# 7 Cara Menghilangkan Bruntusan di Pipi dan Mencegahnya Kembali

- Link: https://evamuliaclinic.com/7-cara-menghilangkan-bruntusan-di-pipi-dan-mencegahnya-kembali/
- Published: 2026-10-09T10:00:00+07:00
- Author: Eva Mulia Clinic

Bruntusan di pipi bisa membuat permukaan kulit terasa kasar, tampak tidak merata,
dan sulit terlihat halus meskipun sudah menggunakan berbagai produk skincare. Kondisi
ini sering dianggap sebagai jerawat biasa, padahal bintik-bintik kecil di pipi dapat
disebabkan oleh beberapa masalah kulit yang berbeda.

**Cara menghilangkan bruntusan di pipi perlu disesuaikan dengan penyebabnya.** Jika
bintik muncul akibat pori-pori tersumbat, rutinitas perawatan kulit yang tepat dapat
membantu memperbaiki kondisinya. Namun, apabila bruntusan disertai rasa gatal, kemerahan,
atau peradangan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk
memastikan diagnosis.

Sebelum mencoba banyak produk sekaligus, kenali terlebih dahulu penyebab bruntusan,
cara merawat kulit yang tepat, serta kapan perawatan profesional dapat dipertimbangkan.

## Apa Penyebab Bruntusan di Pipi?

![Cegah masalah jerawat meradang dengan menghindari 4 jenis makanan yang dapat memicu
peradangan dan memperburuk kondisi kulit. Pelajari lebih lanjut di artikel ini!](
https://evamuliaclinic.com/wp-content/uploads/2024/09/5-Penyebab-Jerawat-Batu-di-
Pipi-dan-Cara-Mengatasinya.webp)

Bruntusan bukan istilah diagnosis medis yang spesifik. Dalam penggunaan sehari-hari,
istilah ini biasanya merujuk pada bintik-bintik kecil yang membuat tekstur kulit
terasa tidak rata. Penyebabnya dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.

### 1. Pori-pori tersumbat

Salah satu penyebab yang umum adalah komedo tertutup atau _closed comedones_. Kondisi
ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak atau sebum dan sel kulit
mati. Komedo tertutup biasanya terlihat seperti bintik kecil berwarna putih atau
menyerupai warna kulit.

Bruntusan akibat komedo dapat muncul berkelompok dan membuat pipi terasa seperti
memiliki tekstur kasar. Penggunaan produk yang terlalu berat atau tidak cocok juga
dapat berkontribusi terhadap penyumbatan pori pada sebagian orang.

### 2. Produksi minyak berlebih

Sebum berfungsi menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika bercampur dengan sel kulit
mati dan menyumbat folikel, sebum dapat berkontribusi terhadap terbentuknya komedo
dan jerawat.

Kulit berminyak tidak selalu berarti kulit kotor. Karena itu, mencuci wajah berulang
kali atau menggunakan pembersih yang terlalu keras bukan solusi yang tepat. Cara
tersebut justru dapat menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin tidak
nyaman.

### 3. Produk skincare atau makeup yang tidak cocok

Pelembap, foundation, sunscreen, serta produk perawatan rambut tertentu dapat memicu
atau memperburuk bruntusan pada orang yang rentan. Hal ini dapat terjadi apabila
formulanya menyumbat pori atau menimbulkan iritasi.

Coba perhatikan apakah bruntusan mulai muncul setelah menggunakan produk baru, mengganti
rutinitas skincare, atau mencoba beberapa produk sekaligus. Produk berlabel _non-
comedogenic_ atau tidak menyumbat pori dapat menjadi pilihan awal, meskipun tidak
menjamin bahwa produk tersebut pasti cocok untuk setiap orang. [American Academy of Dermatology](https://www.aad.org/public/diseases/acne/diy/wont-clear)

### 4. Iritasi akibat penggunaan bahan aktif berlebihan

Eksfoliasi berulang, penggunaan beberapa bahan aktif sekaligus, atau pergantian 
produk terlalu sering dapat mengganggu kenyamanan kulit. Tanda yang mungkin muncul
meliputi rasa perih, kemerahan, kulit terasa tertarik, mengelupas, dan munculnya
bintik-bintik kecil.

Jika bruntusan disertai gejala tersebut, jangan langsung menambah produk eksfoliasi.
Hentikan sementara produk yang dicurigai menyebabkan iritasi dan sederhanakan rutinitas
perawatan kulit.

