jerawat merah

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Merah?

Bekas Jerawat Merah – Bekas jerawat, baik yang berwarna merah maupun hitam, merupakan kondisi kulit yang bisa sangat gatal dan dapat mengurangi rasa percaya diri. Kondisi kulit yang terjadi setelah jerawat ini bisa muncul berulang kali dan di area yang mudah terlihat.

Kondisi ini ditandai dengan perubahan tekstur dan lekukan yang bersifat permanen pada kulit. Berbeda dengan bekas luka, flek hitam atau merah akibat jerawat parah bisa diobati, baik dengan dokter atau dengan pengobatan alami.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Sama seperti jerawat, bekas jerawat adalah kondisi yang cukup umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Sekitar 80% orang berusia antara 11 dan 30 memiliki jerawat, dan satu dari lima orang dalam populasi ini memiliki bekas luka.

Salah satu kelompok yang paling sering menderita kondisi kulit ini adalah remaja. Meski begitu, orang dewasa dapat menghadapi masalah yang sama, karena berbagai faktor dapat meningkatkan risiko jerawat setiap orang.

Apa saja jenis bekas jerawat?

Umumnya, setiap orang yang memiliki bekas jerawat memiliki lebih dari satu jenis. Berikut beberapa jenis bintik jerawat yang dikenal dalam dunia medis.

Bekas luka atrofi

Bekas jerawat atrofi biasanya terjadi ketika jaringan kulit hilang. Jaringan parut ini akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Boxcar, bopeng berbentuk U lebar dengan sisi tegas.
  • Ice pick, bekas jerawat yang memiliki lekukan berbentuk V yang dalam.
  • Bekas bopeng bergulir yang cukup lebar dengan tepi bergerigi dan bergerigi.
  • Bekas luka hipertrofik

Tidak seperti jaringan parut atrofi, bekas jerawat hipertrofik muncul karena produksi kolagen yang terlalu banyak saat jerawat sembuh.

Hal ini menyebabkan massa jaringan berlebih terbentuk dan terangkat sedikit di permukaan kulit, atau yang biasa dikenal dengan keloid. Keloid biasanya muncul di punggung dan dagu.

Bekas luka makula (bekas luka makula)

Bekas luka makula adalah bekas jerawat berwarna merah yang biasanya muncul di pipi dan dahi. Kondisi ini biasanya terjadi sebagai akibat dari jaringan parut jerawat berkerikil (brutus).

Jerawat jenis ini biasanya hilang dalam waktu 6 sampai 12 bulan tanpa pengobatan. Namun, perawatan seperti laser vaskular terkadang efektif dalam menghilangkan bekas luka ini.

Apa penyebab bekas jerawat?

Bekas jerawat terjadi karena reaksi peradangan yang menyebabkan pembuluh darah melebar. Ini sebenarnya adalah kondisi normal dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan membaiknya reaksi peradangan.

Meski begitu, pembuluh darah yang melebar terkadang tidak hilang saat reaksi inflamasi mereda. Akibatnya, area di sekitar tombol tampak merah.

Sementara itu, peradangan jerawat juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel basal keratinosit yang merupakan bagian dari struktur kulit manusia. Akibatnya, tubuh memproduksi melanin secara berlebihan.

Melanin adalah zat yang memberi warna pada kulit manusia. Jika diproduksi dalam jumlah berlebihan, melanin dapat memicu hiperpigmentasi pada kulit. Akibatnya, bekas jerawat menjadi coklat atau hitam.

Jika tidak diobati, jerawat dapat menyebabkan peradangan parah, yang menyebabkan kerusakan pada struktur jaringan pendukung kulit.

Kondisi ini juga mengganggu proses penyembuhan kulit di daerah yang terkena jerawat, sehingga kulit menggulung ke dalam dan meninggalkan bekas.

Apalagi, beberapa kebiasaan buruk bisa menjadi faktor penyebab munculnya bekas jerawat sebagai berikut.

Memencet jerawat bisa memicu peradangan dan membuat bekas jerawat bertahan lebih lama.

Menghentikan perawatan jerawat terlalu cepat.

Mencuci muka terlalu sering dapat menyebabkan kulit kering dan meradang, yang membuat obat jerawat tidak efektif.

Tidak menggunakan tabir surya dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit.

Bagaimana cara menghilangkan bekas jerawat?

Salah satu mitos yang mungkin pernah Anda dengar adalah bekas jerawat akan hilang dengan sendirinya. Faktanya tidak demikian. Kondisi ini tidak mungkin kembali normal seperti kulit aslinya.

Meski begitu, ada beberapa cara menghilangkan bekas jerawat, baik yang merah maupun yang hitam.

  • Laser fraksional untuk merangsang pertumbuhan kolagen dan mengencangkan kulit.
  • Pelapisan ulang laser untuk menghilangkan lapisan atas kulit yang rusak sehingga kulit baru dapat tumbuh secara merata.
  • Dermabrasi untuk mengangkat area kulit terluar wajah untuk diganti dengan lapisan baru.
  • Chemical peeling dengan senyawa asam kuat untuk menghilangkan lapisan atas kulit.
  • Microneedling yang membantu mengurangi kedalaman bekas jerawat.
  • Suntikan kortikosteroid disesuaikan dengan bekas luka hipertrofik.
  • Dermal filler yang mengisi jaringan kulit yang berlubang dengan produk yang mengandung kolagen.

Sebagian besar perawatan di atas telah terbukti mengurangi ukuran dan perubahan warna bekas jerawat. Seiring waktu, kondisi kulit ini akan memudar hingga nyaris tak terlihat.

Perlu diingat bahwa hasil pengobatan tergantung pada kemampuan dokter atau dokter kulit dan ketekunan Anda dalam pengobatan.

1 thought on “Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Merah?”

  1. Pingback: Tips Memakai Lulur Shinzui yang Baik dan Benar Agar Khasiatnya Optimal

Leave a Comment

Your email address will not be published.