal yang lumrah, tapi tetap bisa dikontrol dengan rutinitas
perawatan yang tepat.

### 5. **Faktor Lingkungan: Polusi dan Cuaca**

Kalau kamu tinggal di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, jangan kaget kalau
kulitmu rewel. Debu halus, asap kendaraan, sampai udara kering dari AC bisa memicu
iritasi ringan yang berujung bruntusan.

Musim panas pun sering jadi pemicu karena kulit cenderung berkeringat lebih banyak.
Kalau kamu nggak membersihkannya dengan benar, bakteri dan minyak bisa ‘berpesta’
di wajah kamu.

### 6. **Kebiasaan Buruk Sehari-hari**

Tanpa sadar, kita sering nyentuh wajah pakai tangan yang belum tentu bersih. Atau
tidur tanpa cuci muka. Atau malas ganti sarung bantal. Hal-hal kecil ini bisa jadi
pemicu bruntusan juga, lho. Karena kuman dan kotoran dari tangan, sprei, atau ponsel
yang kamu tempelkan ke pipi bisa menempel dan memicu peradangan ringan.

**Intinya**, bruntusan bisa datang dari mana saja. Dan satu hal yang perlu diingat:
_kulit kita nggak pernah bohong._ Kalau dia lagi “marah”, pasti ada penyebabnya.
Nah, tugas kita adalah memahami sinyal-sinyal kecil itu dan meresponsnya dengan 
perawatan yang tepat.

Di bagian selanjutnya, kita bakal bahas gimana cara melakukan **perawatan wajah 
bruntus** yang efektif, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam atau bergantung 
pada janji-janji manis iklan skincare. Siap lanjut?

## Langkah Awal: Kenali Kulitmu Dulu

Sebelum kita masuk ke rutinitas **perawatan wajah bruntus**, kamu perlu tahu satu
hal penting yang sering diabaikan: _kulitmu itu unik_. Serius. Sama kayak sidik 
jari, nggak ada dua kulit wajah yang benar-benar identik. Jadi jangan heran kalau
skincare yang works banget di temen kamu, justru bikin kulitmu jadi penuh bruntusan.

Makanya, langkah awal yang paling bijak sebelum nyoba ini-itu adalah **kenali dulu
tipe dan kondisi kulitmu**. Ini ibarat kamu mau pergi jauh—nggak mungkin kan asal
tancap gas tanpa tahu jalan?

### Kenapa Mengenal Tipe Kulit Itu Penting?

Karena beda tipe kulit = beda kebutuhan = beda reaksi. Kalau kamu salah mengenali
tipe kulit, bisa-bisa kamu malah salah pakai produk. Yang harusnya menenangkan, 
malah bikin iritasi. Yang niatnya mau “membasmi bruntusan”, malah bikin wajah makin
_breakout parah_.

### 5 Jenis Kulit yang Perlu Kamu Ketahui:

#### 1. **Kulit Normal**

Kulit ini seimbang. Nggak terlalu berminyak, nggak terlalu kering. Jarang rewel,
dan biasanya nggak gampang muncul bruntusan—kecuali kalau kamu malas bersihin muka
atau terlalu sering gonta-ganti produk.

Ciri-ciri:

 * Pori-pori kecil
 * Jarang berjerawat
 * Tekstur kulit halus dan lembut

#### 2. **Kulit Berminyak**

Ini tipe kulit yang produksi sebum-nya aktif banget. Sayangnya, kelebihan minyak
ini sering jadi magnet buat debu dan kotoran. Kombinasi maut itu yang bikin pori-
pori gampang tersumbat dan muncullah bruntusan.

Ciri-ciri:

 * Wajah cepat mengkilap
 * Pori-pori terlihat besar
 * Bruntusan sering muncul di dahi dan dagu

#### 3. **Kulit Kering**

Jangan kira kulit kering aman dari bruntusan. Justru kalau kulit terlalu kering 
dan nggak cukup terhidrasi, permukaannya bisa jadi kasar dan nggak rata. Itu juga
termasuk bruntusan, lho!

Ciri-ciri:

 * Kulit terasa kencang, terutama setelah cuci muka
 * Sering mengelupas
 * Jarang berminyak tapi gampang iritasi

#### 4. **Kulit Kombinasi**

Ini tipe kulit yang ‘membingungkan’. Di satu sisi berminyak, di sisi lain kering.
Biasanya area T-zone (dahi, hidung, dagu) berminyak, sementara pipi lebih kering.
Tantangan utama tipe ini adalah cari produk yang bisa _balance_.

Ciri-ciri:

 * Berminyak di tengah, kering di sisi wajah
 * Bruntusan suka muncul di dahi tapi pipi malah kering dan kasar

#### 5. **Kulit Sensitif**

Kulit jenis ini mudah sekali bereaksi terhadap bahan kimia, cuaca, bahkan stres.
Kalau salah produk sedikit aja, bisa langsung muncul kemerahan, gatal, atau bruntusan.