### 5. Kondisi kulit lain yang menyerupai jerawat

Tidak semua bintik kecil di pipi merupakan komedo. Milia, dermatitis kontak, rosacea,
atau peradangan folikel rambut juga dapat menimbulkan benjolan yang menyerupai bruntusan.
Beberapa kondisi bahkan dapat disertai gatal atau kemerahan.

Bila bintik terasa sangat gatal, bentuknya seragam, muncul mendadak, atau tidak 
membaik dengan perawatan jerawat biasa, sebaiknya jangan langsung menganggapnya 
sebagai jerawat. Dokter dapat membantu membedakan penyebabnya agar penanganan tidak
keliru.

## 7 Cara Menghilangkan Bruntusan di Pipi dengan Tepat

Tidak ada satu metode yang efektif untuk semua jenis bruntusan. Langkah berikut 
dapat membantu mengatasi bruntusan yang berkaitan dengan pori tersumbat sekaligus
menjaga agar kulit tidak mengalami iritasi tambahan.

### 1. Bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut

Mulailah dengan membersihkan wajah menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis
kulit. Lakukan hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat banyak. Gunakan ujung
jari untuk memijat wajah secara lembut, kemudian bilas hingga bersih.

Hindari menggosok pipi menggunakan scrub kasar, sikat pembersih, atau handuk dengan
tekanan berlebihan. Gesekan tidak membuat komedo keluar lebih cepat dan justru berisiko
memperparah peradangan.

Jika memakai makeup atau sunscreen yang tahan air, bersihkan dengan metode yang 
sesuai tanpa menggosok kulit berulang kali. Tujuannya adalah mengangkat sisa produk
sekaligus mempertahankan kenyamanan lapisan pelindung kulit.

### 2. Pilih produk yang tidak mudah menyumbat pori

Periksa kembali produk yang digunakan setiap hari, terutama pelembap, sunscreen,
foundation, dan produk rambut yang dapat menyentuh pipi.

Pilih produk dengan keterangan _non-comedogenic_, _oil-free_, atau _won’t clog pores_
jika kulit rentan berjerawat. Perhatikan juga reaksi kulit setelah pemakaian. Label
tersebut dapat membantu proses pemilihan, tetapi bukan jaminan bahwa produk tidak
akan memicu masalah pada semua orang.

Jika bruntusan muncul setelah mengganti produk tertentu, hentikan produk yang dicurigai
untuk sementara dan amati perubahan kulit. Hindari menghentikan obat resep tanpa
berkonsultasi dengan dokter.

### 3. Pertimbangkan bahan aktif yang sesuai

Bahan aktif dapat membantu mengatasi jenis bruntusan tertentu, tetapi pemilihannya
harus berdasarkan kondisi kulit.

**Asam salisilat (**_**salicylic acid**_**)** membantu mengangkat sel kulit mati
dan membersihkan sumbatan di pori. Bahan ini dapat dipertimbangkan untuk kulit yang
cenderung memiliki komedo, selama digunakan sesuai petunjuk dan ditoleransi kulit.

**Adapalene**, yang termasuk retinoid topikal, dapat membantu mencegah terbentuknya
komedo dan menangani jerawat. Namun, bahan ini tidak cocok untuk semua orang dan
dapat menimbulkan iritasi. Retinoid topikal sebaiknya dihindari selama kehamilan
atau ketika sedang merencanakan kehamilan, kecuali tenaga kesehatan memberikan arahan
yang sesuai.

Jangan langsung menggabungkan berbagai bahan aktif dalam konsentrasi tinggi. Mulai
secara bertahap sesuai petunjuk produk atau rekomendasi dokter. Jika kulit menjadi
perih, sangat merah, atau mengelupas, hentikan penggunaan bahan yang dicurigai dan
evaluasi kembali rutinitas perawatan.

### 4. Tetap gunakan pelembap

Kulit yang mudah berjerawat tetap membutuhkan pelembap. Menghindari pelembap sepenuhnya
dapat membuat kulit terasa kering, terutama jika menggunakan bahan aktif yang berpotensi
menyebabkan iritasi.

Pilih pelembap dengan tekstur yang nyaman dan tidak mudah menyumbat pori. Oleskan
setelah mencuci wajah sesuai kebutuhan kulit. Jika kulit terasa kering setelah menggunakan
obat jerawat, pelembap dapat membantu menjaga kenyamanan selama perawatan.

