Jerawat Sembuh Tapi Masih Benjol? Ini Penjelasan dan Solusinya!

Eva Mulia Clinic – jerawat sembuh tapi masih benjol – Pernahkah kamu mengalami situasi di mana jerawatmu sudah sembuh, tapi bekasnya masih benjol? Rasanya pasti menyebalkan, ya? Apalagi kalau benjolnya cukup besar dan terlihat jelas di wajah. Tenang, kamu tidak sendirian! Banyak orang yang mengalami hal serupa.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang jerawat yang sudah sembuh tapi masih benjol, mulai dari penyebabnya, cara menghilangkannya, hingga tips mencegahnya.

Apa Penyebab Jerawat Sembuh Tapi Masih Benjol?

 jerawat sembuh tapi masih benjol

Ada beberapa kemungkinan penyebab jerawat sembuh tapi masih benjol, di antaranya:

  • Sisa Peradangan: Jerawat yang meradang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Saat jerawat sembuh, jaringan tersebut membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya. Proses pemulihan ini dapat menghasilkan benjolan yang terasa keras atau kenyal. Contohnya, jerawat yang tadinya berwarna merah dan bengkak, setelah sembuh bisa meninggalkan benjolan berwarna merah muda atau coklat yang terasa keras saat disentuh.
  • Jaringan Parut: Jerawat yang parah atau sering meradang dapat menyebabkan jaringan parut. Jaringan parut ini biasanya lebih keras dan menonjol dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Contohnya, jerawat kistik yang besar dan dalam, jika tidak dirawat dengan tepat, dapat meninggalkan bekas luka yang menonjol dan terasa kasar.
  • Kelenjar Minyak: Jerawat sering kali disebabkan oleh penyumbatan pori-pori oleh minyak dan sel kulit mati. Pori-pori yang tersumbat ini dapat membesar dan terasa seperti benjolan, bahkan setelah jerawatnya sembuh. Contohnya, pada orang dengan kulit berminyak, jerawat yang muncul di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu) lebih rentan meninggalkan benjolan karena produksi minyak yang berlebihan di area tersebut.
  • Infeksi: Pada beberapa kasus, jerawat yang sudah sembuh dapat kembali terinfeksi. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan dan benjolan baru. Contohnya, jika kamu memencet jerawat yang sudah hampir sembuh, bakteri dari tanganmu bisa masuk ke dalam luka dan menyebabkan infeksi, sehingga jerawat kembali meradang dan meninggalkan benjolan.
Baca Juga:  Manfaat Daun Kelor Untuk Kecantikan Kulit, Yuk di Coba!

Bagaimana Cara Menghilangkan Benjolan Bekas Jerawat?

Ada beberapa cara yang dapat kamu coba untuk menghilangkan benjolan bekas jerawat, di antaranya:

  • Kompres Dingin: Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan bengkak pada benjolan. Lakukan kompres dingin selama 10-15 menit beberapa kali sehari. Tips: Gunakan kompres dingin yang dibungkus dengan kain bersih agar tidak langsung menyentuh kulit.
  • Obat Jerawat: Beberapa jenis obat jerawat, seperti retinoid dan asam salisilat, dapat membantu meratakan tekstur kulit dan mengecilkan benjolan. Gunakan obat jerawat sesuai dengan petunjuk pemakaian. Contoh: Kamu bisa menggunakan obat jerawat yang mengandung retinol pada malam hari untuk membantu regenerasi sel kulit dan memudarkan bekas jerawat.
  • Perawatan Dermatologi: Jika benjolan bekas jerawat tidak kunjung hilang dengan perawatan rumahan, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan dermatologi, seperti injeksi steroid, laser therapy, atau chemical peeling. Penjelasan:
    • Injeksi steroid: Dokter akan menyuntikkan steroid ke dalam benjolan untuk membantu mengurangi peradangan dan mengecilkan ukurannya.
    • Laser therapy: Laser therapy menggunakan sinar laser untuk menghancurkan jaringan parut dan meratakan tekstur kulit.
    • Chemical peeling: Chemical peeling menggunakan bahan kimia untuk mengangkat lapisan atas kulit dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

Tips Mencegah Benjolan Bekas Jerawat

Berikut beberapa tips untuk mencegah benjolan bekas jerawat:

  • Jaga kebersihan kulit: Cuci muka dua kali sehari dengan sabun pembersih wajah yang lembut. Tips: Pilih sabun pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulitmu, hindari sabun yang terlalu keras atau mengandung bahan kimia yang iritatif.
  • Gunakan pelembap: Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulitmu. Tips: Gunakan pelembap yang non-comedogenic, yaitu tidak menyumbat pori-pori.
  • Hindari memencet jerawat: Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terbentuknya benjolan. Tips: Jika kamu memiliki jerawat yang membesar dan terasa sakit, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Gunakan tabir surya: Lindungi kulitmu dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari. Tips: Pilih tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit.
Baca Juga:  Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak: 4 Cara Efektif

Kesimpulan

Meskipun jerawat sudah sembuh, benjolan bekas jerawat bisa tetap muncul dan mengganggu penampilan. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkannya, seperti kompres dingin, obat jerawat, dan perawatan dermatologi.

Yang terpenting, kamu perlu melakukan perawatan kulit secara rutin dan menghindari kebiasaan memencet jerawat untuk mencegah terbentuknya benjolan bekas jerawat.