Ciri-ciri:

 * Sering memerah atau terasa perih
 * Gampang iritasi
 * Harus ekstra hati-hati saat pilih skincare

### Gimana Cara Mengenali Tipe Kulitmu?

Kalau kamu masih bingung masuk tipe yang mana, coba trik simpel ini:

 1. **Cuci muka seperti biasa di pagi hari**, lalu diamkan tanpa pakai produk apapun.
 2. Tunggu sekitar 3–4 jam.
 3. Lihat dan rasakan kondisi kulitmu:
 4.  * Kalau terasa berminyak di seluruh wajah → kemungkinan besar kulitmu berminyak.
     * Kalau terasa kencang dan kering → kamu punya kulit kering.
     * Kalau hanya T-zone yang berminyak, tapi pipi tetap normal/kering → itu kombinasi.
     * Kalau nggak terlalu berminyak dan nggak kering → selamat, kulitmu normal.
     * Kalau kulit cepat memerah, perih, atau gatal setelah cuci muka → mungkin sensitif.

Kalau kamu masih ragu, bisa banget coba konsultasi singkat ke klinik kecantikan 
terpercaya hanya untuk skin check. Biasanya gratis atau dengan biaya sangat terjangkau.
Ini bisa jadi investasi kecil tapi berdampak besar untuk perjalananmu menghilangkan
bruntusan di wajah.

### Kenapa Langkah Ini Wajib Sebelum Perawatan Wajah Bruntus?

Bayangin kamu lagi nyari jalan keluar dari labirin, tapi nggak tahu kamu lagi berdiri
di mana. Nah, kenal tipe kulit tuh kayak tahu posisi awalmu. Begitu kamu tahu, kamu
bisa mulai menentukan arah—mau pilih bahan aktif apa, eksfoliasi berapa kali seminggu,
perlu pakai toner atau nggak, dan sebagainya.

Banyak orang yang gagal mengatasi bruntusan bukan karena produknya jelek, tapi karena
nggak cocok sama kondisi kulit mereka. Padahal niatnya baik, tapi hasilnya malah
bikin frustasi. Jangan sampai itu terjadi ke kamu, ya.

Jadi, sebelum kamu buru-buru beli skincare viral atau ikut-ikutan tren “7 step skincare
routine”, langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah: _kenali kulitmu dulu_.
Karena perawatan wajah bruntus yang tepat, selalu berawal dari pemahaman diri.

Yuk lanjut ke bagian berikutnya, kita bahas rutinitas perawatan yang efektif untuk
menghilangkan bruntusan di wajah!

## **Rutinitas Perawatan Wajah Bruntus yang Bisa Kamu Coba**

Di bagian ini, kita masuk ke inti dari semuanya: perawatan sehari-hari yang bisa
bantu kamu melawan bruntusan tanpa bikin ribet.

### **1. Pembersihan: Jangan Mager Cuci Muka!**

Serius deh, banyak dari kita yang _ogah-ogahan_ cuci muka malam hari. Padahal, seharian
kita udah kena polusi, debu, dan keringat. Kalau nggak dibersihkan? Ya sudah, pori-
pori penuh, bruntusan pun datang.

Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan tipe kulitmu, idealnya yang _gentle_,
tanpa alkohol berlebih, dan tidak mengandung parfum kuat. Cuci muka cukup dua kali
sehari—lebih dari itu malah bisa bikin kulit kering dan iritasi.

**Tips:** Gunakan teknik double cleansing kalau kamu sering pakai sunscreen atau
makeup.

### **2. Eksfoliasi: Tapi Jangan Kebablasan**

Eksfoliasi itu penting buat ngangkat sel kulit mati. Tapi kalau terlalu sering? 
Kulit malah jadi over-exfoliated, dan itu bisa memicu iritasi serta memperparah 
bruntusan.

Cukup lakukan eksfoliasi 1-2 kali seminggu. Pilih yang mengandung AHA atau BHA untuk
hasil maksimal. AHA bagus buat permukaan kulit, sementara BHA bisa menembus pori
dan mengangkat kotoran dari dalam.

### **3. Hidrasi: Kunci Kulit Sehat yang Sering Dilupakan**

Kulit yang dehidrasi gampang banget kelihatan kusam, kering, dan yes—bruntusan. 
Jadi, jangan pelit kasih hidrasi. Gunakan toner atau serum yang mengandung hyaluronic
acid, glycerin, atau aloe vera untuk menenangkan kulit dan menjaga kelembapannya.