Kulit berminyak pun dapat mengalami dehidrasi atau iritasi. Karena itu, target perawatan
bukan menghilangkan seluruh minyak dari wajah, melainkan menjaga keseimbangan dan
mengendalikan penyumbatan pori secara tepat. [American Academy of Dermatology](https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/moisturizer)

### 5. Gunakan sunscreen setiap pagi

Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk tampilan noda gelap yang tertinggal 
setelah jerawat mereda. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap sinar matahari merupakan
bagian penting dari rutinitas perawatan kulit berjerawat.

Gunakan sunscreen spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih. Untuk kulit yang rentan
berjerawat, pilih formula yang tidak mudah menyumbat pori. Aplikasikan sesuai petunjuk
pada kemasan dan ulangi pemakaian sesuai kebutuhan, terutama setelah berkeringat
atau berenang.

Sunscreen tidak secara langsung menghilangkan komedo, tetapi membantu melindungi
kulit selama proses pemulihan dan mengurangi risiko noda pascaperadangan menjadi
semakin terlihat. [American Academy of Dermatology](https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/tips)

### 6. Hindari memencet dan mengorek bruntusan

Memencet bintik-bintik kecil mungkin terasa seperti cara tercepat untuk menghaluskan
kulit. Padahal, tekanan berlebihan dapat memperparah peradangan, merusak jaringan
kulit, dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat berupa noda gelap atau jaringan
parut.

Risiko tersebut juga berlaku ketika menggunakan alat ekstraksi tanpa teknik dan 
kondisi kebersihan yang tepat. Tidak semua benjolan aman untuk dikeluarkan, terutama
jika penyebabnya bukan komedo.

Jika terdapat komedo yang sulit diatasi, dokter dapat menilai apakah ekstraksi komedo
atau tindakan lain sesuai untuk kondisi kulit. Penanganan profesional lebih tepat
daripada memaksakan pengeluaran isi benjolan sendiri.

### 7. Evaluasi skincare dan konsultasikan bila tidak membaik

Hindari mengganti produk setiap beberapa hari hanya karena hasilnya belum terlihat.
Perawatan jerawat umumnya memerlukan waktu beberapa minggu; perbaikan awal dapat
terlihat sekitar 4–6 minggu, sedangkan hasil yang lebih jelas dapat membutuhkan 
6–8 minggu atau lebih, bergantung pada jenis jerawat dan terapinya.

Selama proses tersebut, perhatikan apakah jumlah bintik berkurang, peradangan mereda,
dan tidak muncul iritasi baru. Jika bruntusan semakin banyak, terasa sakit, meninggalkan
bekas, atau tidak membaik meskipun rutinitas sudah konsisten, konsultasikan dengan
dokter kulit.

Pemeriksaan juga dianjurkan sejak awal apabila bintik disertai gatal berat, pembengkakan,
kemerahan yang meluas, atau muncul secara tiba-tiba setelah menggunakan produk tertentu.
Gejala tersebut dapat mengarah pada masalah kulit yang membutuhkan pendekatan berbeda.
[American Academy of Dermatology](https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/when-derm)

## Apakah Bruntusan di Pipi Bisa Hilang dengan Treatment Klinik?

Treatment klinik dapat dipertimbangkan ketika perawatan rumahan belum memberikan
hasil yang memadai, bruntusan sering berulang, atau kulit memiliki komedo yang sulit
ditangani. Namun, tindakan yang tepat tidak ditentukan hanya dari banyaknya bintik
di pipi.

Dokter perlu menilai jenis lesi, tingkat peradangan, sensitivitas kulit, riwayat
penggunaan skincare, serta kemungkinan adanya kondisi lain yang menyerupai jerawat.
Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah pasien lebih sesuai menjalani
terapi topikal, ekstraksi komedo terpilih, atau tindakan profesional lain sebagai
bagian dari rencana perawatan.

Pada kulit yang sedang mengalami iritasi aktif, tindakan eksfoliasi atau prosedur
tertentu justru dapat memperburuk keadaan. Karena itu, jangan memilih treatment 
hanya berdasarkan tren atau anggapan bahwa semakin banyak prosedur, semakin cepat
kulit menjadi halus.

Jika bruntusan disertai jerawat meradang atau meninggalkan bekas, penanganan penyebab
dasarnya perlu menjadi prioritas. Prosedur yang berfokus pada tekstur kulit belum
tentu mengatasi sumber masalah apabila jerawat aktif masih berlangsung.

