# Jerawat Kistik: Apakah Hormon Berperan dalam Penyebab Munculnya Jerawat Jenis Ini?

- Link: https://evamuliaclinic.com/jerawat-kistik-apakah-hormon-berperan-dalam-penyebab-munculnya-jerawat-jenis-ini/
- Published: 2023-01-02T12:36:33+07:00
- Author: Eva Mulia Clinic

Jerawat kistik merupakan jenis jerawat yang sangat mengganggu penampilan karena 
memiliki bentuk yang besar, keras, merah, dan terasa lebih sakit dan gatal dibandingkan
jerawat jenis lain. Penyebab utama jerawat kistik adalah ketidakseimbangan hormon
yang menyebabkan produksi minyak berlebih dan meningkatnya aktivitas kelenjar minyak.
Hormon androgen yang terkandung pada pria maupun wanita dapat meningkatkan produksi
sebum oleh kelenjar sebasea pada kulit, yang dapat menyebabkan munculnya jerawat
atau memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

#### Apa Itu Jerawat Kistik?

Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang terdiri dari kelenjar minyak terinfeksi
yang terjebak di bawah kulit. Biasanya terlihat sebagai benjolan kemerahan atau 
merah kehitaman yang terasa nyeri jika dipencet. Jerawat kistik seringkali menimbulkan
rasa tidak nyaman dan merusak penampilan, sehingga banyak orang yang ingin menghilangkannya.

#### Ciri-ciri Jerawat Kistik

![Jerawat kistik adalah](https://evamuliaclinic.com/wp-content/uploads/2023/01/jerawat-
kistik-jpg.webp)

Jerawat kistik mudah dikenali karena memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan
jerawat jenis lain. Ciri-ciri utamanya adalah bentuk benjolan putih besar yang terlihat
seperti bisul, bernanah, bertekstur lunak, dan terasa sakit jika disentuh. Biasanya,
jerawat kistik muncul di wajah, tetapi juga bisa terjadi di bagian tubuh lain seperti
dada, punggung, leher, lengan, dan belakang telinga.

Hormon androgen yang terkandung pada pria maupun wanita dapat meningkatkan produksi
minyak atau sebum oleh kelenjar sebasea pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan munculnya
jerawat atau memperparah kondisi jerawat yang sudah ada.

Hormon estrogen dan progesteron pada wanita berfungsi untuk mengatur efek androgen
dan memastikan produksi minyak atau sebum pada kulit terkendali. Secara alami, hormon
dapat mengatur kadarnya sendiri dan menyeimbangkan diri, tetapi faktor-faktor seperti
pola makan, stres, produk perawatan kulit, dan siklus menstruasi dapat menyebabkan
ketidakseimbangan hormon. Saat masa pra-menstruasi, tingkat androgen dapat meningkat,
yang dapat memperburuk kondisi jerawat.

Aktivitas kelenjar sebasea sangat dipengaruhi oleh perbandingan hormon estrogen 
dan androgen. Ketika terdapat ketidakseimbangan yang mengarah pada tingkat androgen
yang lebih tinggi, produksi sebum menjadi berlebih dan menciptakan kondisi yang 
sempurna bagi bakteri P. acnes untuk berkembang biak. Setelah berkembang biak secara
masif, pori-pori akan tersumbat dan terjadi peradangan.

Jerawat kistik lebih sering terjadi pada orang dengan kulit berminyak yang mengalami
ketidakseimbangan hormon, terutama pada remaja dan orang dewasa. Walaupun pria juga
bisa mengalami jerawat, wanita lebih rentan karena mereka mengalami lebih banyak
fluktuasi hormonal selama hidupnya (seperti siklus menstruasi, masa pubertas, kehamilan,
dan menopause). Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang lebih intens dan terjadi
di lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga pengobatan topikal seperti krim racikan
dokter atau obat oles yang mengandung azelaic acid, retinoid, atau benzoil peroksida
kurang efektif untuk mengatasinya. Jika jerawatmu tidak terlalu parah, obat topikal
mungkin masih bisa digunakan, tetapi pada kondisi jerawat yang parah akan diperlukan
pengobatan yang lebih intens.

**Baca juga:** [Azelaic Acid: Penjelasan, Manfaat, Efek Samping](https://evamuliaclinic.com/azelaic-acid-penjelasan-manfaat-efek-samping-2/)
