image

Telah dipercaya lebih dari 40 tahun sebagai solusi kulit sehat dan cantik di Indonesia.

Recent Posts
Search
 

Blog

Eva Mulia - Klinik Evamulia - Perawatan Wajah - Manfaat Diet Eliminasi - Banyak orang tidak menyadari beberapa masalah kesehatan yang muncul datang dari makanan yang dikonsumsinya.

Apa Itu Diet Eliminasi

Eva Mulia Klinik Evamulia Perawatan WajahManfaat Diet Eliminasi Banyak orang tidak menyadari beberapa masalah kesehatan yang muncul datang dari makanan yang dikonsumsinya. Berbagai keluhan seperti sakit perut dan lain sebagainya dikira hanya sebagai gangguan kronis pada bagian tubuh tersebut.

Padahal hal ini bisa saja merupakan keluhan atau reaksi intoleran makanan tertentu. Untuk bisa memastikannya, diet eliminasi adalah salah satu cara yang bisa dicoba.

Apa Itu Diet Eliminasi?

Diet eliminasi adalah pola makan yang menghilangkan satu atau beberapa kelompok makanan yang diyakini dapat menimbulkan reaksi intoleransi. Pembatasan jenis makanan yang dikonsumsi ini akan dilakukan selama jangka waktu tertentu.

Pola ini bertujuan untuk memahami adanya reaksi tubuh yang muncul serta menemukan beberapa makanan yang mungkin dapat menyebabkan gejala atau memperburuk kondisinya.

Eva Mulia - Klinik Evamulia - Perawatan Wajah - Manfaat Diet Eliminasi - Banyak orang tidak menyadari beberapa masalah kesehatan yang muncul datang dari makanan yang dikonsumsinya.

Dengan melakukandiet eliminasi, nantinya kalian akan mengerti adanya intoleransi makanan yang tak pernah disadari. Hanya saja, ada yang menganggap bahwa intoleransi makanan dan alergi adalah hal yang sama, padahal keduanya sangatlah berbeda.

Mungkin kalian mengira reaksi intoleransi pada makanan akan terjadi secara cepat, seperti saat seseorang yang alergi kacang makanan dan beberapa menit setelahnya muncul kondisi seperti gatal-gatal atau wajah kemerahan.

Intoleransi makanan umumnya adalah hasil dari ketidakmampuan tubuh untuk mencerna atau memetabolisme makanan sepenuhnya. Oleh karena itu, gejalanya terjadi secara bertahap dan lebih terlambat beberapa jam setelah konsumsi makanan.

Sebenarnya, ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui adanya alergi atau intoleransi, seperti tes darah dan tes tusuk jarum. Namun, hasilnya tidak selalu kali akurat apalagi bila yang kalian miliki adalah intoleransi. Maka, diet eliminasi masih menjadi cara yang lebih disarankan.

Cara Melakukan Diet Eliminasi

Secara garis besarnya, diet eliminasi memiliki dua fase, yaitu fase eliminasi dan fase reintroduksi. Sebelum memulai fase eliminasi, kalian mesti merencanakan terlebih dahulu pola makan yang akan dijalani dan makanan apa saja yang akan dihindari.

Fase Eliminasi

Untuk masalah ini, usahakan kita diskusikan dengan dokter atau ahli nutrisi tentang makanan yang mungkin dapat menjadi pemicu reaksi. Kalian juga bisa mengetahuinya sendiri dengan mengingat-ingat makanan apa saja yang pernah membuat tubuh terasa tak nyaman setelah memakannya.

Biasanya, beberapa kelompok makanan yang umumnya menjadi pemicu dan menjadi pantangan saat menjalani diet eliminasi meliputi:

  • buah-buahan sitrus sejenis jeruk dan lemon
  • produk susu sejenis keju dan yogurt
  • telur
  • gluten
  • kacang-kacangan
  • makanan laut
  • produk kedelai
  • jagung
  • sayuran nightshade (terong, kentang, tomat, paprika, cabai)

Setelah memilih mana yang akan dieliminasi, kalian mesti menyingkirkan bahan-bahan itu dari menu makan kalian selama beberapa minggu. Umumnya, fase ini dilakukan selama enam minggu, akan tetapi ada juga yang melakukannya selama dua sampai empat minggu.

Fase Reintroduksi

Kalianakan kembali mengonsumsi makanan yang sebelumnya sudah dieliminasi secara bertahap. Kebanyakan makanan pertama yang dipilih adalah makanan yang memiliki risiko terendah untuk menimbulkan gejala.

Bila yang dieliminasi lebih dari satu jenis kelompok makanan, kalian bisa menambahkannya selama tiga sampai lima hari sesudah kalian kembali mengonsumsi kelompok makanan berisiko yang pertama. Mulailah konsumsi makanan dengan porsi yang sedikit.

Misalnya, makanan pertama yang dikonsumsi setelah fase diet eliminasi adalah telur. Jika tiga hari tak ada gejala yang muncul, kalian bisa meneruskan dengan mulai konsumsi produk susu setelahnya.

Namun, jika kalian mengalami gejala seperti sakit perut, kulit gatal, sakit kepala, atau nyeri tubuh, mungkin bisa jadi kalian telah menemukan makanan pemicu reaksi yang nantinya mesti kita hindari dilain hari. Pastikan juga kalian berkonsultasi kepada dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

Leave a Reply