**Note:** Kulit berminyak _juga butuh_ hidrasi, lho! Jangan sampai salah kaprah.

### **4. Sunscreen: Jangan Sampai Skip!**

Pernah dengar istilah “Sunscreen is your skin’s best friend”? Itu benar adanya. 
Paparan sinar UV bukan cuma bikin kulit cepat tua, tapi juga bisa memicu peradangan
ringan yang memperparah kondisi bruntusan.

Pilih sunscreen yang ringan, non-komedogenik, dan cocok untuk kulit sensitif. Oleskan
setiap pagi dan reapply kalau kamu banyak aktivitas di luar ruangan.

### **5. Minimalisme Skincare**

Kadang kita terlalu semangat pakai berbagai macam produk. Serum ini, essence itu,
masker yang viral di TikTok, dan lain-lain. Tapi ingat, kulit itu punya batas toleransi.

Kalau kamu lagi berjuang menghilangkan bruntusan di wajah, coba dulu pendekatan 
_less is more_. Gunakan hanya produk esensial: cleanser, moisturizer, sunscreen,
dan satu bahan aktif (seperti niacinamide atau salicylic acid).

## **Gaya Hidup Juga Ikut Main Peran**

Sering kali, kita fokus banget pada skincare, tapi lupa gaya hidup punya andil besar.
Mulai dari makanan, tidur, hingga stres.

### **Kurangi Makanan Tinggi Gula dan Minyak**

Makanan seperti gorengan, minuman manis, atau cokelat berlebihan bisa memicu produksi
minyak berlebih dan memperparah bruntusan.

Coba tambahkan sayur, buah, dan air putih ke dalam pola makanmu. Nggak harus jadi
vegan kok, cukup seimbang.

### **Tidur yang Cukup dan Berkualitas**

Kurang tidur = hormon kacau = bruntusan muncul. Sesimpel itu.

Tidur cukup (idealnya 7-8 jam) bantu kulit regenerasi secara alami. Jangan biasakan
begadang, terutama kalau nggak penting-penting amat.

### **Jangan Stres Berlebihan**

Bruntusan bisa juga muncul karena stres. Tubuh merespons stres dengan meningkatkan
hormon kortisol, yang akhirnya mempengaruhi kondisi kulit.

Coba luangkan waktu untuk hal yang kamu suka: nonton film, olahraga ringan, atau
sekadar journaling.

## **Kapan Harus Konsultasi ke Ahli?**

Kalau kamu udah coba berbagai perawatan wajah bruntus tapi hasilnya nihil, mungkin
saatnya cari bantuan profesional. Konsultasi ke dokter kulit bisa kasih gambaran
lebih jelas soal penyebab dan perawatan yang cocok buat kamu.

Dan nggak usah malu atau gengsi. Perawatan kulit adalah bentuk sayang sama diri 
sendiri, bukan buat impress orang lain.

## **Q&A: Pertanyaan yang Sering Ditanyain Tentang Bruntusan**

**Q: Apakah bruntusan bisa hilang dengan sendirinya?** A: Bisa, tapi biasanya butuh
waktu lama. Dengan perawatan rutin dan gaya hidup sehat, prosesnya bisa lebih cepat.

**Q: Apa beda bruntusan dan jerawat?** A: Bruntusan biasanya nggak meradang dan 
lebih kecil dari jerawat. Tapi kalau dibiarkan, bisa berkembang jadi jerawat.

**Q: Apakah bruntusan harus dipencet?** A: Sebaiknya jangan. Memencet bruntusan 
bisa bikin iritasi atau infeksi, dan meninggalkan bekas yang susah hilang.

## **Semua Butuh Proses, Termasuk Kulitmu**

Menghilangkan bruntusan di wajah memang nggak bisa instan. Tapi bukan berarti nggak
mungkin. Kuncinya ada di konsistensi, kesabaran, dan _pemahaman yang tepat soal 
kulitmu sendiri_. Ingat, kulit kita itu organ yang sensitif dan kompleks—nggak bisa
dipaksa kerja cepat hanya karena kita nggak sabar.

Jadi, mulai dari yang sederhana: bersihkan wajah dengan lembut, hidrasi dengan cukup,
lindungi dari sinar matahari, dan jalani hidup yang lebih seimbang. Lalu biarkan
waktu dan rutinitas yang bekerja.

Sudah punya pengalaman berjuang melawan bruntusan? Atau ada pertanyaan yang belum
sempat kamu tanyakan? Yuk, ngobrol di kolom komentar. Siapa tahu cerita kamu bisa
bantu orang lain juga!

**Baca juga:** [Apa Itu Eksfoliasi Kulit dan Bagaimana Cara Aman Melakukannya?](https://evamuliaclinic.com/apa-itu-eksfoliasi-kulit-dan-bagaimana-cara-aman-melakukannya/)