Di Eva Mulia Clinic, konsultasi dan evaluasi kondisi kulit dapat menjadi langkah
awal untuk menentukan perawatan yang sesuai. Pilihan treatment sebaiknya disesuaikan
dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan kulit, bukan diberikan dengan pendekatan 
yang sama kepada semua orang.

## Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Merawat Bruntusan

Beberapa kebiasaan justru dapat membuat bruntusan bertahan lebih lama. Pertama, 
menggunakan scrub kasar dengan harapan bintik-bintik cepat terangkat. Kedua, menggabungkan
banyak bahan aktif tanpa mempertimbangkan toleransi kulit. Ketiga, mengabaikan pelembap
karena khawatir wajah semakin berminyak.

Kesalahan lain adalah menganggap semua benjolan sebagai komedo dan mencoba mengeluarkannya
sendiri. Apabila penyebabnya adalah dermatitis, milia, atau kondisi kulit lainnya,
pendekatan khusus untuk jerawat mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Jangan pula menilai keberhasilan hanya dari perubahan dalam satu atau dua hari. 
Perawatan kulit membutuhkan konsistensi, sedangkan pergantian produk terlalu sering
dapat menambah iritasi dan menyulitkan identifikasi penyebab masalah.

## FAQ Seputar Bruntusan di Pipi

### Apa penyebab bruntusan di pipi yang paling umum?

Bruntusan dapat berkaitan dengan komedo tertutup, pori-pori tersumbat, penggunaan
produk yang tidak cocok, atau iritasi. Namun, bintik kecil juga bisa disebabkan 
oleh kondisi kulit lain. Pemeriksaan diperlukan jika bentuk atau gejalanya tidak
khas.

### Berapa lama bruntusan di pipi bisa hilang?

Lama pemulihan bergantung pada penyebab dan penanganannya. Perawatan jerawat umumnya
memerlukan beberapa minggu untuk menunjukkan perbaikan, dan hasil yang lebih jelas
dapat membutuhkan 6–8 minggu atau lebih. Jika kondisi terus memburuk atau tidak 
membaik, evaluasi dokter dianjurkan.

### Apakah bruntusan di pipi boleh dieksfoliasi?

Eksfoliasi dapat membantu jenis komedo tertentu, tetapi tidak selalu cocok untuk
semua bruntusan. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Jika kulit sedang
merah, perih, atau mengelupas, sebaiknya hentikan sementara bahan eksfoliasi dan
evaluasi penyebabnya.

### Apakah bruntusan di pipi disebabkan oleh skincare?

Bisa. Produk skincare, makeup, dan produk rambut tertentu dapat menyumbat pori atau
menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Namun, tidak semua bruntusan berasal dari
skincare. Perhatikan hubungan waktu antara penggunaan produk baru dan munculnya 
keluhan.

### Apakah facial bisa menghilangkan bruntusan di pipi?

Hasilnya bergantung pada penyebab bruntusan dan jenis tindakan yang dilakukan. Ekstraksi
komedo mungkin membantu pada kondisi tertentu, tetapi facial tidak otomatis mengatasi
semua penyebab bintik kecil. Kulit yang sedang meradang atau mengalami iritasi perlu
dievaluasi terlebih dahulu.

### Kapan bruntusan di pipi perlu diperiksa dokter?

Periksakan kulit jika bruntusan terasa sakit, sangat gatal, meradang, meninggalkan
bekas, menyebar, atau tidak membaik dengan perawatan yang konsisten. Pemeriksaan
juga penting apabila bintik muncul mendadak atau tidak menyerupai komedo biasa.

## Kesimpulan

Cara menghilangkan bruntusan di pipi yang tepat dimulai dengan mengenali penyebabnya.
Membersihkan wajah secara lembut, memilih produk yang tidak mudah menyumbat pori,
menggunakan bahan aktif sesuai kebutuhan, menjaga kelembapan, dan memakai sunscreen
dapat membantu mengelola bruntusan yang berkaitan dengan jerawat.

Hindari memencet bintik dan mengganti produk terlalu sering. Jika bruntusan tidak
membaik, semakin meradang, atau memiliki gejala yang tidak biasa, pemeriksaan dokter
merupakan langkah yang lebih aman daripada terus mencoba produk secara acak.

Untuk mendapatkan perawatan yang sesuai, konsultasikan kondisi kulit terlebih dahulu
agar penyebab bruntusan dapat dievaluasi dan rencana penanganannya disesuaikan dengan
kebutuhan kulit Anda.
